Actually, I Hate Farewell

Dear people, maaf banget kalau saya sempat meninggalkan blog ini selama berbulan-bulan. Sebenarnya banyak banget yang ingin saya ceritakan ke kalian. Semuanya menumpuk di kepala seperti sampah di bak yang selama tiga bulan belum sempat diambil tukang sampah. Lagi-lagi mirip kayak sampah, kalo nggak sempet dibersihin ya bakalan berlalat, atau nongol uget-uget. Hiiiii….Hueeek!
But anyway, hari ini saya mau membayar utang-utang saya selama tiga bulan ini untuk nulis blog. Yiiiipiiiee….Thanks buat kalian yang sudi datang dan membacanya…Enjoy!
Bulan Juli lalu sebuah pengumuman membuat saya shock sekaligus gemeteran. Bahagia dan sedih bercampur jadi satu tanpa saya tahu lebih dominan yang mana. Jangankan saya, Mama-Papa aja sampai heran kenapa hal itu bisa kejadian ahahaha… Yup,bukan sulap bukan sihir,saya berhasil kuliah lagi. S2 komunikasi. Cita-cita saya yang tadinya menurut orang tua saya nggak bakalan mungkin saya jalani melihat kelakuan saya yang sangat asal-asalan dan cuek banget (FYI,orang tua saya selalu berpikir kalau saya gila kerja. Jadi menurut mereka agak ajaib kalo saya masih memikirkan pendidikan. Surpriseee!!!!). Diam-diam saya ikut tes masuk S2 UI dan saya diterima. Alhamdulillah….
Disatu sisi memang saya senang mendapat surprise itu. Tapi disisi lain, saya juga harus mengambil sebuah keputusan yang sangat berat saat itu.
p8110035p8110024p8110026

As you know, sudah hampir 2 tahun saya bekerja di sebuah agency yang lebih tepat dibilang EO daripada advertising agency. Karena waktu perkuliahan yang tidak memungkinkan kalau diberengi dengan bekerja di kantor tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk resign alias mengundurkan diri. Percaya deh, ini bukan sesuatu yang mudah untuk saya. Tapi seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, ini adalah hal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk hidup lain, yaitu kemampuan mereka untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik.
Keputusan ini sangat mendadak untuk saya. Hanya ada sisa waktu selama 2 minggu sebelum saya betul-betul meninggalkan kantor itu.
So, saya mencoba merewind semuanya satu persatu. Saya teringat ketika pertama kali saya menginjakan kaki di kantor itu. Seperti seorang bayi yang baru lahir, saya ‘buta’ soal event. Selama ini kalau dateng event-event dimana-mana, saya hanya jadi seorang penikmat yang bisanya hanya protes, mengkritik tanpa perduli dengan para panitia yang udah jungkir balik berupaya agar acara berjalan lancar. Selama ini menjadi panitia sebuah acara memang sudah sering saya lakukan. Tapi tidak secara professional. Lagian juga biasanya saya jadi bagian creative atau dekorasi. Paling sering malah jadi MC atau moderator. Bukannya jadi AE yang pekerjaannya bikin proposal dan berhubungan dengan klien. Ini dunia baru untuk saya. Dan saya sangat menggilai sesuatu yang baru untuk saya. Menikmati saat-saat dimana saya jadi kacung,jadi crew, dimarah-marahin,disalah-salahin,belajar untuk jadi lebih baik dan baik lagi hingga akhirnya menjadi terbiasa. Yups, selalu ada saat yang pertama, kan? Buat saya, kalau mau sukses ya musti merasakan gagal dulu. Tapi kalo nggak pernah dicoba karena takut gagal, ya seumur-umur nggak bakalan pernah punya kesempatan untuk sukses. Life’s learning process guys!
Di kantor ini saya mengenal orang-orang luar biasa yang mungkin nggak bisa saya sebutkan semuanya disini. Tapi jelas mereka mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan saya. Suhu, kepala suku, kakak, serta guru yang selalu saya kagumi karena pemikirannya yang brilian dan mirip kamus berjalan, Oom T. Role model saya, mami S, wanita kuat yang punya hati dan kesabaran diatas rata-rata. Yang selalu datang ke meja kantor dengan tawa khasnya, membuat saya selalu berusaha untuk tidak mengecewakannya.Meskipun kenyataannya lebih sering saya mengecewakannya. So sorry.. mami ?. Oom H, yang entah kenapa selalu membuat situasi hectic di kantor menjadi adem kembali setiap kali dia mencomot makanan yang biasa ada di meja kami sambil sesekali mengeluarkan banyolan. Y, brother yang mengajari saya bagaimana membuat proposal dan teman diskusi yang menyenangkan. Membuat saya belajar berpikir jernih tentang banyak hal. Oom LJA, kakak, sahabat, serta teman curhat yang oke banget saat saya tidak bisa mengontrol diri. Bahkan dengan ajaibnya biasa membuat hati saya jauh lebih baik jika bersama mereka. T, si besar yang baik hati yang sering kali saya peluk ketika saya merasa butuh ketenangan dan perlindungan. A, teman yang sangat lucu dan menyenangkan yang selalu menemani saya dengan mulut yang tak pernah berhenti mengunyah (kecuali pas puasa :P). F, si adik babi yang sangat perhatian dan polos. D, pelari cilik, belum lama kenal tapi sudah membuat saya selalu tertawa ketika melihat dia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat setiap mendengar saya berbicara ahahaha…. As, seharusnya kita punya lebih banyak waktu untuk saling kenal lebih jauh ya, chayaang. Tapi As adalah si kecil lucu karena selalu mengeluarkan pertanyaan yang ajaib dan membuat kita tertawa. Trio Libels, Oom D,I,R, kakak yang penuh perhatian. Selalu membuat suasana ceria karena lawakan2 dan musik orkes yang disetel untuk bikin hati adem. Entah kenapa membuat saya merasa lebih gendut setiap kali keluar kota bareng mereka. Makan teruuussss! Yiiipiieee….
Pasangan E dan T, bahan keisengan kita kalo lagi bête. Jiiieeeh….
Tuls, abang yang punya suara emas,selalu menjadi teman yang asik untuk bernyanyi sambil main gitar. Dan saya selalu semangat untuk memegang kecrekan nista. Tuls nggak lengkap tanpa bols, partner yang sangat asik dalam hal mengakal2i huahaha…. Inget tiap kali event bareng selalu ada hal-hal lucu yang terjadi. R, oom2 yang selalu mirip kayak anak pejabat mau main golf setiap event karena memakai celana pendek. Tapi selalu dengan sabarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang kadang menyulitkan ahahha (maap ya, Oom…). Menck, best friend dan teman kerja yang seru abis. Jadi inget waktu kita MC bareng,kayaknya kita cocok jadi penyiar idola kaula mude hahaha… L,yang selalu identik dengan sebuah merek semir sepatu yang saking membuminya sampai-sampai hampir saja kulit tubuhnya mirip(piss) adalah orang yang selalu membuat kita ngakak karena ucapan2nya yang ruaaaar biasa! Mmto, my big Gloria,yang konyol, baik hati, Rambo tapi berhati Rinto huahaha…. Oom Bwk, teman cerita yang menyenangkan yang entah kenapa selalu santai di segala situasi. Dan untuk semua yang nggak bisa disebutkan satu-satu saking buanyaknyaaa…. Thanks, atas segala cerita, pelajaran, dan kenangan yang berharga banget selama saya berada di sana. Thanks juga udah kasih kesempatan saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar kalian. I love you sooo much guys… Mmmuuuaaacchh…….

NB: Thanks buat kenang2an jaket beserta isinya yang menakjubkan itu ya….ahahaha…. termasuk acara cebur-ceburannya. Sial!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *