Archives

now browsing by author

 

Niat baik yang nggak selalu ‘Baik’

Dalam hal pekerjaan, dari dulu saya senang sekali yang namanya giving the opportunity buat orang lain. Terlebih untuk mahasiswa yang baru lulus atau orang-orang yang jobless gitu. Karena saya sadar, banyak orang yang nggak mudah untuk mendapatkan sebuah kesempatan. Saya pun sering mengalaminya. Sering dipandang sebelah mata, dianggap lemah, dianggap kecil, dianggap tidak mampu, ah… sudah nggak kehitung berapa banyak kesempatan yang nggak bisa saya dapatkan karena hal-hal tersebut. Jadi saya harus bekerja sangat keras untuk bisa mendapatkan kesempatan-kesempatan yang saya harapkan. Lebih dari orang lain. Makanya ketika sebuah kesempatan diberikan orang kepada saya, maka saya berusaha sangat keras untuk memegang kepercayaan tersebut. Sayangnya, ketika saya melakukan hal yang sama kepada orang lain, memberikan kesempatan kepada mereka, kadang orang-orang tersebut meremehkan. Sehingga banyak pekerjaan yang mengecewakan. Sering terjadi kesalahan, deadline meleset, dan sulit dihubungi. Itu membuat saya sangat kesal dan kecewa. Saya termasuk orang yang ‘sangat bisa kompromi’ asalkan mereka memberitahu kendala apa yang mereka hadapi sehingga terjadi hal-hal tersebut di atas. Tapi kalau sama sekali menghilang. Saya harus ngomong apa sama klien? Alhasil, banyak sekali yang pada akhirnya membuat saya terkena imbasnya. Klien tidak mau memakai kantor saya lagi, atau meragukan kinerja saya. Apes banget kan?

Baru-baru ini sebuah project desain menghampiri saya. Karena kebetulan deadline saya lagi banyak-banyaknya, jadilah saya memberikan project itu ke beberapa orang anak-anak yang baru lulus kuliah desain. Sebelum memberikan tanggal deadline, saya bertanya pada mereka, “Kalian sanggup nggak nyelesaiin pekerjaan tanggal segini?”
Dengan semangat, mereka meyakinkan saya bahwa mereka menyanggupinya. Jadilah saya tanda tangan kontrak dengan klien. Dan kejadian yang menyebalkan itu pun terjadi.Tepat di tanggal yang sudah dijanjikan, ketiga orang itu mematikan HP-nya. Semua nggak ada yang bisa dihubungi. Jadilah saya ‘mau digantung’ sama klien. Dua hari kemudian, tiga orang itu mengirimkan email ke saya hasil pekerjaan mereka. Saya menegur mereka, tapi dalam batas yang sangat wajar.
Sehabis mengirimkan SMS teguran, saya jadi merenung. Mungkin ada benarnya dosen galak sama urusan pengumpulan tugas tepat waktu. Itu sebenernya melatih mereka ketika menghadapi dunia kerja nantinya. Dimana mereka nggak lagi berhadapan dengan dosen galak. Klien galak dan juga hukum karena menyalahi kontrak. Untuk orang-orang yang senang mengulur-ngulur pekerjaan, mungkin saat di kuliah dulu dosennya baik banget membiarkan mereka telat ngumpulin tugas:P Saran saya sih, jangan hal itu jadi kebiasaan. Karena akan berdampak buruk pada pekerjaan kalian. Belajarlah menghargai waktu dan menghargai orang lain. Lagipula klien mana peduli kalian habis putus sama pacar, atau begadang berhari-hari karena menyelesaikan tugas dari mereka? Ketika kalian sudah menyetujui deadline yang diberikan klien, itu artinya kalian harus memegang komitmen itu.
Jangan jadikan ‘baru lulus’ sebagai alasan, karena di luar sana banyak banget fresh graduate yang profesional layaknya pegawai berpengalaman.

YOUR CLOTHES ARE YOUR MEMORIES

Beberapa hari yang lalu saya baru selesai membereskan lemari pakaian. Rencana semula adalah untuk menyortir pakaian-pakaian yang sudah kekecilan atau jarang dipakai untuk disimpan ke dalam kardus agar isi lemari tidak terlalu penuh. Karena dulu seringkali kejadian pintu lemari yang nggak bisa ditutup atau punggung lemari yang jebol akibat overload pakaian di dalam lemari.

Akhirnya mama mengajarkan saya untuk melakukan metode: one in-one out. Jadi kalau saya mau menambah isi lemari, saya wajib mengurangi isinya juga. Ternyata metode itu cukup efektif. Setidaknya untuk saya.

Kembali ke kegiatan saya menyortir pakaian di lemari. Saya baru menyadari kalau sebuah lemari pakaian itu ibarat kotak kehidupan yang menyimpan berbagai kenangan. Setiap pakaian yang kita punya ternyata mampu bercerita.

Saya coba mengingat kenangan-kenangan melalui setiap pakaian di dalam lemari saya tersebut. Tiba-tiba rangkaian kisah masa lalu seperti menarik saya. Dari mulai pakaian yang saya gunakan ketika liburan ke suatu tempat yang indah, pakaian ketika saya reuni dengan kawan lama, pakaian ketika memiliki berat badan ideal, atau bahkan pakaian ketika saya nge-date pertama kali dengan pacar. Bahkan sedikit noda atau lubang yang mengotori pakaian saya pun bisa membuat saya mengingat sebuah kejadian.

Ya, semua pakaian punya kisah. Semua pakaian kita adalah saksi hidup kita.

Saya jadi berpikir, ternyata sebegitu berharganya sebuah pakaian bagi pemiliknya. Makanya nggak heran kalau pemilihan pakaian yang nyaman digunakan sama pentingnya seperti memilih make-up yang cocok untuk diri kita.

Baru-baru ini saya lagi nyaman memakai jumpsuit untuk berbagai kegiatan. Kenapa? Sssstt…. Saya kasih tahu ya, karena aktivitas saya yang lumayan padat setiap harinya, jadi saya mencari pakaian yang bisa nyaman dipakai seharian penuh dan dapat digunakan dalam segala situasi. Selain itu menurut saya, pakaian dengan jenis jumpsuit itu adalah ‘pakaian aman’ yang nggak akan membuat kamu saltum alias salah kostum. Triknya adalah jangan lupa bawa syal, kalung, jacket, atau anting yang sesuai. Jadi dalam satu hari, saya bisa terlihat seperti ganti-ganti gaya di acara yang berbeda. Brilian, kan? Yipiee…

DK070W Louis Long JumsuitCocolyn Sabrina Jumpsuit - Navywhite cross pleats jumpsuit

FYI, ternyata pakaian jenis jumpsuit sendiri dulu awalnya dibuat untuk para penerjun payung. Lalu berkembang untuk digunakan pada jenis kegiatan lain yang memerlukan gerakan ekstrim seperti pembalap, pekerja tambang, montir, dan lain sebagainya. Kalau dilihat-lihat sih, memang masuk akal mereka menggunakan jumpsuit untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Pasti karena kenyamanannya yang bisa menutupi seluruh tubuh dan penggunaannya yang nggak ribet. Bayangkan saja kalau kamu lagi terjun payung, eh… bukannya konsentrasi tapi kamu malah sibuk benerin baju yang tertiup angin. Bisa-bisa kamu nyangsang di atas pohon atau di atap rumah orang. Hihihi…

Model jumpsuit sekarang juga udah lebih bervariasi karena desainer-desainer pakaian sudah mulai membuat jumpsuit untuk rancangan mereka. Penasaran dengan berbagai macam model jumpsuit? Kamu bisa klik model baju jumpsuit MatahariMall. Kesan sporty namun tetap feminin membuat pakaian itu semakin banyak peminatnya. Bahkan kegunaannya pun juga mulai beragam. Selena Gomez adalah salah satu contoh selebriti dunia yang senang mengenakan jumpsuit di setiap konsernya.

Well, untuk kamu yang pengen nyari-nyari jumpsuit yang cocok untuk aktivitas seharian penuh, kamu bisa lihat-lihat model baju jumpsuit MatahariMall di MatahariMall.com. Lebih gampang daripada kamu harus keluar masuk toko untuk nyari pakaian seru ini

Setelah selesai mengurangi isi lemari, kayaknya saya akan mengganti isinya dengan beberapa potong jumpsuit. Mungkin saat ini ada baiknya kamu juga mencari waktu luang khusus untuk menyortir pakaian kamu di lemari. Siapa tahu kamu bisa menemukan kenangan-kenangan lama yang membahagiakan. Tapi kalau ternyata ada pakaian yang justru mengingatkan kamu akan kenangan sedih, kamu bisa masukkan pakaian itu ke dalam kardus, dan sumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, pakaian tersebut justru akan memberikan kebahagian untuk orang lain. Karena hal terbaik di dunia adalah jika kita mampu berbagi dan menciptakan kebahagiaan untuk orang lain.

So, mari menebarkan kebahagiaan…

Saatnya Bercerita

Oke, saya harus jujur sama kalian. Setelah sekian lama nggak menulis tulisan panjang, tiba-tiba tangan saya udah mulai kaku mengetik dengan laptop. Saya pun merasa kemampuan menulis saya menurun. Isi kepala saya rasanya mau pecah. Njlimet. Tanpa ketahuan di mana ujungnya.
Banyak sekali peristiwa yang terjadi dari sejak terakhir kali saya menulis blog. Tapi bingung harus cerita yang mana dulu ke kalian. Banyak hal menarik yang terjadi. Rasanya semua-semuanya pengen banget saya tuangkan ke dalam blog. Tapi kayaknya hal pertama yang harus saya lakukan adalah menyusun potongan-potongan peristiwa itu perlahan-lahan agar nggak bikin saya mendadak pengen bunuh diri saking pusingnya hahaha….

Sudah hampir dua tahun saya nggak nulis blog.Bukannya ngeles, tapi kayaknya saya lagi dalam masa perenungan panjang (Tsahelaah!) Banyak hal-hal yang membuat saya berpikir dalam-dalam tentang hidup. Sampai pada sebuah pertanyaan tentang… “Kenapa saya masih hidup sampai sekarang?”

Pernah nggak sih kalian berpikir seperti itu?
I mean, pernah nggak sih kalian bertanya-tanya apa sebenarnya tujuan Tuhan membiarkan kita untuk tetap berada di dunia?
Seorang kawan pernah bilang, “Kalo lo masih hidup di dunia, itu tandanya rejeki lo masih ada, pelajaran hidup lo masih kurang banyak, atau kebahagiaan lo masih ada yang belum terwujud.”
Apapun itu. Yang jelas, ada alasan penting yang Tuhan miliki untuk setiap makhluknya yang masih bernafas.

Kemarin, publik dikejutkan dengan kematian seorang aktor luar biasa, Robin William ~yang menurut Paris Hilton dia adalah seorang penyanyi, I think she was drunk! :))~ Agak terkesima ketika menyadari bahwa orang sekeren Robin William dengan karier menjulang aja bisa sampai bunuh diri. Apa yang membuat dia begitu ingin pergi meninggalkan dunia? Bukan saya aja yang kaget, semua orang, di seluruh dunia, bahkan untuk seekor Gorilla bernama popo (forgive me if i’m wrong) kaget atas berita kepergiannya.

Kasus Robin William menyadarkan saya pada satu hal, bahwa setiap manusia pasti punya masalah. Baik yang terlihat atau pun yang dipendam sendiri. Dan dalam hal ini, ada sesuatu yang terlihat ‘kecil’ tapi ternyata memberikan dampak yang cukup besar kepada kehidupan individu. Bercerita. Ya, bercerita pada orang lain, buku diari, atau blog ternyata menjadi penting di tengah masalah-masalah ruwet yang dihadapi manusia. Hal simple, tapi menurut saya akan mampu mengurangi angka bunuh diri di seluruh dunia.

Jadi…
berceritalah…
Selagi bisa…
Dan mungkin….
Robin William….
Lupa untuk…bercerita.

Ini soal tanggung jawab

Seorang teman menelepon saya hari itu.Perasaan heran langsung muncul di pikiran saya.Tumben banget dia nelpon?ade apee dunia?telepon itulah yang akhirnya membuat saya berada di tempat ini.Di atap kos-kosan teman saya. Saya memandangi cowok di sebelah saya heran.Tubuhnya terlihat lebih kurus. Sejak saya tiba, dia udah nangkring di atap kosannya, menghabiskan berpuntung-puntung rokok, dan menegak sebotol vodka.Pandangannya menerawang jauh.
“Yaelah, masih gini-gini aja lo!” sapa saya sambil membawa secangkir cofemix yang saya beli di warung sebelah.
Dia cuma nyengir.Sambil kembali menghisap rokoknya dalam-dalam.

Pathetic.Itu yang bisa saya ucapkan dalam hati ketika melihat teman saya itu. Sosok yang dulu begitu diidolakan banyak orang karena kecanggihannya bermain gitar,sosok yang dulu begitu sombong karena kecerdasan otaknya, digilai perempuan,dan doyan mem-bully karena kekuasaannya di sekolah.Tapi sekarang… Nothing.Semua korban-korbannya seakan membalaskan semua dendam padanya.Tertawa-tawa karena kondisinya saat ini yang…..nothing.

“Cariin gue kerja, Chiel.”
“Lha, kerjaan lo?”
“Kerja tetap maksud gue.Bukan kerja serabutan.”
Saya menghela nafas panjang.Kemudian menatapnya. “Kenapa?”
Dia menegak minumannya. Kemudian berjalan ke sudut atap.
Dalam hati saya mulai berguman, ‘duh! Kalau sampai teman saya begini,berarti masalahnya berat banget.’
“Cewek gue hamil,Chiel. Anak gue.”
Kaget.Sekaget-kagetnya. Tapi semua ekspresi saya tahan sebisa mungkin.Saya cuma diam.
“Gue salah. Biasalah, kebawa pergaulan anak mude jaman sekarang”
Dengan intonasi yang datar, saya bertanya, “Trus?Lo maunya gimana?”
“Gue akan tanggung jawablah.Gue dan cewek gue udah ngomong sama bokap-nyokap gue…”

Dalam hati saya amat sangat respect dengan keputusan yang diambil teman saya.Itu yang namanya lelaki.Dia bukan cowok bajingan yang ninggalin ceweknya, lepas tanggung jawab setelah tahu ceweknya hamil. Dan butuh keberanian luar biasa untuk mengakui semuanya.Itu yang saya salut dari dia.Meskipun nggak bisa dibenarkan juga perilaku “ngehamilin’ anak orang sebelum nikah.Gimana kalau jadi orang tuanya, pasti shock sampe ubun2.But anyway, itu pilihannya dia kan booo…ngapain saya ikut campur hidupnya die.Macem hidup saya bener aja ahaha… Hush!

“Hidup lo sempurna banget ya, Chiel..” ujarnya tiba-tiba.Bikin saya kaget sekaligus heran.
“Yassalaaam!!! kalo hidup gue sempurna, gue nggak mungkin ada di sini cuma untuk liatin elo mabok.Gue pasti udah naik ferari dan jalan-jalan ke Raja Ampat.Huahaha…” jawab saya.

Tapi dia diam saja.Kayaknya dia lagi nggak mau bercanda. “Menurut gue, semua orang punya kesempurnaan masing-masing dalam hidup.Yang penting tuh bersyukur.Kesempurnaan itu dinilai dari seberapa banyak kita mensyukuri hidup kita.Yakanyakan?”
“Tapi hidup lo rapih, Chiel. Ya..meskipun kelakuan lo rada sableng.” Dia nyengir sesaat.Kemudian kembali menghisap rokoknya.
“Ah.. lo gak tau aja klo hidup gue berantakan juga kayak muke lo!” jawab saya sambil cengengesan.
“Gw salah banget, Chiel.”
“Udah deeeh, nggak usah nyalahin diri lo mulu.Ini udah kejadian gitu.Pertama,elo udah ngaku salah.Kedua,elo udah tanggung jawab.Ketiga,lo udah mikirin masa depan buat elo dan keluarga baru lo nanti.Nah, tinggal elo melakukan tugas lo dengan baik sebagai kepala keluarga nanti sebagai bentuk menebusan dosa lo.Dan ini…musti berhenti ini…”ujar saya sambil mengambil botol minumannya.

Saya menatap teman saya. Saya tahu dia bandel amit-amit dari jaman dia sekolah dulu.Rusuh, asal, berantakan. Tapi hey… Malam ini saya melihat sebuah kedewasaan didirinya.Saya bukan orang tua dia yang berhak menghakimi atas perilakunya. Tapi, menurut saya, inti dari semua itu kan masalah tanggung jawab.Tanggung jawab dari sebelum dia melakukan, dan setelah dia melakukan. Tanggung jawab antara dirinya dan orang-orang yang berkaitan, serta tanggung jawab dengan Tuhan pastinya. Ketika ia dan ceweknya telah pasang badan untuk bertanggung jawab, apa yang harus dipermasalahkan?malu?malu itu bukannya bagian dari tanggung jawab juga?Toh semuanya udah terlanjur kan?mau nggak mau ya harus dihadapi. Kita hidup di dunia ini aja akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat nanti yakanyakan?maaf saya sok tau… Tapi… Entahlah.Saya cuma berkomentar.Yang jelas, semua orang punya prinsip dan jalan hidup masing-masing.

Kejadian ini sudah setahun yang lalu terjadi.Dan teman saya ini telah memiliki anak yang luarbiasa lucunya.Dan saya bangga luar biasa karena dia telah berubah menjadi sosok ayah yang baik untuk anaknya.Maaf, saya menceritakan kisah ini semata-semata untuk menarik pelajaran berharga soal tanggung jawab:)

Sweet…Sweet…Sweet

20120811-223205.jpg

Saya menulis postingan ini di salah satu sudut danau di UI.Salah satu tempat favorit saya utuk menulis dan duduk-duduk bego untuk berpikir banyak hal.

Sore ini, tiba-tiba saya teringat dengan kejadian-kejadian sweet yang pernah terjadi di dalam hidup saya.Kejadian yang selalu membuat saya senyam-senyum sendiri kalau mengingatnya.

Buat kalian, terutama yang pernah merasakan pacaran, pasti punya kejadian ‘sweet’ masing-masing.Dan percaya deh, salah satu cara yang paling ampuh untuk saling setia adalah dengan mengingat hal-hal manis yang pernah terjadi diantara kalian berdua.Yaah… Meskipun ujung-ujungnya kalau terpaksa harus pisah emang bakalan nyakitin hueee….

Anyway,terus terang,saya termasuk orang yang agak absurd memandang sebuah kejadian ‘sweet’. Saya lebih percaya kalau romantis (huek!) itu lebih karena moment yang tepat.Kalau momentnya nggak tepat,mau dikasih bunga mawar satu kontainer juga tetep aja nggak ngefek apa-apa. Makanya beberapa cowok yang niat PDKT ke saya suka salah taker.Niatnya mau romantis,yang ada saya malah ilfil. Hahaha… #emaap

Dulu pernah ada satu cowok yang (entahkenapa) membuat teman-teman cewek saya pada mupeng dengan perilaku yang dia lakukan.Sementara saya cuma garuk2 kepala bingung.Jadi ceritanya gini, waktu itu cowok itu menjemput saya ke salah satu acara ultah temen.Ceritanya dia mo PDKT.Dia memang sengaja nggak masuk ke dalem ruangan.Dia cuma nungguin saya di parkiran.Langsung deh ya, tuh temen-temen saya pada kepo.Mereka sok-sok nganterin saya keluar,padahal mau cengar-cengir sama cowok itu.Dasar! Ketika saya keluar,temen-temen saya udah pada bisik-bisik soal mobil yg dibawa oleh cowok itu.Ya,dia kebetulan membawa mobil yg ‘terlalu’ mewah hanya untuk menjemput saya (-1).Trus masuklah saya ke mobilnya.Asli,kalian boleh bilang saya kampungan.Tapi saya emang nggak pernah nyaman naik mobil terlalu mewah.Saya nggak jaim.Justru saya memperlihatkan betapa kampungannya saya di dalam mobil itu.Dan…helooow…. Dia bawa bunga aja lhooo buat saya (-1) Kemudian sepenjang perjalanan, dia menyetel lagu2 melow yang membuat saya—-pengen jedotin kepala ke dashboard dan loncat keluar lewat jendela mobil— yang jelas malem itu dia bilang klo dia laper.Dia nanya apa saya tau tempat makan yang enak,saya geleng kepala.Trus dia nelpon temennya untuk nanya.Kemudian dibawalah saya ke sebuah restaurant.Dan… Itu adalah restaurant mewah aja lhoooh… Tamu2nya yang lain pada pakai gaun dan jas gitu… (saya lupa tempatnya.Tapi klo gak salah itu kawasan senopati) dan…skip!

Intinya adalah kencan yang direncanakan oleh cowok itu gak berhasil membuat saya menerima dia menjadi pacar saya.Karena terlalu berlebihan.Bukan saya banget.Tapi kami masih berteman sampai sekarang.

Nah,postingan kali ini saya mau share tentang hal-hal ‘sweet’ yang pernah saya alami dengan teman cowok saya.Lagi-lagi, ini versi saya lho…jadi kalau bikin kalian mengerutkan dahi, ya maap! Hehe…

1.Sweet itu ketika saya diajak seorang cowok untuk buka puasa bareng.Makanannya si pizza hut biasa.Tapi…tempatnya itu adalah restaurant pizza hut yang bangunannya udah kuno banget. Didirikan pada jaman kolonial Belanda.Dan lucunya, kami justru bawa pizzanya keluar resto untuk makan di emperannya. karena dari sana bisa liat lampu2 jalanan malam hari di wilayah kota yang indah banget :)
2.Sweet itu ketika lagi boncengan motor trus motor yang dinaikin tiba-tiba mogok malem-malem. Dan kami terpaksa berjalan kaki sambil mencari tempat tambal ban terdekat sambil ngobrol-ngobrol.Dan pas nunggu motor di tambal itu juga menyenangkan:)
3.Sweet itu ketika membuat video bodoh berdua.Bodoh sebodoh-bodohnya:)
4.Sweet itu ketika nekat menerobos hujan naik motor.Dan saya memeluk dia karena tubuh saya menggigil kedinginan.
5.Sweet itu ketika ada yang membawakan sarapan saya pagi-pagi karena saya sakit.
6.Sweet itu ketika diajak ngobrol berjam-jam di pinggir jalan sambil minum kopi hangat atau makan angkringan di pinggir jalan.
7.Sweet itu ketika tangan saya digenggam ketika lari bersama melewati jalan panjang.
8.Sweet itu ketika mendapat kecupan hangat yang sekilas dan tiba-tiba
10.Sweet itu ketika pasangan saya rela diajak jalan kaki jauuuh banget cuma untuk nemenin saya melihat hal-hal yang pengen saya lihat.
11.Sweet itu ketika sama-sama seru ngeburu barang-barang murah di pasar.
12.Sweet itu ketika jalan-jalan ke tempat baru
13.Sweet itu ketika ada yang memanggil saya dengan nama kesayangan :)
14.Sweet itu ketika menonton film bersama dan dia nggak marah ketika saya tertidur ditengah-tengah film di dadanya…
15.Sweet itu ketika dia sukarela memberikan lengannya untuk saya endus2 (haha!)
15……..banyak banget kayaknya

Well, itulah sweet versi saya.Bingung kan???huahaha…. Hush! Sorry, postingan ini rada nggak penting.Abisan kiri-kanan saya sepertinya banyak yang lagi jatuh cintroong dan (mungkin) sedang mengalami hal-hal sweet dalam hidupnya.Versi mereka masing-masing tentunya:)