December, 2009

now browsing by month

 

Quotes of the day:

“Everything is backwards now, like out there is the true world and in here is the dream” jake sully *Avatar movie

Cukup gitar, kopi dan kita bernyanyiii….

0wpid-kopi-tubruk

Drugs, ganja, alkohol dan rokok bukan barang baru buat saya. Eiiiittss jangan salah sangka dulu. Saya tidak mencoba apalagi mengkonsumsi keempatnya dan tidak pernah mau untuk mencobanya! Dari dulu saya memiliki prinsip sendiri untuk masalah itu. Saya tidak mencoba bukan karena larangan untuk mencoba. Tapi karena memang saya yang tidak ingin mencobanya. Karena saya tahu benda-benda tersebut bisa merusak hidup saya.

Tapi tak saya pungkiri kalau di lingkungan saya, beberapa teman ada yang menggunakan  benda-benda itu. Ironis memang. Tapi biarlah. Itu pilihan mereka. Toh selama ini mereka sangat menghormati saya yang memang dari awal kenal sudah diklaim bersih dari benda-benda SETAN itu. Saya pun tak henti-hentinya menasehati mereka agar segera meninggalkan benda SETAN tersebut. Saya tak pernah merasa takut dengan mereka. Apalagi menghindari. Entah mengapa justru saya amat sangat dekat dengan mereka. Bahkan sampai detik dimana mereka memutuskan untuk berhenti dari benda-benda keparat itu.  Thanks GOD!

“Gue kan nggak mau temen-temen gue kelamaan tolol. Gue juga nggak mau elo semua cepet koi’t. Mendingan juga ngopi sambil gitaran.”

Itulah kata-kata saya waktu itu. Kata-kata yang menurut mereka terdengar polos tapi sanggup membuat mereka menyadari kalau saya menyayangi mereka. Lepas dari hal-hal negatif yang mereka lakukan, ada banyak hal positif yang bisa saya acungkan dua jempol untuk mereka. Mungkin rasa setia kawan, rasa solidaritas, toleransi dan cara mereka menghormati wanita yang membuat saya merasa betah berteman dengan mereka. Percaya atau tidak, tidak ada satupun dari teman-teman saya itu yang pernah berkata kasar pada wanita atau menyakiti wanita. Mereka tak pernah membiarkan saya pulang kerumah sendirian, menemani saya seharian jika saya sedang sedih, patungan hanya untuk memberikan saya sebuah hadiah, mengantarkan makanan dan obat ketika saya sakit, dan banyak hal yang membuat saya selalu berdoa agar mereka mendapatkan jodoh yang baik hatinya. Mereka tak pernah membiarkan saya merasa kesepian atau sedih.

Mungkin mereka salah satu dari teman-teman terbaik saya. Teman terbaik? Yups! Dari semua teman-teman yang saya miliki, mereka adalah teman-teman yang selalu bisa menghibur saya dengan celetukan-celetukan khas mereka, menemani saya di  hari yang membosankan dengan segelas kopi dan sebuah gitar di tangan. Kami biasa bernyanyi memecah keheningan hari sambil sesekali menceritakan hal pribadi masing-masing. Banyak orang yang menganggap kalau refreshing harus ke cafe, clubbing, atau jalan-jalan ke luar negeri. Tapi buat kami sebuah gitar dan segelas kopi saja sudah cukup membuat hati kami riang gembira…hahaha…

Setelah lulus kuliah dan  bekerja, saya tak pernah lagi bertemu dengan mereka. Entah seperti apa mereka saat ini. Hingga suatu hari dengan isengnya saya mampir ke tempat kami biasa berkumpul. And you know what??? Mereka masih disana.  Lengkap. Sama seperti dahulu. Tidak berubah sama sekali.  Wajah yang tersenyum, sebuah gitar di tangan, sebatang rokok, dan tak ketinggalan secangkir kopi yang masih berasap.

“Woy Chie! Kemana aja?? Sini…. Ayo kita ngopi sambil gitaran!!!”

Proud to be yourself

dsc0012j

“Lo sekarang fitnes, Le?”

“Iya nih. Gara-gara kemarin nonton film New Moon sama cewek gue, dia jadi nyuruh gue fitnes biar badan gue bisa kayak si Jacob.”

Saya hanya tertawa mendengar ucapan teman saya itu. Padahal dalam hati saya heran juga. Masalahnya teman saya itu termasuk orang yang males olahraga. Apalagi ikut fitnes!  Masa bisa-bisanya dia ikutan fitnes cuma gara-gara impian pacarnya yang menginginkan punya pacar bertubuh six pack kayak si Jacob di film New Moon itu. Fitnes kan buat badan sehat.  Yah, gak apa-apalah setidaknya tubuhnya jadi bisa lebih sehat dengan dia ikutan fitnes. Sukur-sukur bisa beneran jadi kayak Jacob. Cuma agak susah juga membayangkan tubuh pendek-kecil-kurus kerempengnya berubah menjadi berotot-sixpack seperti Jacob. Tidaaaak…. *piss le 😛

Sebenernya sah-sah saja kalau kita kepingin punya fisik yang lebih oke selama nggak terlalu berlebihan dan membuat kita sakit-sakitan. Tapi emang segitu pentingnya ya punya pacar bertubuh sixpack seperti Vin Diesel, berwajah seperti Brad Pitt atau berbody sexy kayak Angelina Jolie? Buat  apa kalau secara fisik indah dilihat tapi hatinya busuk? Buat apa juga punya perut six pack dan punya body gitar tapi nggak punya otak? Guys, you have to proud to be yourself!

Manusia kan emang diciptakan dengan betuk fisik yang beda-beda. Tapi semuanya punya keunikan dan kelebihan masing-masing. Sebenernya nggak perlu minder kalau kalian nggak punya tubuh sekeren Vin Diesel atau se-sexy Angelina Jolie atau nggak punya kulit putih mulus kayak model-model Victoria Secret. Yang penting itu bagaimana kita bisa menghargai diri kita untuk jadi orang yang lebih baik. Bagaimana memelihara apa yang udah dikasih Tuhan buat kita.

Dulu saya minder banget karena tubuh saya pendek kecil kayak anak kurang gizi. Segala bentuk aktivitas yang konon katanya bisa meningkatkan berat dan tinggi badan sudah pernah saya lakukan. Dan hasilnya…nihil! Tapi well, pada akhirnya saya mulai menyadari bahwa sebenarnya bukan tubuh saya yang harus saya rubah. Tapi pola pikir saya. Nggak apa-apa punya badan kecil pendek, yang penting sehat. Diluar sana banyak kok orang yang sakit-sakitan karena mati-matian diet. Seharusnya saya bersyukur dengan diri saya sendiri. Nggak seharusnya saya minder.

Saya juga muak dengan iklan-iklan pemutih kulit yang sering digembar-gemborkan di televisi. Seakan-akan wanita yang berkulit putih akan sukses dibidang apapun  dibandingkan dengan wanita berkulit cokelat. What the hell…!!! Apa mereka nggak kenal siapa itu Oprah Winfrey? Apa mereka nggak tau siapa itu Halle Berry, Naomi Campbell?

Saya teringat sewaktu saya mengobrol dengan teman saya yang berasal dari Amerika. Dia bilang begini, “Saya ngiri dengan kamu dan kalian orang Asia. Kalian memiliki tubuh yang kecil dan kulit kecokelatan yang indah. Di negara kami, kami terlalu banyak memakan junkfood sehingga tubuh kami membengkak seperti raksasa. Kami juga bersusah payah untuk mendapatkan kulit kecokelatan. Kulit kami terlalu pucat dan sensitif.”  see? memang ternyata manusia nggak pernah puas, ya? Selalu melihat orang lain lebih baik dari dirinya. Guys, manusia itu dinilai bukan hanya dari seberapa sixpacknya perut kamu, seberapa sexynya badan kamu, seberapa putihnya kulit kamu. Tapi banyak hal lain yang jauh lebiiiih berharga dibandingkan masalah fisik.  Kepintaran kamu misalnya, kebaikkan hati kamu, kejujuran kamu, dan banyak hal lainnya. Sekali lagi, you have to proud to be yourself…

Dan pada akhirnya saya berkata pada teman saya,

“Jacob belum tentu bisa gambar sebagus elo, Le. Vin Diesel belum tentu bisa bikin lagu sebagus elo, dan Brad Pitt belum tentu punya otak brilian seperti elo. Mungkin gue jauh lebih bangga berteman dengan elo dibandingkan dengan mereka. Dan gue yakin, dalam hati kecilnya, cewek lo pasti bangga banget bisa jadi pacar lo tanpa lo harus ikutan fitness sekalipun…hahaha….”