0

Talk About Canting Cantiq

Posted by admin on Jan 25, 2012 in Uncategorized

Ini adalah video iseng-iseng yang dibuat oleh orang-orang iseng.Yess,percaya apa enggak, kami membuatnya dengan peralatan seadanya. Nggak ada kamera profesional, editing handal, ataupun script. Yang ada cuma sebuah handphone, ipod, laptop, dan camera digital. Dan hasilnya…hmmm… notbad lah yaw! *berusaha menghibur diri dan takut ditabokin ama yang lain*

But anyway, akibat keisengan kami ini, akhirnya semangat’45 untuk membuat video-video iseng lainnya. Dan apesnya, saya yang bagian disuruh jadi talent dadakan (-_-) *geleng-geleng kepala*. Percaya deh, kalian juga bisa bikin video dan film sendiri kok. Kemajuan teknologi membuat semuanya jadi mungkin… Try it!

 
0

Nama lo kepanjangan, Boo!

Posted by admin on Jan 25, 2012 in Uncategorized

Banyak orang yang bilang kalau saya nerd, aneh. Karena betah seharian berada di dalam kamar hanya untuk membaca, belajar, atau menghafal hal-hal yang nggak penting lainnya (kadang saking nggak pentingnya, hal-hal yang penting malah malas saya hafal ahaha). Saya bukan pembaca buku yang baik. Karena sering tiba-tiba ketiduran pas lagi baca. Makanya butuh berhari-hari kalau mau nyelesaiin membaca satu novel. Bahkan novel yang tipis sekalipun (Hah!Penulis macam apa kamu!!!). But anyway, saya termasuk orang yang menganggap bahwa kecerdasan lebih kece dari kepintaran. Ah, you know what I mean, galz!

img_0713

Kemarin saya sempat emosi ketika salah satu sahabat saya, cewek, cerita kalau dia baru saja diputusin pacarnya karena cowoknya menganggap bahwa dia ‘kurang ‘ pintar lantaran sahabat saya itu memilih untuk tidak melanjutkan kuliah karena dia lebih menyukai pendidikan non-formal yang menurutnya lebih bisa mengolah ketrampilannya. Itu pilihannya yang patut dihargai. Dan kenyataannya dia memang sangat sukses dengan pilihannya itu.

Kalian boleh menganggap saya terlalu feminis atau apapun. Dan bukan saya menganggap kalau pendidikan formal (kuliah) tidak terlalu penting untuk cewek, tapi saya akan emosi kalau ada orang yang menjatuhkan orang lain hanya karena tingkat pendidikan dan harta. Atau yang lebih parahnya terlalu pamer title seperti yang terjadi belakangan ini (you know lah;).

“Cewek yang mengambil pendidikan setinggi-tingginya dan jadi wanita karier, itu adalah HAK-nya bukan kewajiban. Kewajibannya ya mengurus keluarga dan mengurus suami. Pendidikan tinggi dan karier itu cuma BONUS buat suaminya sebenarnya. Dan pacar kamu seharusnya malu merendahkan kamu dengan masalah pendidikan cewek. Karena seharusnya dia yang berusaha meraih pendidikan setinggi-tingginya untuk bekal masa depan dia ketika berkeluarga. Masa iya dia nanti mau bergantung sama istrinya. Enak di dia nggak enak di kamu! ”

Itu kata-kata yang saya ucapkan pada sahabat saya dengan penuh emosi. Saya selalu semangat 45 kalau disuruh nyemangatin cowok-cowok biar bisa meraih pendidikan tinggi gimana pun caranya. Kakak saya salah satu korban saya hehe… emang faktanya sekarang, semakin tinggi pendidikan seseorang, maka dia akan semakin dihargai. Tapi intinya kan, titel itu memang nggak menjamin kehidupan jadi lebih baik. Tapi titel bisa membuat kita punya pilihan dan peluang yang lebih banyak. Semua tergantung dari orangnya masing-masing. Dan inget, belajar itu nggak ada batasnya, Genk!

nerd1

Percuma juga kalau titel di namanya panjang kayak kereta api tapi orangnya males-malesan dan gampang putus asa ya sampe bego nggak bakalan sukses. Beda banget sama orang yang nggak punya titel tapi dia pekerja keras dan pantang menyerah. Dia pasti akan lebih sukses. Tapi paling gokil kalau berjalan seimbang. Titel panjang, semangat oke, dan nggak gampang nyerah. Asal jangan justru kebalikannya hahaha….

Saya sangat appreciate dan salut sama orang yang berhasil meraih pendidikan tinggi. Karena emang meraih pendidikan tinggi nggak segampang ngomong. Ada banyak faktor yang bikin itu semua nggak bisa diraih. Salah satunya ya masalah biaya pastinya. Tapi selama ada kemauan, semuanya pasti bisa terlaksana. Bisa dengan kerja part-time (seperti yang dilakukan sepupu saya. Dan seriously dia bisa lulus sarjana dari hasil kerja part-timenya ini) atau mencari beasiswa dimana-mana.

Setahu saya, kalau di Amerika ada yang namanya sistem pinjaman untuk mahasiswa. Dimana mahasiswa itu meminjam dana untuk biaya kuliah pada kampus mereka yang sudah kontrak dengan sebuah perusahaan tempat mahasiswa itu bekerja. Jadi setiap kali mahasiswa itu dapat gaji, akan langsung dipotong untuk melunasi pinjaman mereka. Sebenernya sistem ini bisa bikin mahasiswa jadi mandiri dan belajar kerja keras. Tapi nggak tau kenapa sistem ini jarang banget di negara kita. Takut pada ngabur kali ye…haha…

So, menurut kalian titel di nama itu penting nggak, sih? Mungkin kutipan ini bisa jadi jawabannya.
“Kalau titel professor di nama saya diambil, saya juga nggak apa-apa. Karena ilmunya kan ada di otak, bukan di titel.” – B.J Habibie

Tags: ,

 
0

God Save The Punk

Posted by admin on Jan 22, 2012 in Uncategorized

20120123-020325.jpg

Tshirt yang saya pakai dalam foto ini bertuliskan GOD SAVE THE QUEEN, salah satu judul lagu band punk legendaris Sex Pistols. Yaps, beberapa pekan yang lalu saya membaca sebuah berita di internet mengenai penangkapan dan penggundulan anak-anak punk di Aceh oleh polisi syr. Saya sengaja nulis topik ini di blog supaya mungkin bisa dijadikan satu pandangan baru buat kalian. Ini cuma sebatas pendapat dari kacamata saya lho… Jadi kalau ada yang berbeda pendapat dengan saya ya monggo aja hehe…

Terus terang saya kaget banget dengan penangkapan dan penggundulan anak2 punk di Aceh itu.Kenapa?karena mereka ditangkap dengan alasan yang menurut saya agak aneh bin ajaib: Karena mereka BEDA… <—what the hell???beda? Ingatkah kalian dengan Bhineka Tunggal Ika?Pantesan aja nilai toleransi kurang banget di negara kita ini.Lha wong, masih ada yang nggak bisa menerima perbedaan.

Menurut berita yang saya baca, penangkapan itu terjadi ketika mereka selesai nonton konser. Hey,saya juga suka nonton acara musik punk.Kalo misalnya saat itu saya nonton,berarti saya juga ikutan ditangkep dong?HeekK! Apakah saat ini nonton konser termasuk kriminalitas? *mikir sambil megang2 janggut

Alasan mereka lainnya adalah karena anak-anak punk sering malak,mabok,dan semua yg negatif. Oke, misalkan ada kasus pencurian dan kebetulan pencurinya adalah siswa sebuah SMU.Trus apa kita bisa langsung men-judge kalo SMU itu pencuri semua?haha…*ngakak sampai guling2.

Apa karena penampilan anak2 punk dengan atribut rantai, rambut mohawk, celana ketat dan piercing adalah alasan orang2 menyamaratakan mereka negatif?Weiits,trus apa kabarnya penipu dan koruptor yang ngabisin uang rakyat dimana justru dilakukan oleh oknum berdasi dan berjas?

Saya memang bukan orang memahami soal budaya punk. Meskipun saya juga penikmat musik Bunga Hitam, Rancid, SID, Sex Pistols,dll. Tapi beberapa teman saya ada yang memang punk jalanan dan mereka asik2 aja. Bahkan berteman baik dengan saya. Kami saling menghargai.Saya respect terhadap hidup yang mereka pilih, dan mereka juga respect terhadap saya. Buat mereka jalanan adalah kehidupan tempat mereka belajar,bersahabat, dan menyuarakan kebebasan. Yeah, masing2 orang punya cara belajar yg beda2 khan? Dan satu hal yang saya salut dari mereka adalah mereka nggak pernah lari dari masalah.Setiap ada masalah selalu dihadepin sampai beres.Beda banget sama orang2 kebanyakan yg doyan lari dari masalah.Cupu!

Beberapa sumber yang saya baca menerangkan kalau street punk muncul di Inggris pada tahun 1980-an, Pada zaman itu, pabrik-pabrik menutup lowongan pekerja bahkan memecat banyak karyawannya dengan alasan efesiensi, masyarakat kelas pekerja menggunakan jalanan sebagai tempat mencari nafkah, membuat jejaring-kerja, serta aksi protes yang diselingi karnaval dan musik. Inilah awalnya punk jalanan.

Oiya, saya jadi ingat sebuah peristiwa yang pernah saya lihat di dalam bus trans jakarta. Dan ini mungkin bisa merubah image anak punk yang negatif selama ini. Jadi waktu itu saya sedang menunggu bus di shelter.Saya melihat seorang cowok dengan rambut mohawk, celana ketat dan piercing, ikut menunggu. Ketika ia duduk di dalam bus, nggak ada satu orang pun yang berani duduk deket dia karena penampilannya.Saya yang kebetulan saat itu terlanjur duduk di kursi lain hanya jadi penonton ketika seorang wanita ragu untuk duduk di sebelah cowok itu. Dan…. cowok punk itu melihat ke wanita tadi sambil ngomong,”Mbak, nggak usah takut sama saya. Saya bukan orang jahat.” akhirnya si wanita tadi duduk di sebelahnya.

Sepanjang perjalanan, cowok itu ngomong panjang lebar tentang punk.Salah satunya yang saya dengar dia ngomong, “Saya memang nyamannya penampilan kayak gini, mbak. Sebenernya kami bukan orang jahat.Cuma kebanyakan orang bawaannya curiga aja.” Dan amazing, cowok itu berhasil membuat banyak orang dalam bus trans mendekat ke arahnya dan mulai bertanya2 soal budaya punk.Dan orang itu menjawab dengan santai.Terjadilah diskusi yg asik selama perjalanan.

See…intinya adalah don’t judge the book by its cover. Belajarlah untuk menghargai perbedaan.Bukankah hidup bakalan nggak monoton kalau berwarna-warni?

Tags:

 
0

We are the Strange

Posted by admin on Dec 28, 2011 in Uncategorized

Dulu teman kuliah saya pernah ada yang bilang kalau ada beberapa bagian dari diri saya yang mirip sama tokoh kartun Emily The Strange. Saya sih santai-santai aja. Lagian, saya merasa nyaman kok dengan menjadi diri sendiri.Terserah orang mau bilang saya mirip siapa..
But anyway, kemarin saya iseng mengumpulkan barang-barang Emily The Strange milik saya yang berceceran entah kemana. Kebetulan lagi beres-beres kamar. Jadinya ya sekalian aja.
Dan… Nggak disangka-sangka, ini adalah barang-barang Emily The Strange yang berhasil saya temukan. Memang sih, ini belum semuanya gara-gara banyak banget yang ilang atau terselip entah di dunia mana. Tapi lumayan laah….

20111228-192818.jpg

Tags: ,

 
0

Mereka memanggil Eyang Kung, Pak Gie

Posted by admin on Dec 5, 2011 in Uncategorized

20111205-145139.jpg

Sebenarnya saya mau menuliskan cerita ini tepat tanggal 03 Desember kemarin. Karena tanggal itu adalah tanggal ulang tahun Eyang Kung, almarhum kakek saya yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Tapi karena banyak kegiatan yang nggak bisa ditunda, jadilah saya menuliskannya hari ini. At least niat saya untuk bercerita kepada kalian mengenai eyang kung saya itu berhasil terpenuhi :D

Namanya Achmad Soegianto. Kami cucu-cucunya biasa memanggilnya dengan Eyang Kung. Pria berperawakan tinggi tegap dengan wajah keras, judes dan berwibawa.

Diantara semua cucunya, mungkin saya yang paling biasa-biasa saja. Prestasi akademik biasa-biasa saja, fisik yang biasa-biasa saja, dan semua yang sangat BIASA dibandingkan dengan cucu eyang lainnya. Tapi… Satu hal yang paling saya ingat,dan nggak akan terlupakan seumur hidup saya, eyang kung sangat sayang dan bangga pada saya. Dia tak pernah membeda-bedakan saya dengan cucu-cucunya yang lain. Bahkan menunjukan raport yang penuh dengan tinta merah kebakaran pun, Eyang tetap memberi semangat pada saya (Saya memang tidak sepintar sepupu-sepupu saya yang lain)dan memberikan hadiah. Tapi percaya atau tidak, sosok dialah yang justru membuat saya termotivasi untuk selalu maju.

Eyang sering sekali menanyakan cita-cita saya. Tapi saya tak pernah ingat apa jawaban saya waktu itu karena saking kebanyakan cita-cita.Yang selalu saya ingat, Eyang Kung selalu berusaha hadir setiap kali saya nyanyi (Heeekkk! Kaget kan,kalo dulu saya penyanyi:)). Bahkan ketika saya tampil di luar kota.Eyang akan hadir menonton saya di barisan paling depan dan kadang menginap di hotel depan2an dengan hotel tempat saya menginap. Eyang juga yang suka memuji gambar saya disaat tidak ada satu orangpun yang memuji (Bahkan saya pun tidak:p)

Eyang Kung adalah marketer handal yang doyan jalan-jalan dari satu kota ke kota lain. Semua orang mengakuinya. Padahal kata papa,ia hanyalah lulusan SMU.Tapi ia pekerja keras yang tak mudah menyerah.Strategi-strategi marketing yang ada di kepalanya selalu mampu menciptakan terobosan baru. Nggak heran, kariernya cepat menanjak.Hingga ia berhasil menduduki jabatan tertinggi di kantornya. Salah satu perusahaan asuransi terbesar pada waktu itu.

Oiya,kata papa, Eyang Kung sempat hilang beberapa tahun.Diculik oleh pemberontak yang paling dicari saat itu.Tapi bukan karena Eyang bersalah,melainkan….SALAH CULIK ORANG (hekkk!!). Tapi pengalaman tinggal di hutan bersama kaum pemberontak itu menghasilkan cerita tersendiri buat Eyang.Ketika menyadari kalau mereka salah tangkap orang,Eyang malahan disuruh mengajar asuransi (sumpah!gw gak bohong.Ini asli cerita dari bokap gw).Efeknya ketika Eyang Kung kembali ke keluarga, satu hal yang beliau tekankan adalah, “Jangan takut sama setan!Saya tinggal bertahun-tahun di hutan nggak pernah ketemu tuh sama yang namanya Setan!”

Eyang kung sangat menyayangi keluarganya.Gaji yang ia peroleh sebagian besar ia tabung untuk bekal anak-anak dan cucu-cucunya nanti.Investasi jangka panjang. Ia tak pernah pelit kalau masalah uang. Saya dan cucu-cucunya yang lain juga sering kecipratan hehe….

Eyang Kung nggak pernah membedakan orang.Semua orang ia sapa,semua orang ia kenal,semua orang ia perlakukan dengan sama.Dan akhirnya ia pun mendapatkan timbal baiknya. Pernah satu ketika Eyang mengajak saya ke Solo.Dan amazing banget, dari tukang becak, tukang parkir,karyawan restaurant,OB hotel, semua kenal dengannya. Hal ter-’dalem’ yang terjadi adalah ketika Eyang jatuh sakit di Jakarta, seorang pria paruh baya datang bersama istrinya ke rumah Eyang. Dan ternyata, dia adalah Tukang becak langganan Eyang Kung di Solo.Dia sengaja datang ke jakarta mencari eyang karena sudah lama eyang nggak datang ke Solo… :((

Ya, kondisi Eyang menurun drastis ketika dokter memvonis beliau kena diabetes dan dia harus menjalani diet ketat yang sangat menyiksa (Well,eyang kung adalah penikmat makanan.Paling doyan wisata kuliner:). Saat inilah sering terjadi hal-hal ‘ajaib’ yang dilakukan oleh Eyang Kung demi melanggar diet ketatnya itu (haha..). Eyang paling sering muncul tiba-tiba di rumah saya dan dengan happy memberikan saya uang untuk membeli makanan apapun yang saya suka. Karena dia kepingin ikut makan juga. Sisa uangnya sudah pasti buat saya ;p.Padahal eyang uti (nenek saya) di rumah, kebingungan mencari dia. Jarak rumah saya dan Eyang waktu itu emang nggak terlalu jauh.Saya tinggal di Cipete, sementara Eyang di Pondok Indah. Biasanya kalau nggak diantar supir,Eyang Kung jalan kaki dengan topi pet andalannya dan tongkat (untuk ngusir anjing katanya). Lama-lama Eyang Uti udah terbiasa kalau Eyang Kung ilang.Karena pasti lagi di rumah saya.Dan siap-siap diet gagal sepulangnya dari sana :))

Taktik Eyang kung untuk merusak diet ketatnya ada lagi. Beliau akan dengan senang hati memberikan kami,cucu-cucunya uang saku kalau kami kepingin pergi ke PIM.Tapi dengan bisikan di ujungnya, “Oleh-olehin Eyang Kung Wendy’s yah..” ahahaha…
Atau pernah juga beliau bikin geger keluarga besar lantaran hilang pagi-pagi tanpa jejak.Semua orang nyari, semua orang panik, and guess what? Papa menemukan Eyang Kung sedang memakan Big Mac di Mc.D (hahaha…good)

But anyway, banyak hal yang saya kagumi dari sosok Eyang Kung. Pribadi yang sangat luar biasa menurut saya. Ia terkenal sangat dekat dengan karyawannya tanpa membedakan jabatan. Ada satu hal yang diingat oleh salah satu karyawan beliau. “Pak Gie selalu mengajak karyawannya makan di restaurant yang menurutnya enak. Dia nggak akan membiarkan kami memesan.Tapi ia akan memesan semua menu yang ada dan menuangkan di piring kami semua menu dengan porsi sedikit-sedikit. Jadi semua karyawan bisa merasakan semua masakan yang ada. Adil. Baru ketika selesai, beliau akan menanyakan komentar kami, ‘gimana?yang paling enak yang mana?’”

Dear Eyang Kung, terima kasih karena telah menjadi sumber inspirasi buat cucumu yang biasa-biasa saja ini. Semoga Eyang bahagia disana….I love you with all my heart-Dyan

Tags:

SuperbHosting.net provides affordable managed dedicated server solutions.
Bengaluru Property | Sioux Falls, South Dakota Cash Advance | Oklahoma City Cash Advance