I’m happy and I know it

Setiap orang punya cara masing-masing untuk membuat dirinya lebih bahagia. Buat saya, tempat yang dapat membuat saya bahagia adalah dimana orang-orang yang saya sayangi ada bersama saya. Kebahagiaan timbul karena kenyamanan. Saya pun tahu kapan saya akan merasa nyaman. Saya nyaman ketika saya selesai shalat, ketika seseorang yang saya cintai memeluk saya atau ketika saya duduk di depan laptop dengan secangkir kopi hangat di udara dingin. Buat saya itu adalah kenyamanan. Dan saya bahagia.

Semua makhluk hidup berhak memperoleh kebahagiaan. Saya bersyukur karena saya diciptkan sebagai manusia yang memiliki kekuatan untuk dapat membuat nyaman makhluk hidup lain hanya dengan belaian kedua tangan saya. Manusia berhak untuk bahagia. Hanya terkadang mereka tidak ingin bahagia. Kenapa saya bilang seperti itu? Sebagian orang merasa lebih nyaman kalau dia sanggup berkeluh-kesah tentang segala permasalahannya dengan orang lain. Mungkin untuk suatu alasan hal itu dapat membuat mereka lebih tenang. Tapi kalau kelamaan, itu tandanya mereka lebih suka menyiksa dirinya sendiri karena terus-menerus mengingat hal-hal buruk yang terjadi.

Saya percaya kalau alam akan membawa dampak atas apa yang kita yakini.  Seperti halnya kebahagiaan diri. Kalau kita mengalami hal buruk, pikirkanlah hal yang dapat membuat kita merasa bahagia. Karena dengan begitu, percaya atau tidak, alam akan menarik sinyal kebahagiaan dalam diri kita dan merubah hal buruk yang kita alami menjadi hal yang membahagiakan.
Saya punya seorang sahabat yang sangat berjasa terhadap hidup saya sehingga saya menganggap sosoknya merupakan seorang guru bahkan orang tua bagi saya . Dia menderita kanker. Bahkan berkali-kali ia bolak-balik Jakarta-Singapore untuk chemotherapy. Saya mulai jarang sekali bertemu dengan beliau. Tapi sekalinya  saya bertemu dengannya, dia masih sama seperti  dulu sebelum dia dinyatakan menderita kanker. Dia terlihat sangat sehat. Bahkan dia tidak sungkan-sungkan meceritakan hal-hal lucu tentang saat ia menjalani chemotherapy termasuk memamerkan rambut palsu yang ia kenakan. Dari beliau saya melihat makna hidup yang sesungguhnya. Semangatnya untuk tetap hidup, semangatnya untuk tetap sehat, dan semangatnya untuk tetap bahagia. Dia selalu melihat semuanya dari sisi yang lebih positif sehingga membuatnya untuk senantiasa bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepadanya. And guess what? Dia dinyatakan sembuh total dari penyakitnya. Dari beliau saya belajar tentang hidup. Setiap bangun pagi saya selalu berkata dalam diri saya, “Terima Kasih Tuhan, Saya bahagia… dan saya tau itu!”




Comments are Closed