My Little Teacher

20120629-205150.jpg

Buat kalian yang follow twitter saya, pasti kalian udah tahu anak tetangga saya yang sering saya masukan fotonya di banyak twit saya.Postingan kali ini saya mau cerita tentang dia…
Mungkin kalau disuruh menyebutkan siapa salah satu orang yang berjasa terhadap naluri keibuan saya,saya akan menjawab dia.Well, secara nggak langsung, dia adalah guru saya.My little teacher…
Dia adalah berkah di keluarganya.Gimana nggak berkah, dia dan kakaknya beda 20 tahun.Ibunya nyaris berusia 50 tahun ketika melahirkan dia.Karena ibu-bapaknya kerja,dan kakak-kakaknya kuliah, sehari-harinya dia lebih sering berada di rumah dengan pembantu rumah tangganya.

Anak itu begitu pintar.Pemikirannya jauh diatas rata-rata anak seusianya yang baru 3 thn.Dia senang bertanya tentang banyak hal secara mendetail.Kalau nggak sabaran, pasti bawaannya emosi nanggepin segala ucapannya.Tapi anehnya, saya seneng-seneng aja menjawab setiap kali dia bertanya apapun sesuka hatinya.
Pagi hari, dengan wajah baru bangun tidur dan piyama yang dikenakannya, dia naik ke kamar saya untuk membangunkan saya yang sedang bermimpi.Dia pasti membuka pintu kamar dan berteriak, “Mbak Dyan Banguuuuun!!!!”
Biasanya saya langsung beranjak dari tempat tidur dan memeluk dia.Dia balas memeluk saya dengan erat sekali.Habis itu saya mengajaknya bermain apapun yang ada di kamar saya.Dan dia mulai bertanya banyak hal…saya suka:)

Sekitar pukul 8 pagi, biasanya saya menyuruhnya mandi.Dia susah sekali disuruh mandi.Biasanya saya akali dengan bilang, “kita main air yuuk”.Sering kali dia meminta saya yang memandikannya.Entahlah.Dia nggak terlalu nyaman dengan pembantu di rumahnya sepertinya.So, jadi saya mengambil pakaian ganti dan peralatan mandi di rumahnya, dan merebus air hangat untuknya.Dia sangat penurut ketika saya memandikan,menyabuni,mengeramasinya.Setelah selesai,saya handuki dia dan saya gendong keluar kamar mandi.Sekarang saya sudah mulai telaten membedakinya dengan talc,minyak telon,mengenakan pempers,kaos dalam,pakaian, dan menyisir rambutnya.Dulu waktu awal-awal justru dia yang mengajari saya bagaimana memasangkan pempers.Dia merebahkan dirinya dan memberikan instruksi pada saya, “ini di tempel sini Mbak Dyan…ini yang ada gambarnya di depan, bla..bla..bla..”

Habis mandi, saya kembali menemaninya bermain.Dia biasanya mengambil mainan di rumah dan membawanya ke rumah saya.Sambil main,saya sering membuatkannya bubur sehingga bisa saya suapi sambil bermain.Setelah perutnya kenyang, biasanya dia minum banyak obat dan vitamin.Sangat menyenangkan karena dia nggak membenci obat:)

Sekitar pukul 10, biasanya dia udah capek.Dia akan meminta gendong saya, menempelkan kepalanya di pundak saya dan bilang, “Mbak Dyan…mau bobo…” maka saya antarkan dia pulang hingga tempat tidur.Dia senang menonton tv hingga terlelap.Sweet-nya, sebelum bobo dia seringkali memeluk saya, mencium pipi saya dan berkata, “Aku sayang Mbak dyan…”

Kalau dia sudah bobo, biasanya saya siap-siap untuk pergi.Saya nggak bisa pergi kalau dia masih bersama saya.Entahlah.Suka nggak tega ninggalinnya.Dia jarang sekali menangis. Kalau sampai menangis,biasanya itu karena hal yang sangat fatal.Pernah satu kali dia menjerit menangis malam hari.Pembantunya datang ke rumah saya dan bilang, “Mbaka dyan,maaf…itu faw kakinya berdarah kena beling.Dia teriak-teriak manggil-manggil Mbak Dyan…” saya langsung cemas ketika itu.Dan benar saja…darah berceceran dimana-mana.

Itulah sekilas cerita tentang anak tetangga saya.Saya begitu sayang dengannya.Mungkin juga karena saya menyukai anak kecil.Tapi secara nggak langsung, dia sudah menjadi guru buat saya.Mengajarkan saya bagaimana bersabar…..bagaimana mengurus anak.Saya meyakini kalau semua orang adalah guru di kehidupan.Semua orang bisa memberikan pelajaran berharga untuk kita. Termasuk seorang anak kecil berusia 3 tahun yang telah menjadi guru bagi cewek cuek nan kece ini hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *