-

Jangan Panggil Saya Penulis

Posted by admin on Jun 21, 2010 in Uncategorized

habiburrahman_el_shirazy_022boim-n-his-books022522philman-hariwijaya

golagong_belajar_menulis_01fira-basuki2anggrek7dalberthiene_endah_003

“Eh penulis…”

“Ssssttt… jangan panggil gw kayak gitu. Gue maluuu…”

“Kenapa???”

Berikut adalah sapaan klise teman-teman saya yang selalu saya balas dengan jawaban yang klise juga. Malu.Sudah nggak keitung berapa banyak yang bertanya-tanya kepada saya kenapa saya selalu malu jika dipanggil dengan sebutan ‘penulis’. Untuk menjawab teka-teki itu, dalam postingan kali ini saya akan menjelaskan alasannya kepada kalian.

Kenapa saya jadi seorang penulis?

Hmmm… jangankan kalian. Saya pun heran kenapa saya bisa jadi seorang penulis.

Dari kecil saya suka menggambar dan menyanyi. Bahkan bertahun-tahun saya dimasukan les vokal oleh orang tua saya. Hasilnya? Saya justru jadi penulis. Bukannya menjadi penyanyi seperti Agnes Monica atau Rossa.

Saya juga tidak menjadi penggambar meskipun cukup lama juga saya ikutan kursus menggambar selepas sekolah sewaktu SD.  Lagi-lagi saya malahan jadi penulis.

Tak pernah terbesit sekalipun dalam pikiran saya untuk dapat menerbitkan sebuah novel yang bisa dibaca oleh orang banyak. Apalagi sampai diterbitkan di Singapur dan Malaysia. Itu benar-benar aneh!

Cita-cita saya dari kecil memang sering berubah-ubah dan cukup aneh-aneh menurut saya. Saya pernah bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis kejiwaan. Saya juga ingin sekali menjadi pembalap motor. Dan bahkan saya pernah berpikir untuk berprofesi menjadi supir traktor karena papa saya dengan isengnya membelikan saya mainan traktor berwarna kuning waktu saya kecil. Tapi pernahkah saya berpikir untuk menjadi seorang penulis? Jawabannya, tidak.

Dari kecil, saya lebih sering menjadi penikmat buku. Saya selalu menikmati setiap kali saya berimajinasi ketika membaca sebuah buku. Mas Hilman, Mbak Fira  Basuki, Kang Abik, Mas Boim, Mbak Albertiene Endah, Pakde Teguh Esha, Mas Gola Gong, Bunda Helvy dll. Mereka adalah orang-orang yang pada waktu itu sering saya nikmati buku-bukunya. Saya adalah pengagum karya-karya mereka. Saya pun teringat ketika sewaktu SMP saya dengan takutnya meminta tanda tangan Mbak Fira Basuki ketika beliau sedang mengadakan jumpa pengarang disana. Saya juga teringat ketika saya menangis karena salah satu koleksi buku Lupus saya hilang entah kemana.

Semua berawal ketika saya membuka buku harian saya. Dari situ saya berpikir, ternyata saya, kamu, dia, dan mereka punya cerita masing-masing dalam kehidupan ini dan masing-masing punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah. Lalu kenapa kita nggak bertukar cerita?Kenapa banyak diantara kita yang terlalu egois nggak mau menceritakan bagaimana menyelesaikan, mencari, mendapat dan mempertahankan hal-hal yang kita raih kepada orang lain agar orang lain juga bisa maju, bisa berkembang?

Saya memang sengaja memajang foto penulis-penulis Indonesia yang memang saya kagumi (disamping masih banyak lagi penulis hebat lain yang saya baca dan kagumi karya-karya mereka yang tidak bisa saya pajang semua foto-fotonya disini.) karena saya menganggap mereka termasuk pahlawan yang membantu saya untuk berpikir lebih maju. Berpikir bagaimana saya bisa menuangkan ide, pikiran dan pendapat agar saya bisa share ke orang lain seperti yang telah mereka lakukan terhadap saya. Pembaca karya mereka. Dengan satu harapan agar kita bisa berpikir lebih kreatif, cerdas dan maju. Mereka mampu membuat saya yang hanya seorang anak sekolah biasa yang penakut, berani untuk berekspresi dan berani maju untuk berkarya. Dan entah sudah berapa juta orang diluar sana yang juga mengalami perubahan besar karena mereka. Para penulis.

Jadi kenapa saya musti malu jika ada teman saya yang memanggil saya dengan sebutan PENULIS?

Saya malu karena saya merasa belum ada apa-apanya dibandingkan dengan penulis-penulis lain diluar sana (beberapa diantaranya yang saya sebutkan tadi) yang luar biasa hebat dan telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia kepenulisan. Ya, saya merasa belum pantas untuk disebut sebagai seorang penulis jika dibandingkan dengan mereka. Tapi yang jelas, saya merasa terhormat kalau ada diantara teman-teman saya yang memanggil dengan sebutan PENULIS.

Sebuah kejadian yang nggak akan pernah saya lupakan akan saya ceritakan di akhir postingan saya kali ini. Kejadian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah novel pertama saya terbit.

Suatu sore saya tengah duduk di pinggir trotoar dengan salah satu teman saya. Kami sedang membicarakan tentang sastra di Indonesia. Di tengah-tengah obrolan kami, saya berkata:

“Tulisan gue ringan banget untuk jadi bacaan. Gue khawatir banget akan terjadi pengkotak-kotakan sastra. jadinya malahan saling menjatuhkan. Padahal kan harapan gue, orang-orang bisa menjadikan toko buku jadi sarana rekreasi yang sangat menarik karena masyarakat punya banyak pilihan bacaan saat ke toko buku.”

Tiba-tiba kami melihat seorang lelaki berpakaian santai, bersandal jepit dan dengan tas selempang di bahu mendekati kami. Teman saya mengenalkan saya dengan lelaki tersebut. Saya memanggilnya dengan sebutan Pak de. Teman saya itu menceritakan kepada lelaki itu, “Dicil ini baru nerbitin novel remaja.”

Kalian tau apa efek dari kalimat teman saya itu? Lelaki tersebut mendadak bersemangat. Ia merangkul saya. Dan sebuah kata-katanya yang keluar dari bibirnya membangkitkan semangat saya, “Bagus kamu menulis. Terus menulis. Jangan sampai putus. Jangan pernah takut berkarya. Anak muda sekarang harus berani berkarya. Berani maju. Saya senang ada anak muda yang berani.”

Terima kasih Tuhan, engkau mempertemukan saya dengan lelaki sederhana yang rendah hati itu yang mau membagi pengalamannya kepada penulis amatiran seperti saya. Ya, saya tidak akan melupakan pertemuan singkat saya dengan Pakde Teguh Esha, Penulis Ali Topan Anak Jalanan yang saya kagumi. Dan Tuhan juga sangat baik memberikan kesempatan kepada saya untuk bertemu, mengobrol, bahkan satu panggung dengan penulis-penulis hebat yang beberapa fotonya saya pajang diatas. Mas Hilman, Mbak Fira  Basuki, Kang Abik, Mas Boim, Mbak Albertiene Endah, Mas Gola Gong, Bunda Helvy TR dll

Tags:

 
-

Jangan sok tau tentang hidup saya!

Posted by admin on Dec 28, 2009 in Uncategorized

1_737921958l

Yup, jangan sok tau tentang hidup saya karena kamu nggak tau apa-apa tentang saya. Ucapan itu muncul ketika saya menutup Jojo dengan perasaan konyol. Kenapa? Karena beberapa hari belakangan ini saya bertemu dengan orang yang sotoy abiez tentang hidup saya. Mengkritik dan merasa dirinya paling tau tentang saya. Buseeet! Emangnya situ ari-ari saya yang konon katanya sudah dikubur oleh orangtua saya sehingga situ merasa lebih mengenal saya dibandingkan mama saya sendiri?

Okay, saya nggak sabar pengen menceritakan semuanya pada kalian. Awal percakapan kami adalah ketika tiba-tiba dia menyapa saya di sebuah tempat. Awal pertemuan saja dia sudah sok asiknya mendekati saya sambil berkata, “Woy! Lo dyan, kaan? Lo yang nulis dealova, kaan?Nggak nyangka penulis dealova nongkrong disini.” Hah?!? Sapa elo? Perasaan hampir setiap hari saya ada di tempat itu. Malahan saya yang heran karena baru kali itu saya melihat mukenya. Teman-teman saya saja tidak ada yang mengenal dia. Freak! Saya tersenyum, berusaha untuk tidak menyakiti dia. Yah, mungkin saja saya memang mengenal dia tapi saya lupa. Ayo positive thinking dichiel!

Lelaki itu menjabat tangan saya dan langsung duduk disebelah saya. Saya dan teman-teman saya pun tak keberatan. Lalu mulailah dia berbicara…

“Gue tuh suka mengkritisi Film. Dan film lo itu masuk kategori film sampah di blog gw. Gw tau itu base on novel lo yang isinya emang menye-menye gitu. Emang ya, cewek-cewek doyannya sama yang kayak gitu. Pantesan aja novel-novel stabillo laku dibaca sama cewek model kayak elo. “

Saya cuma nyengir. “Yah… itu kan masalah selera, Mas..,” jawab saya berusaha santaiii. Padahal dalam hati saya ngomong, “Mas, mas, saya aja mati-matian riset kalimat-kalimat indah yang disukain cewek-cewek. Secara saya dan teman-teman main saya lebih sering menggunakan kata-kata indah buat jadi bahan lawakan. Hahaha… dan satu lagi ya, Mas. Buku yang saya baca itu nggak cuma novel teenlit. Saya baca semua buku. Termasuk buku politik dan ekonomi. Catat itu! “

“Tapi Soundracknya lumayan laah, buat cewek-cewek model kayak elo”

Hah?!? cewek model kayak gue gimana? Jelas-jelas saya menyukai musik death metal. Yah, meskipun saya juga mendengarkan jenis musik lainnya. Sorry, saya nggak sok idealis…

“Oiya, bentar lagi di bioskop bakalan ada film romantis buat cewek-cewek. Cewek kayak elo pasti suka deh.”

Apa-apaan siih?cewek kayak gue lagi? Hey! Saya suka sekali film Action,  film Godfather dan semua karya-karya Tim Burton. Yaah, kecuali kalau dia menganggap kalau itu adalah film romantis. Dasar tolol!

Dalam waktu yang lumayan lama dia ngoceh panjang lebar. Menjelek-jelekkan karya-karya orang lain seenak udelnya. Saya  cuma nyengar-nyengir sambil terus-terusan ngomong, “Yaaah… selera orang kan beda-beda, Mas. Malahan bagus kalau semakin banyak film2, novel2 yang bermunculan di Indonesia. Itu tandanya manusia Indonesia pekerja keras. Nggak males-malesan. Setidaknya ada yang bisa mereka kerjakan. Hehehe…”

Mendengar ungkapan saya, lelaki itu terlihat nggak mau kalah, “Tapi percuma kalau semua sampah!”

Anjriiit dari pada mulut lo yang sampah! *maaf dalam hati saya memang ngomong begitu. Saya kembali terdiam. Bingung mau ngomong apa lagi. Kemudian sebuah pertanyaan mendadak kelar dari mulut saya, “Emangnya mas kerja dimana?”

“Saya nggak kerja. Gini-gini aja. Yah… kumpul sama temen-temen, jalan sama temen-temen…”

“Oooh…”

Dia terlihat memundurkan posisi duduknya. “Saya tuh baru mau jalan ke Gunung Gede. Kemarin saya habis dari Sundoro-Sumbing.”

Bodo amat! Emangnya saya tanya? Saya sudah mulai muak dengan keberadaan orang itu.

“Cewek kayak kamu palingan taunya cuma minta uang dari mami, ngabisin duit ke mal apa untuk ngegaul. Pasti nggak suka kotor-kotoran di gunung. Paling juga merengek kepanasan.”

Okay! Enough!Gw emosi! Tapi anehnya saat itu saya hanya cengar-cengir saja. Mungkin nggak enak sama teman-teman saya dan nggak enak sama orang itu juga karena baru kenal.

Nggak lama kemudian, akhirnya lelaki tersebut pergi juga. Teman-teman saya langsung heboh tertawa. Kata-kata mereka cuma satu, “Asli tuh orang sotoy marotoy abies!”

Saya pun juga ikut-ikutan tertawa. Padahal sebenernya saya emosi banget! Sok tau banget sih tuh orang tentang hidup saya? Emangnya mentang-mentang saya penulis novel teenlit, trus saya  udah pasti adalah cewek yang nggak punya bacaan lain selain teenlit?cewek yang cuma doyan dengerin lagu dan film mellow2 romantis, cewek yang nggak suka melakukan kegiatan diluar ruangan, cewek yang hobinya cuma menghamburkan duit orangtua untuk shopping? Hey! sok tau banget lo?

Emangnya mentang-mentang saya penulis novel teenlit, saya nggak boleh suka dengerin musik metal?Emangnya saya nggak boleh baca buku politik dan ekonomi? emangnya saya nggak boleh nonton film action yang penuh pertumpahan darah? Emangnya nggak boleh kalau saya masuk anggota pecinta alam? Dan emangnya aneh kalau saya udah biasa hidup sendiri jauh dari orang tua dan mati-matian bekerja untuk biaya kuliah saya? Yang jelas, saya mau nulis novel apa kek, itu urusan saya! Siapa elo mau ngatur hidup gue???

Okay, mungkin saat itu cowok tersebut tidak terlalu serius bicara seperti itu. Atau mungkin dia hanya iseng.  Tapi please ya, Mas. Jangan sok tau tentang hidup saya karena anda nggak tau apa-apa tentang saya!!!

Tags:

 
-

Gombal oh Gombal….

Posted by admin on Nov 26, 2009 in Uncategorized

pb080089

Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama terjadi. Tapi saya lupa terus pengen cerita ke kalian semua *maap. Cerita ini berawal ketika saya mengantri di salah satu koridor bus trans Jakarta. Awalnya saya biasa-biasa saja melihat ada sepasang kaula muda (aiii mateee kaula mudaaa…) yang sedang bercengkrama disebuah kursi disudut koridor. Sambil memasang earphone, saya sibuk mengunyah permen sambil sesekali melongokkan kepala, melihat apakah bus sudah datang atau belum. Nggak lama kemudian bus terlihat dan kedua pasangan tadi tiba-tiba langsung menerobos ke depan saya. Si cowok bak superhero menggandeng sang Putri. *Nyerobot kok bangga. Aneh! Saya sih cuek aja. Yang penting saya bisa dapet bus.

Bukan sulap bukan sihir, ternyata kedua pasangan tadi duduk tepat disebelah saya. Sesaat saya melepas earphone untuk membenarkan posisinya. Tapi ternyata, sekelibat saya mendengar percakapan yang cukup menarik untuk hiburan saya selama di perjalanan. Apalagi kalau bukan si abang GOMBAL. Asli, sepanjang perjalanan tuh cowok ngegombal mulu.

Saya menarik nafas panjang. Dalam hati saya berkata, “Dichiel, kalo elo mau nguping, lo harus janji untuk nggak cekikikkan. INGET! Jangan cekikikkan. APALAGI NGAKAK!” Pelan-pelan saya menganggukkan kepala, tanda saya setuju dengan janji saya pada diri sendiri. Saya akan ceritakan apa yang cowok itu katakan:

Cowok: “Kamu suka minum kopi ya?”

Cewek: “Emangnya kenapa? Kelihatan ya?”

Cowok: “Pantesan aku nggak ngantuk ngeliat kamu…”

Cewek: “Ah… kamu bisa aja…”

KwakwaaaawW….. Ampun dah! Nih cowok mau ngegombal cetek bener sih? Jadi saya nggak perlu nahan ketawa karena beneran gak lucu. Saya kembali terdiam.

Cowok:”Kamu capek ya?”

Cewek: “Nggak kok. Kenapa?”

Cowok: “Soalnya kamu lari-lari terus dipikiran aku..”

Aduuuuh… asli nih cowok nggak kreatif dah. Belum beli kamus gombal ya? Mana si cewek tersipu-sipu malu lagi! Kalau saya yang jadi ceweknya sih udah saya diemin aja. Lagian mau romantis  malah begono. Mendingan pacaran sama Mr. Bean deh bisa cekikikkan.

Saya masih diam saja. Dalam hati saya berpikir, ternyata jaman sekarang gombal begituan masih ampuh juga ya?Buktinya udah jelas-jelas gombal nggak mutu, cewek itu masih saja tersipu-sipu. Jadi pengen deh ngasih cowok di bus itu kamus gombal edisi pertama. Pasti dianya udah seneng. Kalian ada yang mau? Nih, saya kasih beberapa isinya. Tapi cuma buat lucu-lucuan aja ya…. (*Inget jangan kasih cewek cerdas gombal yang kayak beginian ya…Bisa-bisa langsung ditolak habis-habisan hahahaha….)

Cowok : Mbak jangan pegangan sama besi kereta.
Cewek : Emang kenapa?
Cowok : Kayaknya besinya kotor tuh..pegangan sama aku aja.

Cowok: Maaf mba, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah dideket saya aja
Cewek: Loh?? kenapa??
Cowok: Takut dikerubung semut.. soalnya mba manis sih.

Cowok : Mbak, orang tuanya pengrajin bantal ya..?
Cewek : Hah!!!? bukan..Emang kenapa?
Cowok : kok kalo deket sama mbak rasanya nyaman yach.

Cowok : Mbak jangan ngomong ya..
Cewek : Lho.. emang kenapa..?
Cowok : Karena biasanya aku malemnya enggak bisa tidur. kalo abis denger suara dari bibir yang indah.

Cowok : Mbak bajunya enggak pernah disetrika ya..?
Cewek : Enak aja… emang kenapa..?
Cowok : biasanya kalo cewek udah cantik enggak perlu lagi nyetrika baju..

Cowok: “Kamu itu seperti sendok…”
Cewek: “Kenapa?”
Cowok: “Karena kamu ngaduk-ngaduk perasaan aku…”

Cowok: “Kamu sekali-sekali nyuci piring dooonk”
Cewek: “Hah? emang kenapa ?”
Cowok: “Ini tangan kamu terlalu lembut…”

Cowok: “Kamu pasti enggak pernah maen bola ya..”
Cewek: “Iya laaah.. emang kenapa…?”
Cowok: “Soalnya kaki kamu bagus banget….”

Cowok: “Mbak punya uang koin ? Boleh minta ?”
Cewek: “Buat apa ?”
Cowok: “Aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia bila aku jatuh cinta”

Huahahaha…. ternyata meskipun terdengar konyol, tapi bagi sebagian wanita gombalan kayak gini ternyata masih ampuh lho. Mungkin bukan karena romantisnya. Tapi justru karena konyolnya ;). But anyway, saya termasuk yang suka bermain gombal-gombalan dengan sahabat-sahabat saya apabila kami sedang merasa jenuh. Semakin hari, gombalan kami semakin bervariasi. Dan setiap kali salah satu dari kami melontarkan jurus gombal terbarunya, so pasti yang lainnya langsung heboh dan berlomba-lomba mencari gombalan paling dahsyat. Lama-lama saya berpikir kalau gombalan ternyata bisa berdampak sangat positif untuk meningkatkan kreatifitas kita merangkai kata-kata. Bahkan gombal bisa menceriakan suasana saat dilanda rasa jenuh bersama sahabat-sahabat tercinta.

Jadi, mari berlomba-lomba membuat gombalan-gombalan seru untuk melatih kreatifitas kita. Lumayan buat seru-seruan. Jangan mau ikut-ikutan melontarkan gombalan cetek. Yah…. sukur-sukur ada cewek yang nyangkut karena saking kreatifnya kita bikin gombalan. Itu mah rejeki namanya… hahahaha…. *tawa setan.

Tags:

 
-

Untuk Dyan

Posted by admin on Nov 18, 2009 in Uncategorized

921961986l

Sabar ya, deek…

Entah udah berapa kali sabar mah. Kenapa aku lahir dari rahim seorang wanita luarbiasa seperti Mama? Sehingga aku memiliki sifat yang persis sekali seperti Mama. Terlalu nurut. Terlalu nrimo. Meskipun hatinya sakit bagai dicabik-cabik dan jatuh dari ketinggian 200 kaki.

Tapi saya terlalu cengeng. Tidak seperti Mama. Air mata saya mudah sekali menetes. Saya gampang terharu. Mungkin banyak orang berpikir kalau saya terlalu nekat. Terlalu berani mengambil resiko. Tidak pernah takut apapun. Bahkan ketika sebuah Barreta 92 tepat diatas kepala sekalipun, saya tak gentir. Atau ketika saya berada di ketinggian 20 meter untuk melakukan bungee Jumping, atau mungkin saat saya tidak merasa ngeri ketika berada di tengah hutan  sendirian jam 2 pagi. Nggak ada yang tahu bahwa sebenarnya saya begitu cupu. Begitu mudah terharu. begitu sensitif bukan main jika sesuatu yang membahagiakan dan menyedihkan terjadi di depan mata saya.

Saya selalu menangis sendirian di dalam kamar saya yang sempit dan gelap. Menangisi diri sendiri. Pathetic. Menangisi hal-hal bodoh yang pernah saya lakukan. Menangisi betapa lemahnya saya dihadapan lelaki yang saya sayangi. Bahkan saya hanya terdiam ketika air mata saya tumpah karena menahan perih akibat cacian yang dia lontarkan. Akibat perlakuan kasar yang dia berikan.Bodoh. Tapi mama tenang saja. Hal itu nggak akan terulang lagi…

Sabar ya, dek…

Ya, Mah. Anakmu ini selalu ingat kata-katamu. Saya selalu berusaha sabar meskipun tak ada yang pernah perduli apa yang saya pikirkan dan rasakan. Tak perduli saya benci atau tidak, suka atau tidak, sakit atau tidak, capek atau tidak. Yang mereka tau hanya kepuasan dirinya sendiri. Segelintir Manusia.

Sabar ya, dek…

Lagi. Mama selalu berkata itu. Kata-kata mama itu memang dopping terbaik saya. Kekuatan terbesar saya. Rasa capek, sedih, takut, sakit, semua bisa hilang tanpa rasa. Saya tak perduli. Karena saya tahu apa kelanjutan dari kalimat Mama..

Sabar ya, dek… Semua pasti ada balasannya. Tuhan pasti punya rencana untuk kamu…

Tags:

 
-

My Home Sweet Home

Posted by admin on Nov 7, 2009 in Uncategorized

Semenjak pindah rumah dan ngekos sendiri dua tahun yang lalu, saya jarang sekali ketemu keluarga saya. Mungkin bisa sampai berbulan-bulan saya nggak bertemu mereka. Waktu yang bisa dibilang lama mengingat saya dan keluarga saya sama-sama tinggal di Jakarta (cuman di ujungnya). Tapi itu nggak membuat saya lantas putus komunikasi dengan mereka. Hampir setiap hari saya selalu berkomunikasi dengan mereka. Sampai suatu hari, saya merasa kalau ternyata sudah lama saya hidup sendiri. Mengurus diri saya sendiri.

“Mama…. lagi apa?”

Itu sapaan biasa saya setiap kali saya menelepon beliau untuk menanyakan keadaannya. Malam itu badan saya panas. Mungkin karena kecapekan bekerja dan pulang larut malam dari kantor. Entahlah. Tapi malam itu saya menangis mendengar suara Mama. Saya kangen dengan kebersamaan saya dan keluarga. Saya kangen pelukan Mama untuk menenangkan saya saat saya banyak masalah. Saya kangen keisengan kakak saya yang bisa membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Saya juga kangen tatapan sayang Papa saat ia kasihan melihat saya baru pulang dan kecapekan. Saya ingin semuanya kembali…

“Kamu sakit dek?” itu pertanyaan Mama malam itu.

“Dikit.” Itu jawaban paling ampuh buat saya. Padahal waktu itu saya gelap-gelapan, selimutan karena menggigil.

“Udah minum obat?” Mama seperti punya insting yang kuat banget.

“Udah tadi.”

God! I really miss her. Tapi saya percaya  bahwa suatu saat nanti kami pasti akan berkumpul lagi. Satu atap. Dimana saya akan jauh lebih bahagia dan tenang hidup bersama mereka. Mungkin saat ini adalah waktunya bagi saya untuk belajar lebih mandiri dan bekerja untuk bekal masa depan saya dan keluarga saya.

Untungnya kos-kosan saya sekarang sangat kekeluargaan. Jadi kadang bisa mengurangi rasa sedih saya karena kangen keluarga. Kalau anak kosan ada yang sakit, pasti yang lainnya heboh. Kita sering masak bareng, ngobrol bareng sampai larut, dan seru-seruan nyela pacar-pacar kita. Tapi nggak jarang juga kita rebutan kamar mandi, ngejahilin pembantu kosan, gila-gilaan bareng atau ngisengin cowok-cowok sok ganteng yang lewat di depan kosan kita hahaha… DASAR CEWEEK!!!

1_295670383l1_111949129l1_299736934l

Tags:

SuperbHosting.net provides affordable managed dedicated server solutions.
Bengaluru Property | Sioux Falls, South Dakota Cash Advance | Oklahoma City Cash Advance