Jodoh.Mungkin atau Yakin?

Postingan kali ini saya tulis sambil menyeruput cappucino hangat di 711. Pengen posting karena terkontaminasi dengan seseorang yang menurut saya punya otak encer lantaran rajin menulis blog.Dan ajaibnya dia punya gaya penulisan yang bagus menurut saya.Walau kadang tulisannya itu sangat absurd dan hanya Tuhan dan dia yang mengerti..haha!

Kali ini saya mau ngomongin masalah jodoh.Bukan cuma jodoh dalam hal pasangan hidup. Tapi jodoh dalam hal apapun. Bisa pertemanan, pasangan hidup, pekerjaan, dan lain sebagainya. Menurut saya jodoh itu adalah sesuatu yang nggak bisa diprediksi samasekali. Karena kita cuma bisa bilang, “Hhmmm… Mungkin dia jodoh saya” dan itu yang sering saya lakukan.Saya pikir saya benar.Nggak taunya saya Tolol! Perkiraan jodoh saya selama ini selalu meleset.Pacar yang tadinya bikin saya bahagia ternyata menyakiti,teman yang tadinya sahabat ternyata mengkhianati, atau pekerjaan yang saya pikir bisa mengisi hari tua saya ternyata hanya bertahan seumur jagung. See… Nggak usah muluk-muluk.Penggunaan kata ‘MUNGKIN’ saja udah salah total.Hey,tau nggak kalau kata itu dilarang diucapkan dalam sebuah persidangan karena dianggap nggak bisa dipertanggung jawabkan?so,itu tandanya memang nggak ada diantara kita manusia yang bisa menebak siapa dan apa jodoh kita.

Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang ternyata oh ternyata…kenal dengan orang-orang di masa lalu saya.Dia yang membuat saya berpikir sesuatu. Well, kebayang nggak sih kalau misalnya ternyata dulu kami pernah bertemu,bahkan tahu, bahkan duduk bersebelahan, atau bahkan saling menyapa degan sebutan ‘eh’ hanya untuk sekedar basa-basi karena lingkup pertemanan yang sama?Tapi pada saat itu kami belum berkenalan.

Dan…setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya kami bertemu dan berkenalan secara resmi.Dia tahu banyak hal tentang lingkungan saya yang setelah ditelusuri kami berada di lingkungan yang sama pada jaman dulu.

Menurut saya, itu termasuk jodoh. Saya berjodoh dengan dia. Kenapa kami nggak bertemu puluhan tahun yang lalu padahal berada di lingkungan yang sama?Lalu kenapa kami baru berkenalan sekarang ini dimana lingkungan saya dan dia sudah berbeda tongkrongan? Padahal ‘mungkin’ kesempatan berkenalan yang jauh lebih besar justru ada di masa lalu?
Saya jadi ingat ungkapan klise, “kalo jodoh nggak akan kemana” yaps, bayak rahasia Tuhan yang nggak bisa diprediksi manusia.Ibarat novel,alurnya nggak bisa ditebak.Kenapa saya nggak berkenalan dengan dia waktu itu? Saya nggak tau jawabannya.Tapi saya yakin kalau Tuhan punya ribuan jawaban keren untuk menjawabnya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *