<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Dyan Nuranindya</title>
	<atom:link href="http://dyannuranindya.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dyannuranindya.com</link>
	<description>Official Website</description>
	<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 14:56:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Saya dan Kamera</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=719</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=719#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 18:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[
Saya menyukai foto. Ya, saya menganggap kalau moment itu nggak bisa diulang. Jadi kalau kita abadikan moment tersebut dalam sebuah gambar, pasti akan mempermudah kita untuk mengingatnya. Saya sadar kalau setiap foto memiliki cerita. Bayangkan saja kalau mata kita adalah sebuah kamera, sudah ada berapa cerita disana. Makanya saya tak pernah lupa membawa camera pocket [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs097.snc4/36222_418598944840_793749840_4131515_6248136_n.jpg" alt="" width="484" height="277" /></p>
<p>Saya menyukai foto. Ya, saya menganggap kalau moment itu nggak bisa diulang. Jadi kalau kita abadikan moment tersebut dalam sebuah gambar, pasti akan mempermudah kita untuk mengingatnya. Saya sadar kalau setiap foto memiliki cerita. Bayangkan saja kalau mata kita adalah sebuah kamera, sudah ada berapa cerita disana. Makanya saya tak pernah lupa membawa camera pocket di tas saya untuk mengabadikan moment-moment yang saya lihat sehari-hari.</p>
<p>Tapi entah sudah berapa lama saya takut kalau difoto seorang diri. Kebanyakan foto-foto baru saya yang sedang sendiri, itu adalah hasil jepretan iseng temen-temen saya ketika saya tidak menyadarinya atau memang karena saya ingin memfoto suatu objek yang berada di dekat saya. Saya bukan hanya takut, tapi saya tidak pede difoto.</p>
<p>Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu, saat seseorang yang saya sayangi membanding-bandingkan foto saya dengan foto seorang cewek seumuran saya. Mulai saat itu saya takut difoto sendiri. Kenapa? karena orang itu mulai memperhatikan fisik saya lebih mendetail. Saya kurang inilah, itulah. Mendingan beginilah, begitulah. Saya jadi merasa seperti itik buruk rupa. Masih untung saya agak cuek. Tapi gimana kalau saya sensitif?mungkin saat ini saya sudah operasi plastik seperti michael jackson. Yiiii&#8230;hiiii!!!</p>
<p>Saya memang tidak terlalu nyaman diperhatikan sangat detail oleh seseorang karena saya nggak pernah mau berpura-pura jadi orang lain agar terlihat tanpa &#8216;cacat&#8217;. Saya ingin jadi diri saya sendiri. Maaf, saya amat sangat bersyukur dengan fisik saya meskipun saya nggak sekeren Angelina Jolie&#8230;hahaha&#8230;</p>
<p>Anyway, seorang teman tanpa saya sadari iseng memotret saya ketika saya sedang bersamanya. Padahal sebelumnya saya menolak mentah-mentah ketika saya tahu ia mau memotret saya. Sayang kameranya kalo musti motret cewek jorok dan asal-asalan seperti saya. Wajah saya juga nggak indah. Belum lagi saya nggak fotogenic. Tapi ketika foto-foto itu ia berikan ke saya, ia menuliskan kalimat-kalimat pendek dibawahnya. Membuat saya mulai berpikir&#8230; ternyata bukan orang yang difoto yang penting. Tapi MOMENT ketika objek itu difotolah yang menjadikan sebuah foto itu bernilai atau tidak&#8230;</p>
<p>Thanks banget buat Mas Iil Prasetio yang sudah berbaik hati memotret makhluk aneh bernama Dyan Nuranindya ini. Untung kameramu nggak rusak habis motret aku mas&#8230;mas&#8230;ck..ck..ck&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs097.snc4/36222_418598954840_793749840_4131516_1333305_n.jpg" alt="" width="448" height="373" /></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=719</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rest In Peace My Dear X-Banner</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=710</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=710#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 17:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[My Craziest Things]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[
REST IN PEACE X-BANNER
November 2009 - Juni 2010
Saya terjaga ketika suara Papa membangunkan saya dengan sebuah kalimat, &#8220;Dek, Banner mati..&#8221;  tanpa mengulet ataupun duduk terlebih dahulu, saya langsung bergegas menuju rumah kelinci saya, X-Banner. Dan saya terpaku melihat kelinci kesayangan saya ketika itu. Ia terbujur kaku dengan mata terbuka. Ya, Banner telah mati&#8230;.
Mungkin memang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-595" title="foto0018" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/foto0018-300x225.jpg" alt="foto0018" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>REST IN PEACE X-BANNER</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">November 2009 - Juni 2010</span></strong></p>
<p>Saya terjaga ketika suara Papa membangunkan saya dengan sebuah kalimat, &#8220;Dek, Banner mati..&#8221;  tanpa mengulet ataupun duduk terlebih dahulu, saya langsung bergegas menuju rumah kelinci saya, X-Banner. Dan saya terpaku melihat kelinci kesayangan saya ketika itu. Ia terbujur kaku dengan mata terbuka. Ya, Banner telah mati&#8230;.</p>
<p>Mungkin memang sudah waktunya dia harus pergi. Padahal sebulan sebelumnya ia sempat sakit parah, sampai-sampai setiap malam saya dan keluarga harus mengelus-ngelus tubuhnya karena ia kejang-kejang. Kami juga harus menyuntik tubuhnya ke dokter hewan untuk menangkal virus jahat yang menyiksanya. Dokter bilang ia terkena scabies dan sudah sangat fatal. Setiap kali ia kejang, saya selalu mengelus tubuhnya sambil berkata, &#8220;Banner, tahan ya sayang&#8230;.&#8221;</p>
<p>Ia berhasil bertahan untuk hidup melawan penyakitnya. Bahkan tubuhnya sudah kembali gemuk.  Tapi entah apa penyebabnya, pagi itu Tuhan mengambilnya. My Lovely X-Banner. Bahkan saya pun tidak melihat gejalanya. Tiba-tiba saja ia telah terbujur kaku di rumahnya meninggalkan saya dan si&#8217;item&#8217;, kelinci perempuan yang kakak saya beli untuk dijadikan pasangannya. Rest In Peace My dear X-Banner&#8230;</p>
<p>Berikut adalah si &#8216;item&#8217;, pacar X-banner yang sedang berduka dan saya hibur dengan memberikannya beberapa boneka untuk bermain&#8230;.</p>

<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=714' title='p6160596'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/p6160596-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=713' title='p6160599'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/p6160599-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=712' title='p6160598'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/p6160598-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=711' title='p6160603'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/p6160603-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=710</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sorry, Cinta gue nggak bisa dibeli&#8230;</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=567</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=567#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 18:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Elo terlalu pilih-pilih sih, Ciiil&#8230;&#8221;
&#8220;Ya iyalah gue pilih-pilih. Manusia kan memang harus bisa memilih. Surga-Neraka aja itu pilihan kan? tergantung gimana caranya elo mendapatkan pilihan yang elo mau itu. Ya elo musti berkorban. Kalau elo mau ngedapetin cewek, elo kan harus berjuang. Jangan pasrah sama keadaan. Yang ada malahan keduluan yang lain hahaha&#8230;&#8221;
Haha&#8230; lagi-lagi masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://rihlatulwujud.files.wordpress.com/2009/12/love-money11.jpg" alt="" width="331" height="250" /></p>
<p>&#8220;Elo terlalu pilih-pilih sih, Ciiil&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya iyalah gue pilih-pilih. Manusia kan memang harus bisa memilih. Surga-Neraka aja itu pilihan kan? tergantung gimana caranya elo mendapatkan pilihan yang elo mau itu. Ya elo musti berkorban. Kalau elo mau ngedapetin cewek, elo kan harus berjuang. Jangan pasrah sama keadaan. Yang ada malahan keduluan yang lain hahaha&#8230;&#8221;</p>
<p>Haha&#8230; lagi-lagi masalah pengorbanan. Obrolan &#8216;nggak penting&#8217; itu terjadi saat saya dan teman-teman sedang mengompori salah satu teman saya yang ingin &#8216;menembak&#8217; seorang cewek. Lantaran abis dikomporin oleh kami, dia malahan gantian menghujani saya dengan banyak pertanyaan. Begini cuplikannya:</p>
<p>&#8220;Pilih-pilih pasangan emang wajar, Cil. Tapi pilihan lo terlalu susah. Terlalu ajaib. Lo suka minoritas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya kan elo tau sendiri kalau gue suka yang lain daripada yang lain. Yang unik. Gue nggak suka cowok-cowok tipikal yang ada di novel-novel teenlit.&#8221; (Wooops, lupa kalo saya penulis teenlit haha&#8230;)</p>
<p>Banyak orang yang selalu menuntut pasangannya cakep, keren, tajir, baik, pengertian, bisa inilah bisa itulah. Man, kalo kayak gitu mah nggak bakalan ada habisnya. Yang ada malahan kita jadi gampang ilfil kalo dia bertindak nggak sesuai yang kita harapkan. Lagian mana ada sih, orang yang sempurna?Kita aja nggak sempurna.</p>
<p>Justru itu, sebenernya kesempurnaan dalam berpasangan itu bisa diraih kok. Saya berpikir, kalau kita berawal dari sebuah ketidaksempurnaan bukannya sebuah hubungan jadi semakin indah? Jadi kita dan pasangan kita yang tadinya sama-sama nggak sempurna, ketika bersama bisa bareng-bareng introspeksi, bareng-bareng belajar untuk menjadi sempurna.</p>
<p>Kalau kita bercermin dan melihat kesempurnaan yang ada di dalam diri kita sebanyak 50%, ya jangan nuntut pasangan kita punya 100%. Bukannya akan lebih indah kalau kita punya 50% dan dia punya 50%?Jadinya kita punya 100% (halah! kok jadi itung-itungan sih?kayak mau buka toko. Haha&#8230;)</p>
<p>Anyway, lepas dari itu semua, paling enak itu jadi diri sendiri. Baik kalian itu cewek atau cowok, kalau kita jadi diri kita sendiri, kedepannya dalam menjalin hubungan pasti bakalan lebih seru. Lebih banyak cerita.</p>
<p>&#8220;Tapi gue lagi bokek.&#8221; itu ucapan teman saya ketika saya dan yang lain terus mengompori dia ahahah.</p>
<p>&#8220;Ini bukan sepenuhnya masalah harta. Tapi ini soal kreativitas. Soal gimana caranya membuat &#8216;dia&#8217; suka sama elo. Nggak perlu ke restaurant mahal, nggak perlu bawa mobil ferari, dan nggak perlu ngasih perhiasan mahal untuk bisa bikin cewek yang elo taksir nerima elo kok. Yah, kecuali kalo ceweknya matre gila! Huahaha&#8230;. Kalo ditolak, aaah&#8230; itu mah biasa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berarti gue musti bikin sesuatu yang OK buat nembak dia. Lo ada ide?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yee&#8230;. emangnya gue yang mau nembak? Pikir sendiri doong. Yang penting, elo harus melaluinya dengan gagah berani. Itu baru yang namanya lelaki&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya berkata dengan wajah berusaha serius. Sementara teman-teman saya yang lain ngakak nggak berhenti-berhenti lantaran wajah teman saya itu penuh dengan konsentrasi tingkat tinggi mendengar petuah sesat saya hahaha.. SUKSES YA, BRO!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=567</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Panggil Saya Penulis</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=676</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=676#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 15:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[My Wonderful Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[

&#8220;Eh penulis&#8230;&#8221;
&#8220;Ssssttt&#8230; jangan panggil gw kayak gitu. Gue maluuu&#8230;&#8221;
&#8220;Kenapa???&#8221;
Berikut adalah sapaan klise teman-teman saya yang selalu saya balas dengan jawaban yang klise juga. Malu.Sudah nggak keitung berapa banyak yang bertanya-tanya kepada saya kenapa saya selalu malu jika dipanggil dengan sebutan &#8216;penulis&#8217;. Untuk menjawab teka-teki itu, dalam postingan kali ini saya akan menjelaskan alasannya kepada kalian.
Kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-687" title="habiburrahman_el_shirazy_022" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/habiburrahman_el_shirazy_022-300x220.jpg" alt="habiburrahman_el_shirazy_022" width="152" height="109" /><img class="alignnone size-full wp-image-685" title="boim-n-his-books" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/boim-n-his-books.jpg" alt="boim-n-his-books" width="92" height="108" /><img class="alignnone size-full wp-image-684" title="022522p" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/022522p.jpg" alt="022522p" width="146" height="108" /><img class="alignnone size-medium wp-image-681" title="hilman-hariwijaya" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/hilman-hariwijaya-183x300.jpg" alt="hilman-hariwijaya" width="66" height="109" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-680" title="golagong_belajar_menulis_01" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/golagong_belajar_menulis_01-208x300.jpg" alt="golagong_belajar_menulis_01" width="112" height="162" /><img class="alignnone size-medium wp-image-679" title="fira-basuki2" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/fira-basuki2-226x300.jpg" alt="fira-basuki2" width="122" height="163" /><img class="alignnone size-medium wp-image-678" title="anggrek7d" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/anggrek7d-225x300.jpg" alt="anggrek7d" width="121" height="162" /><img class="alignnone size-medium wp-image-677" title="alberthiene_endah_003" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/alberthiene_endah_003-187x300.jpg" alt="alberthiene_endah_003" width="101" height="162" /></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Eh penulis&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ssssttt&#8230; jangan panggil gw kayak gitu. Gue maluuu&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa???&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah sapaan klise teman-teman saya yang selalu saya balas dengan jawaban yang klise juga. Malu.Sudah nggak keitung berapa banyak yang bertanya-tanya kepada saya kenapa saya selalu malu jika dipanggil dengan sebutan &#8216;penulis&#8217;. Untuk menjawab teka-teki itu, dalam postingan kali ini saya akan menjelaskan alasannya kepada kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa saya jadi seorang penulis?</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmm&#8230; jangankan kalian. Saya pun heran kenapa saya bisa jadi seorang penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kecil saya suka menggambar dan menyanyi. Bahkan bertahun-tahun saya dimasukan les vokal oleh orang tua saya. Hasilnya? Saya justru jadi penulis. Bukannya menjadi penyanyi seperti Agnes Monica atau Rossa.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya juga tidak menjadi penggambar meskipun cukup lama juga saya ikutan kursus menggambar selepas sekolah sewaktu SD.  Lagi-lagi saya malahan jadi penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak pernah terbesit sekalipun dalam pikiran saya untuk dapat menerbitkan sebuah novel yang bisa dibaca oleh orang banyak. Apalagi sampai diterbitkan di Singapur dan Malaysia. Itu benar-benar aneh!</p>
<p style="text-align: justify;">Cita-cita saya dari kecil memang sering berubah-ubah dan cukup aneh-aneh menurut saya. Saya pernah bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis kejiwaan. Saya juga ingin sekali menjadi pembalap motor. Dan bahkan saya pernah berpikir untuk berprofesi menjadi supir traktor karena papa saya dengan isengnya membelikan saya mainan traktor berwarna kuning waktu saya kecil. Tapi pernahkah saya berpikir untuk menjadi seorang penulis? Jawabannya, tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kecil, saya lebih sering menjadi penikmat buku. Saya selalu menikmati setiap kali saya berimajinasi ketika membaca sebuah buku. Mas Hilman, Mbak Fira  Basuki, Kang Abik, Mas Boim, Mbak Albertiene Endah, Pakde Teguh Esha, Mas Gola Gong, Bunda Helvy dll. Mereka adalah orang-orang yang pada waktu itu sering saya nikmati buku-bukunya. Saya adalah pengagum karya-karya mereka. Saya pun teringat ketika sewaktu SMP saya dengan takutnya meminta tanda tangan Mbak Fira Basuki ketika beliau sedang mengadakan jumpa pengarang disana. Saya juga teringat ketika saya menangis karena salah satu koleksi buku Lupus saya hilang entah kemana.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua berawal ketika saya membuka buku harian saya. Dari situ saya berpikir, ternyata saya, kamu, dia, dan mereka punya cerita masing-masing dalam kehidupan ini dan masing-masing punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah. Lalu kenapa kita nggak bertukar cerita?Kenapa banyak diantara kita yang terlalu egois nggak mau menceritakan bagaimana menyelesaikan, mencari, mendapat dan mempertahankan hal-hal yang kita raih kepada orang lain agar orang lain juga bisa maju, bisa berkembang?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya memang sengaja memajang foto penulis-penulis Indonesia yang memang saya kagumi (disamping masih banyak lagi penulis hebat lain yang saya baca dan kagumi karya-karya mereka yang tidak bisa saya pajang semua foto-fotonya disini.) karena saya menganggap mereka termasuk pahlawan yang membantu saya untuk berpikir lebih maju. Berpikir bagaimana saya bisa menuangkan ide, pikiran dan pendapat agar saya bisa share ke orang lain seperti yang telah mereka lakukan terhadap saya. Pembaca karya mereka. Dengan satu harapan agar kita bisa berpikir lebih kreatif, cerdas dan maju. Mereka mampu membuat saya yang hanya seorang anak sekolah biasa yang penakut, berani untuk berekspresi dan berani maju untuk berkarya. Dan entah sudah berapa juta orang diluar sana yang juga mengalami perubahan besar karena mereka. Para penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kenapa saya musti malu jika ada teman saya yang memanggil saya dengan sebutan PENULIS?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya malu karena saya merasa belum ada apa-apanya dibandingkan dengan penulis-penulis lain diluar sana (beberapa diantaranya yang saya sebutkan tadi) yang luar biasa hebat dan telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia kepenulisan. Ya, saya merasa belum pantas untuk disebut sebagai seorang penulis jika dibandingkan dengan mereka. Tapi yang jelas, saya merasa terhormat kalau ada diantara teman-teman saya yang memanggil dengan sebutan PENULIS.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah kejadian yang nggak akan pernah saya lupakan akan saya ceritakan di akhir postingan saya kali ini. Kejadian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah novel pertama saya terbit.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu sore saya tengah duduk di pinggir trotoar dengan salah satu teman saya. Kami sedang membicarakan tentang sastra di Indonesia. Di tengah-tengah obrolan kami, saya berkata:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tulisan gue ringan banget untuk jadi bacaan. Gue khawatir banget akan terjadi pengkotak-kotakan sastra. jadinya malahan saling menjatuhkan. Padahal kan harapan gue, orang-orang bisa menjadikan toko buku jadi sarana rekreasi yang sangat menarik karena masyarakat punya banyak pilihan bacaan saat ke toko buku.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba kami melihat seorang lelaki berpakaian santai, bersandal jepit dan dengan tas selempang di bahu mendekati kami. Teman saya mengenalkan saya dengan lelaki tersebut. Saya memanggilnya dengan sebutan Pak de. Teman saya itu menceritakan kepada lelaki itu, &#8220;Dicil ini baru nerbitin novel remaja.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kalian tau apa efek dari kalimat teman saya itu? Lelaki tersebut mendadak bersemangat. Ia merangkul saya. Dan sebuah kata-katanya yang keluar dari bibirnya membangkitkan semangat saya, &#8220;Bagus kamu menulis. Terus menulis. Jangan sampai putus. Jangan pernah takut berkarya. Anak muda sekarang harus berani berkarya. Berani maju. Saya senang ada anak muda yang berani.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih Tuhan, engkau mempertemukan saya dengan lelaki sederhana yang rendah hati itu yang mau membagi pengalamannya kepada penulis amatiran seperti saya. Ya, saya tidak akan melupakan pertemuan singkat saya dengan Pakde Teguh Esha, Penulis Ali Topan Anak Jalanan yang saya kagumi. Dan Tuhan juga sangat baik memberikan kesempatan kepada saya untuk bertemu, mengobrol, bahkan satu panggung dengan penulis-penulis hebat yang beberapa fotonya saya pajang diatas. Mas Hilman, Mbak Fira  Basuki, Kang Abik, Mas Boim, Mbak Albertiene Endah, Mas Gola Gong, Bunda Helvy TR dll</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=676</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Role Model untuk Diri Kita</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=703</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=703#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 18:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[My Comment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[

Ketika standart moral para public figure dipertanyakan, dan ketika tidak ada lagi orang di dunia ini yang pantas kita jadikan idola, siapakah yang akan jadi panutan kita?
Well, sebenernya saya malas menuliskan masalah ini di blog saya karena beberapa alasan (kalian pasti tau apa yang sebenarnya sedang saya bahas:P):
1.Banyak masalah yang jauh lebih penting di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-704" title="photo-9-copy" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/06/photo-9-copy-300x225.jpg" alt="photo-9-copy" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Ketika standart moral para public figure dipertanyakan, dan ketika tidak ada lagi orang di dunia ini yang pantas kita jadikan idola, siapakah yang akan jadi panutan kita?</p>
<p>Well, sebenernya saya malas menuliskan masalah ini di blog saya karena beberapa alasan (kalian pasti tau apa yang sebenarnya sedang saya bahas:P):</p>
<p>1.Banyak masalah yang jauh lebih penting di dunia ini untuk dibicarakan  (prestasi, kemiskinan, kelaparan, dll). Ngapain sih memperlebar masalah video2 itu?</p>
<p>2. Saya kasihan dengan orang-orang yang mau nggak mau musti &#8216;menangis&#8217; karena peristiwa itu (ex. keluarga ybs).</p>
<p>3. Kalau memang itu mereka trus kenapa? Merusak moral? Memang, tapi bukankah dari dulu-dulu emang udah ada video-video kayak gitu? Yang musti bener itu moral masing-masing individunya dulu. Kalo moralnya emang udah bagus, ngapain juga nonton2 begituan.</p>
<p>4.Saya terlalu muak dengan pemberitaan di media. Hey! gimana anak-anak kecil gak tau or gak penasaran kalau berita itu selalu muncul setiap hari tanpa henti. Itu over exposed banget!</p>
<p>5. Malu banget saya pas tau kalau topik video itu menjadi nomor 1 di twitter. Gila ya, penting banget ya?</p>
<p>Tapi perasaan &#8216;terganggu&#8217; saya membuat saya kemudian berpikir, saya harus menuliskan sesuatu di blog saya tentang masalah ini. Bukan untuk memperluas berita ini, tapi justru saya berusaha untuk memberikan pandangan berbeda tentang masalah ini.</p>
<p>Dear guys, memang ada istilah BAD NEWS IS A GOOD NEWS. Dimana kita lebih sering mendengar atau membaca berita buruk tentang seorang public figure sementara berita baik tentang mereka justru ada dibagian dalam tabloid, bukannya terpampang besar-besar di covernya. Meskipun ada beberapa public figure yang melakukan hal buruk, tapi jangan lupa kalau banyak juga yang telah melakukan prestasi.</p>
<p>Sebenarnya wajar aja kalo seorang public figure melakukan kesalahan. Ya, mereka kan manusia juga. Saran saya, kalau kalian merasa kecewa terhadap seorang public figure, coba alihkan perhatian kalian pada&#8230; DIRI KALIAN SENDIRI. Daripada mikirin kesalahan mereka, lebih baik jadikan prestasi yang ada di diri kalian sebagai inspirasi. Coba buat diri kalian sebagai panutan buat orang lain, lalu jalani hidup seakan-akan orang lain melihat kalian  sebagai seseorang yang patut di contoh. Cuma diri kita yang bisa membangun kharakter baik untuk diri kita sendiri. Jadilah panutan untuk diri kamu sendiri. Yah, sukur-sukur kebaikan kalian beneran menjadi panutan bagi orang lain. Kalian juga kan, yang dapet pahala&#8230; AMIN&#8230; makanya, lebih baik kita berlomba-lomba berbuat kebaikan.</p>
<p>Ngomong-ngomong, dari pada sibuk mikirin video &#8217;so what&#8217; itu, lebih baik kita melihat prestasi-prestasi luar biasa yang telah dibuat sama anak negeri. Nih, beberapa diantaranya yang sanggup membuat kamu geleng-geleng kepala dan bangga ketika tau kalau mereka adalah orang Indonesia. Semoga bisa dijadikan motivasi buat kalian ya&#8230;.</p>
<p>1. Abdul Jamil Ridho &amp; Niti Soedigdo - Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa<br />
2. Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit<br />
3. Alexander Kawilarang - Penemu Kapal Ikan Bersirip<br />
4. Andrias Wiji Setio Pamuji - Penemu Reaktor Biogas<br />
5. Arief Mulyana Djumra - Penemu Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan<br />
6. Aryadi Suwono &amp; Tim Peneliti ITB - Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi<br />
7. Ayub S. Parnata - Penemu Bakteri Kompos Organik<br />
8. Bacharuddin Jusuf Habibie - Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)<br />
9. Budi Noviantoro - Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi<br />
10. Dani Hilman Natawijaya - Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa<br />
11. Djuanda Suraatmadja - Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan<br />
12. Eddyman, Intan Elfarini &amp; Kanaka Sundhoro - Penemu Obat Antinyamuk Alami dan Murah<br />
13. Evvy Kartini - Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas<br />
14. Fuad Affandi - Penemu Pupuk Alami dari Air Liur<br />
15. Herman Johannes - Penemu Tungku Berbahan Bakar Briket Arang Kayu dan Dedaunan<br />
16. I Gede Ngurah Wididana - Penemu Formula Minyak Oles Bokhasi<br />
17. I Made Budi - Penemu Formula Sari Buah Merah untuk Pengobatan<br />
18. Lalu Selamat Martadinata - Penemu Alat Pemanggil Ikan<br />
19. M. Djoko Srihono - Penemu Penjernih Air Limbah<br />
20. Maruni Wiwin Diarti - Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut<br />
21. Minto - Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari<br />
22. Mumu Sutisna - Penemu Hormon Penyubur Anakan Padi<br />
23. Mulyoto Pangestu - Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma<br />
24. Neny Nurainy - Penemu Varian Virus Hepatitis B Indonesia<br />
25. Puji Slamet Arif - Penemu Motor Listrik Hemat Energi<br />
26. Rahmiana Zein - Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi<br />
27. Randall Hartolaksono - Penemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan<br />
28. Rizal &amp; Juffri Sahroni - Penemu Penghemat Bahan Bakar Diesel<br />
29. Robert Manurung - Penemu Minyak Jarak Murni<br />
30. Saverinus Nurak - Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi<br />
31. Sutjipto &amp; Ryantori - Penemu Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba<br />
32. Sutrisno - Penemu Alat Perangkap Lalat Buah<br />
33. Sedijatmo - Penemu Konstruksi Fondasi Cakar Ayam<br />
34. Septinus George Saa - Penemu Rumus Penghitung antara Dua Titik Rangkaian Resistor<br />
35. Sofin Hadi - Penemu Metode Cincin untuk Sunat Tanpa Luka<br />
36. Sri Wuryani, Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Hardiastuti - Penemu Pengawet Aroma dalam Hampa<br />
37. Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Landasan Putar Bebas Hambatan Sosrobahu<br />
38. Warsimin Adiwarsito - Penemu Marmer Buatan<br />
39. Widowati Siswomihardjo - Penemu Bahan Baru untuk Gigi Palsu yang Lebih Aman dan Murah<br />
40. Windu Hernowo - Penemu Penghemat Bahan Bakar Mesin<br />
41. Yanto Lunardi Iskandar - Anggota Tim Penemu HIV &amp; Metode Peningkatan Hematopoiesis<br />
42. Yudi Utomo Imardjoko - Penemu Kontainer Limbah Nuklir<br />
43. Zahlul Badaruddin - Penemu Zahlul Integrated Unit (Desain Sistem Efisien untuk Produksi Obat/Kimia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=703</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dyan is not a Freak!</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=562</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=562#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 17:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[

Nama saya dyan. Tapi terkadang orang bebas memanggil saya dengan sebutan apapun. Dyan, dee, dichiel, chiel,  freaky, sinting, aneh, cungkring, kutu loncat atau apapun sesuka hatinya. Tubuh saya kecil, tidak telalu tinggi, dan sering kesusahan ketika ingin membeli pakaian di toko. Dan entah sudah berapa kali saya dikira membolos sekolah karena tubuh saya yang mirip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-668" title="img_1969" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/05/img_1969-300x200.jpg" alt="img_1969" width="354" height="236" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nama saya dyan. Tapi terkadang orang bebas memanggil saya dengan sebutan apapun. Dyan, dee, dichiel, chiel,  freaky, sinting, aneh, cungkring, kutu loncat atau apapun sesuka hatinya. Tubuh saya kecil, tidak telalu tinggi, dan sering kesusahan ketika ingin membeli pakaian di toko. Dan entah sudah berapa kali saya dikira membolos sekolah karena tubuh saya yang mirip anak SMP saat bertemu dengan orang di jalan raya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata Mama saya bandel, ceroboh dan nekat. Sering kali saya lupa kalau tubuh saya mini dan suka pusing-pusing kalau emosi saya mulai naik. Tapi sekali lagi, saya suka nekat menantang bahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah sudah berapa kali saya dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang menilai saya dari penampilan. Udah nggak keitung juga berapa orang yang meremehkan saya karena sering duduk di pinggir jalan sambil gitaran dengan teman-teman saya yang rata-rata berpenampilan aneh-aneh.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Anak-anak nggak punya masa depan. Tukang bikin onar.&#8221; begitu sebagian besar para orang tua yang melihat kelakuan kami. Padahal saat itu kami tidak berbuat apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-670" title="dscn0170" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/05/dscn0170-300x225.jpg" alt="dscn0170" width="200" height="150" /><img class="alignnone size-medium wp-image-671" title="dscn1826" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/05/dscn1826-300x225.jpg" alt="dscn1826" width="201" height="151" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pernah satu kali saya berada di bus yang terjebak kemacetan. Saking betenya, saya mengajak ngobrol orang disebelah saya. Entah kenapa sepertinya orang itu tidak nyaman saya ajak mengobrol. Dengan nada agak menyebalkan (maaf kalau memang nada suaranya seperti itu) dan pandangan yang tidak menengok kearah saya, dia bertanya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nggak sekolah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Udah selesai&#8221; jawab saya sambil cengar-cengir.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selesai? Kenapa nggak lanjutin?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya tersenyum kecil, &#8220;Pengennya sih lanjutin lagi. Tapi&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Emang sih sekarang sekolah itu muahal banget. Tapi pendidikan itu penting lho. Jangan sampai putus sekolah. Jaman sekarang nyari kerja kalo cuma lulusan SMP/SMU aja mah susah. Nanti mentok-mentoknya paling nganggur trus nongkrong-nongkrong di pinggir jalan&#8230;.&#8221; dan bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230; ibu-ibu itu terus berbicara sebelum saya sempat melanjutkan kalimat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya bisa senyum sambil manggut-manggut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu dari mana mau kemana?&#8221; tanya ibu-ibu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari kerja. Trus mau ngambil formulir di XXX.&#8221; jawaban saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kerja? kerja apaan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Periklanan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Emang kamu lulusan mana?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Perbanas. S1. Tapi Insya Allah sih mau lanjutin lagi.Ini baru mau ngambil formulir buat lanjutin S2.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya ampuuuun, saya kira kamu baru lulus SMP..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dooooeeenggg! Setelah itu barulah sang Ibu mengajak ngobrol saya dengan lebih bersahabat. Mana pake nanyain ada lowongan apa nggak di kantor saya lagi!Katanya buat anaknya.Bete!</p>
<p style="text-align: justify;">Itu hanya salah satu kisah dari sekian banyak kisah yang pernah saya alami. Saya heran. Kenapa sih, orang sering kali menilai seseorang dari penampilannya? Terus terang, saya memang sangat cuek dan badung. Bahkan otak saya juga pas-pasan. Tapi buat saya pendidikan itu sangat penting. Saya nggak mau jadi jenius. Tapi setidaknya saya nggak paling bodoh. Saya sekolah bukan karena gengsi atau apapun. Tapi saya hanya tidak ingin otak saya kosong. Setidaknya ada yang saya pelajari  dan bisa saya ajarkan kepada anak-cucu saya. Gini-gini saya rela menggunakan hampir seluruh tabungan saya untuk pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri sebuah acara untuk anak-anak yang memiliki keterbelakangan. Inti dari acara itu adalah memberikan motivasi kepada anak-anak tersebut agar memiliki impian dan cita-cita. Saya sangat sedih ketika mengetahui kalau banyak dari mereka yang ternyata tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup karena kekurangan yang mereka miliki. Salah seorang pengajar yang cukup saya kagumi karena selain cerdas, bergelar sarjana dan dari golongan berada, tapi juga memiliki hati bak malaikat mendekati saya dan membisikan sebuah kalimat yang membuat saya bersemangat untuk meraih pendidikan yang lebih lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lo liat kan? Mereka ini yang membuat gue pengen sekolah tinggi supaya bisa gw tularin ke mereka. Kalau bukan kita, siapa lagi?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, lo bener. Kalau bukan kita, siapa lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=562</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>3 Months later</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=659</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=659#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 20:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Hiyaaa&#8230;. sudah lama sekali saya nggak update blog ini. Jujur, I really miss you guys&#8230;.hiks&#8230;hiks&#8230; (dasar cengeng!)
Mungkin untuk postingan saya kali ini lebih baik saya menceritakan sekilas tentang hal-hal yang terjadi atau hal-hal yang saya rasakan selama tiga bulan belakangan ini. Yah, itung-itung sebagai tanda permintaan maaf saya karena sudah meninggalkan kalian selama itu *maaf. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hiyaaa&#8230;. sudah lama sekali saya nggak update blog ini. Jujur, I really miss you guys&#8230;.hiks&#8230;hiks&#8230; (dasar cengeng!)</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin untuk postingan saya kali ini lebih baik saya menceritakan sekilas tentang hal-hal yang terjadi atau hal-hal yang saya rasakan selama tiga bulan belakangan ini. Yah, itung-itung sebagai tanda permintaan maaf saya karena sudah meninggalkan kalian selama itu *maaf. Beberapa mungkin saya agak lupa *hehehe&#8230;maaf lagi. Tapi saya akan berusaha mengingat semuanya (udah mau cerita sekilas doang, masih banyak yang lupa lagi! Dasar nggak niat! Hahaha…)</p>
<p style="text-align: justify;">Ehem! Okay, saya minum dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah. Saya tarik nafas panjaaaaaang. Saya mulai memejamkan mata, menghembuskan nafas dan&#8230;.mulai.<br />
<strong><br />
JANUARY<br />
</strong>Yup, awal tahun. Mendadak semua menjadi lebih rusuh dan ribet. Kerjaan di kantor semakin buaaanyaaak. Belum lagi deadline deadline tulisan yang bikin saya semakin kusut. Tapi dibalik itu semua, novel saya yang keempat, &#8220;Cinderella Rambut Pink&#8221; terbit juga di bulan ini. Yiiipiieee&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">January ini bikin saya introspeksi diri. Banyak hal yang harus dirubah menurut saya. Dari mulai pola hidup, pola makan, pendidikan, sampai pekerjaan. Benar kata mama, saya mulai gila kerja. Dalam sehari saya bisa menghabiskan 12 jam lebih di kantor. Kamar kos saya lebih sering menjadi tempat numpang tidur. Jangka waktu saya pulang ke rumah untuk bertemu keluarga dalam 5 bulan terakhir bisa dihitung pakai jari. Dan baru saya sadari kalau saya telah kehilangan banyak hal karena itu.  Yah, meskipun seringkali saya selalu menyangkal di depan mama.<br />
Saat seperti inilah yang membuat waktu terasa amat sangat berharga bagi saya. Bukan waktu, tapi lebih tepatnya adalah moment. Ya, kadang meskipun hanya beberapa menit saja mengobrol dengan teman-teman atau keluarga, buat saya merupakan saat yang paling membahagiakan ditengah kepenatan saya dengan pekerjaan yang nggak ada habisnya. Makanya sering kali saya nyolong-nyolong waktu untuk sekedar minum kopi sambil ngobrol dengan teman-teman, main ke kampus saya, atau menelepon mama hanya untuk mengobrol ngalor ngidul.<br />
Kalian tau nggak, kenapa ada orang yang umurnya sama dengan kita, tapi dia jauh lebih sukses dari kita? Sah-sah aja kalau kalian jawab  hal itu merupakan faktor keberuntungan. Tapi bagi saya, itu bukan hanya sebuah keberuntungan. Sukses atau enggaknya seseorang, itu tergantung bagaimana seseorang mampu memanfaatkan waktu yang sudah diberikan oleh Tuhan. Setiap orang kan punya jatah waktu yang sama kan? 1 hari 24 jam?<br />
Saya tahu nggak seharusnya saya terus mengeluh soal waktu bekerja. Toh ini adalah pilihan saya. Dan saya juga yang ngelakuin. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana membuat semuanya menjadi menyenangkan. Membuat saya nggak harus kehilangan banyak hal. Mungkin saya harus punya management waktu yang lebih baik supaya semuanya bisa berjalan seimbang. Ok, saya sedang membaca buku tentang itu…. ;)<br />
Ngomong-ngomong, saya pernah membahas masalah workaholic dengan teman-teman saya. Diantara semua komentar, ada salah seorang teman saya yang melontarkan pendapat agak berbeda. Dia bilang, saya bukan sedang mengejar ‘sesuatu’. Tapi saya sedang lari dari ‘sesuatu’.<br />
“Mungkin tanpa elo sadari, lo punya trauma yang nggak bisa hilang. Makanya lo berusaha untuk ngalihin pikiran lo ke pekerjaan,” lanjut teman saya itu<br />
Pernyataannya itu membuat saya berpikir keras. Saya sadar, ada banyak hal di masa lalu yang membuat saya selalu sedih kalau mengingatnya kembali. Tapi kayaknya hal itu udah lama saya kubur dalam-dalam. Mungkin teman saya memang ada benarnya. Saya memang sedang lari dari ‘sesuatu’. Tapi apa?</p>
<p style="text-align: center;">
<p><strong><br />
<img class="size-large wp-image-663 aligncenter" title="pb060088" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/04/pb060088-1024x768.jpg" alt="pb060088" width="273" height="203" /></strong></p>
<p><strong>FEBRUARY<br />
</strong>Damn! Why I really hate this month. Saya membenci february. Entah kenapa dunia percintaan saya justru buruk di bulan ini. Saya pernah patah hati di bulan february. Saya pun pernah mengakhiri hubungan dengan pacar saya di bulan ini. Disaat orang-orang yang sedang kasmaran sangat menunggu-nunggu bulan ini karena bertepatan dengan hari valentine&#8217;s day. Saya malahan bete hahaha&#8230;</p>
<p>Again&#8230;</p>
<p>Nggak ada yang special di hari valentine buat saya. Rasanya sudah lama sekali saya tidak merasakan jalan berdua denga pacar saya hanya untuk iseng melihat-lihat orang lain pacaran (*pasangan yang aneh). Mungkin saya juga sudah hampir  lupa gimana rasanya punya pacar. Gimana rasanya diperhatikan, dilindungi, dan disayangi oleh seseorang yang kita sayang. Rasanya juga sudah lama sekali saya tidak berdandan cantik dan berusaha berjalan pelan agar langkah saya bisa sejajar dengan pacar saya saat kami jalan berdua.Kangen&#8230; (hueek!) ah sudahlah!</p>
<p>&#8220;Elo lebih seru ditemenin, Cil. Disayang. Bukan dipacarin.&#8221;</p>
<p>Itu ucapan salah seorang teman terbaik saya ketika saya dan teman-teman sedang mengobrol dengan secangkir kopi di pinggir jalan. Entah apa maksud perkataannya. Tapi ucapan mabuknya itu sanggup membuat saya mengingat banyak hal. Banyak hal yang sering membuat saya sedikit miris karena merasa menjadi korban diskriminasi orang-orang yang doyan berteriak, &#8220;Woy! Gue nggak jomblo lagi nih!&#8221;</p>
<p>Kejadian ini sering kali terjadi dalam hidup saya. ketika kebahagiaan bercampur dengan ke-&#8221;bete&#8221;-an. Okay, okay, saya akan sebutkan beberapa diantaranya:</p>
<p>1. Saya selalu senang ketika sebuah undangan pernikahan teman saya dikirimkan ke saya. Biasanya saya langsung senyum- senyum sendiri dan dalam hati berkata, &#8220;Huahaha&#8230; akhirnya married juga nih orang!&#8221;</p>
<p>Tapi&#8230;.. pasti saya langsung panik. Dan deretan pertanyaan meloncat-loncat di kepala saya,</p>
<p>&#8220;Pake baju apa?&#8221; Ya, saya akan jujur kalau saya nggak punya baju pesta yang &#8216;cantik&#8217;. Lemari saya penuh dengan baju &#8216;aneh-aneh&#8217; yang nggak mungkin saya pakai ke pesta pernikahan tapi lebih cocok untuk nakut-nakutin anak TK hahaha&#8230;</p>
<p>&#8220;Sepatunya apa?&#8221; Okay, okay, ini kejujuran saya yang kedua. Saya punya beberapa high heels. Tapi jalan saya bisa berubah jadi robot kalau memakainya. Sumpah deh, saat ini saya sedang berusaha keras belajar menggunakan high heels untuk berjalan normal seperti cewek- cewek model di catwalk.</p>
<p>&#8220;Angpaonya berapa?&#8221; Ini nih yang lumayan susah. Saya suka takut kekecilan untuk masalah yang satu ini.</p>
<p>&#8220;Berangkatnya sama siapa?&#8221; hiks&#8230; ini yang paling bete. Di undangan pasti ditulis, &#8216;Dyan and Partner&#8217; . Saat inilah saya suka ngerayu-ngerayu bahkan kalau perlu nyogok kakaksematawayangsayayangsupernyebelin untuk mengantarkan saya.</p>
<p>Okay, setelah semuanya sudah beres dan kakaksematawayangsayayangsupernyebelin sudah berhasil saya rayu-rayu, kebetean saya belom selesai sampai disini. Entah ada magnet apa, entah ada angin dari mana, setiap kali sesi melempar buket bunga dari pengantin, aneh bin ajaib, saya selalu mendapatkannya. Atau paling enggak tuh bunga jatuh tepat di depan kaki saya. Waktu pertama kali sih saya masih buat seru-seruan. Jadi saya seneng2 aja disuruh naik keatas panggung buat dapet hadiah. Tapi lama-lama tengsin juga karena biasanya di panggung akan ditanya, &#8220;Udah punya calon?&#8221;  secara hadiah yang dikasih biasanya buat pasangan. Trus kalau saya jawab belum, pasti si MC langsung basa-basi promosi di ruangan itu. Sial!</p>
<p>But anyway, ketika saya menulis postingan ini, status di fb salah satu teman saya secara kebetulan berubah. Membuat saya mengacungkan 2 jempol untuknya, &#8220;you can&#8217;t hurry love&#8230;you just have to wait..&#8221;  like this! :)</p>
<p>Baru-baru ini juga, di bulan april, saya datang ke kawinan salah seorang teman saya. <span id="profile_status"><span id="status_text">Ternyata ribet banget ya jadi cewek kalau mau dateng ke kawinan temen dadakan. Gara-gara buru-buru, kepala  saya kejedot pintu mobil, nggak sempet milih baju, make-up asal2an, rambut nggak diapa-apain, belum lagi nenteng highheels yang bikin kaki lecet dan tas kecil yang nggak guna. </span></span></p>
<p><span id="profile_status"><span id="status_text">Untungnya ada bunga hasil nyopotin gorden yang berhasil membuat rambut saya terlihat mendingan, baju hasil modifikasi sendiri yang lumayan lah buat dibawa kondangan.. hehehe&#8230;.<br />
</span></span></p>
<p><span id="profile_status"><span id="status_text">&#8220;Hey mom, akhirnya anakmu ini berhasil jadi cewek&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span><span><img class="alignnone" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs463.ash1/25418_1462818449599_1207616733_31358327_6618083_n.jpg" alt="" width="271" height="202" /><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs463.snc3/25418_1462818489600_1207616733_31358328_6660200_n.jpg"><img class="alignnone" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs463.snc3/25418_1462818489600_1207616733_31358328_6660200_n.jpg" alt="" width="269" height="201" /></a><br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MARET<br />
</strong>Awal maret, saya mengalami yang namanya Jetlag. Apa itu jetlag, menurut wikipedia, jetlag adalah sebuah kondisi psikologis akibat perubahan ritme circadian. Perubahan tersebut disebabkan oleh kerja shift, perjalanan melewati meridian, atau panjangnya hari yang berubah. Kondisi ini dipercayai sebagai akibat dari terganggunya putaran terang/gelap yang mengubah periode ritme circadian tubuh. Dia dapat diperburuk oleh faktor lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">akibat yang ditimbulkan jet lag ialah:<br />
* Lesu<br />
* Grogi<br />
* Mual<br />
* Sakit kepala<br />
* Insomnia atau pola tidur yang sangat tidak teratur<br />
* Dehidrasi dan kehilangan nafsu makan<br />
* Mudah terganggu<br />
* Tidak rasional<br />
Yaps, saya mengalami semuanya. Meskipun dibayarin kantor, tapi saya harus naik-turun pesawat berkali-kali karena memegang event-event yang berbeda di luar kota. Dari mulai Bandung, Jogja, dan Surabaya. Dan bukan sulap bukan sihir, hal itu saya lakukan hanya dalam jangka waktu kurang dari sebulan.Fiuuh! Saya sampai hafal gerakan pramugari ketika memperagakan alat keselamatan pesawat hahaha&#8230;<br />
Oiya, bulan maret ini saya bantu-bantu temen saya jadi crew film lho…. Hohoho syenangnya… kapan-kapan ajak-ajak lagi ya, Mas. Jadi  yang megang kabel juga nggak apa-apa kok. Asal jangan disuruh nulis aja ;)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://rampagoe.net/wp-content/uploads/2009/06/garuda.gif" alt="" width="259" height="204" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=659</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome to 2010</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=609</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=609#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 13:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[My Comment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Mari hamburkan keceriaan malam ini! Mari hamburkan setumpuk uang demi kegembiraan malam ini! Jangan lupa, saatnya membakar pundi-pundi dengan dentuman petasan dan warna-warni kembang api&#8230; lalu mereka bisa apa? (dibelahan lain mereka tetap meringis-help the Children of Africa)&#8221;
Begitu kira-kira yang tertulis pada status salah seorang teman saya di FB. Tak lupa juga ia sisipkan video [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="text-align: justify;">
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=615' title='p1010252'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010252-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=620' title='p1010253'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010253-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=621' title='p1010254'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010254-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=622' title='p1010255'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010255-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=623' title='p1010259'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010259-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
<a href='http://dyannuranindya.com/?attachment_id=624' title='p1010260'><img src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2010/01/p1010260-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" alt="" /></a>
</h3>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Mari hamburkan keceriaan malam ini! Mari hamburkan setumpuk uang demi kegembiraan malam ini! Jangan lupa, saatnya membakar pundi-pundi dengan dentuman petasan dan warna-warni kembang api&#8230; lalu mereka bisa apa? (dibelahan lain mereka tetap meringis-help the Children of Africa)&#8221;</span></h3>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Begitu kira-kira yang tertulis pada status salah seorang teman saya di FB. Tak lupa juga ia sisipkan video yang juga turut mendukung kalimatnya itu. Saya menanggapi statusnya itu dengan pertanyaan, &#8220;Kenapa harus di Africa? Di Indonesia aja banyak.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Tapi biar bagaimanapun, saya setuju dengan status yang ditulis oleh teman saya itu. Intinya kan bukan masalah di negara mana. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membatasi diri kita dalam merayakan tahun baru itu sendiri. Boleh aja seneng-seneng sama temen-temen di malam pergantian tahun, tapi jangan sampai berlebihan. Jangan sampai kita menghamburkan uang untuk hal-hal yang nggak penting. Mendingan uangnya itu ditabung, sukur-sukur di kasih ke fakir miskin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Bukannya saya sirik sama teman-teman yang merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura sementara saya memilih untuk menuliskan planning 2010 saya pada secarik kertas di kosan. Tapi buat saya tahun baru itu hanyalah sebuah moment. Kalau nggak dimaknai, ya nggak bakalan ada maknanya juga. Sama saja seperti hari-hari biasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Setiap tahun baru pasti kita mengharapkan sebuah perubahan positif terjadi pada kita. Tapi tahun baru nggak selalu menjadi pertanda adanya perubahan lho.  Jadi kalo ada yang mengharapkan adanya perubahan, tanpa ada niatan untuk berubah ya sampai bego juga nggak bakalan berubah. Kalau emang dasarnya mau berubah, kan nggak harus nunggu tahun baru dulu. Saat kita berpikir untuk melakukan perubahan, just do it!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Setiap pergantian tahun, saya selalu bersyukur atas apa yang telah saya peroleh di tahun sebelumnya. Bersyukur karena mendapatkan teman baru, pengetahuan baru, pengalaman baru dan pastinya pola pikir yang baru juga. Baik-buruk, susah-senang, bahagia-menderita, kaya-miskin, sehat-sakit, semuanya saya syukuri sebagai sebuah dinamika kehidupan. Dan pastinya, saya akan mengakhiri tahun itu dengan berbagai harapan dan cita-cita baru dengan semangat baru juga tentunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">Nah, mumpung tahun baru masih anget-angetnya, kayaknya udah saatnya kita membuat rencana untuk melakukan perubahan positif di tahun 2010 ini. Dimulai dari diri kita sendiri, lalu meningkat ke lingkungan yang lebih luas. Buat diri kita berguna untuk orang lain. Buat supaya hidup kita nggak ngebosenin. Jangan sampai kita bosen hidup hanya gara-gara kita jenuh dengan kehidupan kita yang gitu gitu aja. Kenyataannya kan memang hidup ini minim perubahan. So, it&#8217;s time to make it different! Happy New Year guys!<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Gue nggak suka kembang api tahun baru,&#8221; ucap teman saya si pembuat status.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Kenapa?&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Yaah&#8230; elo liat aja status gue.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Gue juga nggak suka kembang api.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;Kenapa?&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="UIStory_Message">&#8220;SOALNYA MUUAHAAAALLL!!!&#8221;<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=609</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Call me a Loser..</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=604</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=604#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 21:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[

Jadi loser pasti nggak asik banget! Mana ada sih orang yang pengen terus-terusan jadi nggak penting? Okay, mungkin  tanpa kita sadari, disekeliling kita ada orang-orang yang memang dianggap loser sama temen-temen. Ada, tapi kayak nggak ada. Keberadaannya nggak akan berpengaruh apa-apa. Nggak enak banget kan jadi dia?
Saya tahu betul gimana rasanya jadi loser. Rasanya jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-605 aligncenter" title="n584823270_1046455_858" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/n584823270_1046455_858-225x300.jpg" alt="n584823270_1046455_858" width="246" height="329" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jadi loser pasti nggak asik banget! Mana ada sih orang yang pengen terus-terusan jadi nggak penting? Okay, mungkin  tanpa kita sadari, disekeliling kita ada orang-orang yang memang dianggap loser sama temen-temen. Ada, tapi kayak nggak ada. Keberadaannya nggak akan berpengaruh apa-apa. Nggak enak banget kan jadi dia?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu betul gimana rasanya jadi loser. Rasanya jadi nggak penting. Kalau saya ingat-ingat memang menyedihan banget. Kenapa? Karena saat itu, saya berusaha menutupinya dari orang tua saya. Maklum, mereka terlalu berlebihan bangga sama saya yang sebenernya bukan apa-apa di sekolah waktu itu. Mereka nggak tau betapa pendiamnya saya di sekolah, tidak sebawel saat dirumah. Mereka nggak tau betapa mindernya saya dengan teman-teman lainnya karena mereka cantik-cantik, punya barang bagus-bagus, dan lain sebagainya. Orang tua saya juga nggak tau kalau saya selalu kebingungan saat mau pergi dengan teman2 hanya karena saya merasa seperti babysitter yang sedang jalan bareng anak majikannya. Atau mereka juga nggak pernah tau kalau sering sekali saya diperlakukan &#8216;berbeda&#8217; dengan cewek-cewek populer di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sebuah kalimat menyakitkan yang keluar dari mulut salah seorang teman saya membuat pikiran saya terbuka. *mungkin nggak usah disebutin kali ya&#8230;karena saya malas mengingat kembali kejadian itu. Yah&#8230; meskipun kejadian itu yang merubah hidup dan pola pikir saya. Tapi yang jelas, saking sakit hatinya saya saat itu, dalam hati kecil saya berkata agak jahat, &#8220;Sekarang lo boleh ketawain gue. Tapi kita lihat beberapa tahun lagi, elo jadi apa dan gue jadi apa&#8230;&#8221; Dan kalimat itu yang selalu memotivasi saya sampai saat ini untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dan lagi&#8230; YA, SAYA NGGAK MAU JADI LOSER.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang pasti masih banyak orang-orang yang diperlakukan sama seperti saya waktu itu. Buat kamu, pesan saya adalah jangan mau terus-terusan jadi NOTHING. Kamu harus jadi SOMETHING. Kalau orang tua kamu tau kamu jadi loser di sekolah/kampus, mereka pasti sedih banget.  Coba buat orang tua kamu dan orang-orang yang kenal kamu benar-benar bangga sama kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya belajar dari apa yang pernah terjadi sama saya. Menurut saya, seseorang dianggap loser karena ia cenderung untuk jadi follower dan jarang banget ngeluarin ide baru. Selain itu juga karena mentalnya yang terlalu lemah untuk menghadapi segala kemungkinan buruk. Alias nggak berani ngambil resiko. Jadi, kalau kita nggak mau dianggap loser, kita harus lebih terbuka. Berani mengutarakan pendapat atau ide, berani mencoba hal baru, banyak berteman, jangan sombong dan  berusaha jadi diri sendiri. Kamu harus gali potensi apa yang yang ada di dalam diri kamu yang bisa kamu tonjolkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata nggak harus ganteng atau cantik untuk jadi seseorang yang &#8216;dianggap&#8217; di lingkungan kita. Kalau kita merasa nggak punya kelebihan apa-apa, mungkin kita harus bikin ciri khas sendiri supaya diinget sama orang. Banyak kok selebritis-selebritis yang punya fisik pas-pasan tapi bisa sukses. Dan banyak juga tokoh2 hebat yang dulunya pernah jadi loser tapi bisa jadi seseorang yang berjasa buat dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Thomas Alfa Edison penemu bola lampu pernah dianggap tuli dan bodoh. Einstein pernah dianggap idiot, Beethoven pernah dianggap sebagai pemusik yang nggak punya masa depan, Steven Spielberg pernah berkali2 di DO dan dimasukkan ke kelas anak-anak terlambat mental, Bill gates pun pernah di DO dari Harvard. See, mereka semua pernah jadi orang gagal. Tapi lihat mereka sekarang. Yang terpenting, jangan mau terus-terusan jadi looser. Kita semua berhak untuk jadi WINNER.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kalau memang saat ini ada orang yang menganggap kamu loser, coba bilang sama diri kamu sendiri,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Panggil gue loser sekarang. Kita lihat beberapa tahun lagi, elo jadi apa dan gue jadi apa&#8230;gue akan buktiin ke elo kalo gue bukan loser!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=604</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>X-Banner</title>
		<link>http://dyannuranindya.com/?p=571</link>
		<comments>http://dyannuranindya.com/?p=571#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 15:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[My Craziest Things]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyannuranindya.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[

Perkenalkaan kelinci baru sayaaa&#8230;. X-BANNER!!!
Huahaha&#8230; nama yang aneh untuk seekor kelinci. Sebelumnya saya mau cerita dulu asal muasal si banner.
Jadi ceritanya, waktu itu kantor saya membeli seekor kelinci untuk keperluan pemotretan untuk sebuah event. Rencananya hasil foto itu nanti akan diedit untuk digunakan sebagai materi publikasi (id card, X-banner, dll) karena untuk materi publikasi tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-598" title="pb060087" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/pb060087-300x225.jpg" alt="pb060087" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Perkenalkaan kelinci baru sayaaa&#8230;. X-BANNER!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Huahaha&#8230; nama yang aneh untuk seekor kelinci. Sebelumnya saya mau cerita dulu asal muasal si banner.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi ceritanya, waktu itu kantor saya membeli seekor kelinci untuk keperluan pemotretan untuk sebuah event. Rencananya hasil foto itu nanti akan diedit untuk digunakan sebagai materi publikasi (id card, X-banner, dll) karena untuk materi publikasi tersebut kita butuh foto yang high resolution. Nah, setelah sesi foto berakhir, terjadi percakapan sadis diantara teman-teman:</p>
<p style="text-align: justify;">teman 1:  &#8220;Kita masukin gudang aja, nggak usah dikasih makan biar mati pelan-pelan. Habis siapa yang mau ngurus?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">teman 2: &#8220;Kita potong aja. Bikin sate kelinci.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">teman 3: &#8220;Udah, taro aja di kurungan. Di diemin juga lama-lama mati&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">teman 4: &#8220;Dilepas aja. Ntar juga paling ilang atau ketabrak mobil.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar komentar-komentar sadis dari teman-teman, tanpa ragu saya pun langsung berkata, &#8220;NGGAK! MENDINGAN GUE BAWA PULANG!&#8221; padahal dalam hati saya sempet ragu juga. Saya kan ngekos. Kalau saya pergi kerja, siapa yang ngurus? Tapi saya nggak perduli. Yang penting kelinci itu harus saya bawa pulang!</p>
<p style="text-align: justify;">Okay, sebelum saya bawa pulang, saya mencari kardus bekas di gudang kantor saya. Kemudian saya buatin kelinci itu rumah-rumahan biar dia lebih nyaman. Setelah itu saya telpon mama&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">saya        : &#8220;Mah, aku punya hadiah untuk mama. Ada yang bisa ngambil nggak, di kosan aku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Besoknya, si X-banner dibawa mama ke rumah. Setidaknya saya lebih lega karena kelinci itu ada yang bisa mengurus karena mama saya selalu berada di rumah. Awalnya saya agak khawatir juga sih, karena dirumah saya ada 16 ekor kucing. Gimana kalo si X-banner malahan jadi santapan kucing-kucing saya???</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ternyata perkiraan saya salah. Karena terjadi persahabatan yang sedikit aneh menurut saya&#8230;.hahaha&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-596" title="foto0020" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/foto0020-300x225.jpg" alt="foto0020" width="191" height="143" /><img class="alignnone size-medium wp-image-595" title="foto0018" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/foto0018-300x225.jpg" alt="foto0018" width="191" height="143" /><span style="color: #888888;"><img class="alignnone size-medium wp-image-597" title="foto0022" src="http://dyannuranindya.com/wp-content/uploads/2009/12/foto0022-300x225.jpg" alt="foto0022" width="196" height="144" /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyannuranindya.com/?feed=rss2&amp;p=571</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
