TRAUMAAA!!!

20120616-142239.jpg

Denger kata itu kesannya emang “horor” banget.Tapi kenyataannya nggak seseram itu.Hampir semua orang memiliki trauma atau ketakutan berlebih akibat sebuah pengalaman menyakitkan di masa lalu. Saya pun begitu. Terus terang, masa kecil saya penuh dengan sakit hati yang akhirnya patut saya syukuri karena itu justru membentuk saya menjadi figur yang lebih kuat dan tahu artinya bekerja keras.Masa kecil saya selalu diremehkan dan selalu diposisikan jadi yang sekian diantara pilihan yang ada. Saya tidak lucu,tidak juga menggemaskan.Bahkan kulit saya hitam terbakar sinar matahari. Saya bukan anak kecil yang akan membuat orang-orang mencubit gemas jika melihat saya.Saya mengagumi banyak orang karena penampilan dan keberuntungannya yang bertolak belakang dengan saya.Tapi anehnya, banyak orang-orang yang saya kagumi justru merendahkan saya waktu itu.Dan saya menerima hal itu sebagai sebuah takdir…(apess!)

Tapi suatu ketika saya menyadari satu hal. Saya menyadari kalau ketika saya lahir ke dunia ini, itu tandanya Tuhan punya rencana hebat untuk saya sehingga Ia memilih saya untuk lahir ke dunia ini. Saya terpilih untuk layak hidup mengalahkan jutaan calon-calon bayi yang ada.Tuhan memberikan saya kemenangan pertama disaat saya masih berupa sel. Itu tandanya,saya pasti bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang orang lain bisa lakukan.

Semakin kesini, trauma masa kecil saya memudar dengan sendirinya. Prinsip itu begitu kuat mempengaruhi hidup saya.Jatuh-bangun kehidupan saya hadapi dengan santai.Saya pelajari semua kesalahan, dan mencoba memperbaikinya perlahan. Kalau masih gagal, ya berarti memang saya belum sanggup melakukan itu. Jadi musti belajar dan ujian lagi :p

Pada dasarnya, trauma atau apapun bentuk ketakutan dalam diri manusia itu dipicu oleh manusia itu sendiri.Bagaimana pun juga, hidup itu kan harus terus berjalan,Genk! Jadi kalau trauma nggak berusaha dihadepin ya lama-lama hidupnya selalu merasa nggak aman.

Salah satu orang terdekat saya punya trauma sama petir.Kalau hujan turun barengan sama petir, kulitnya yang putih bisa langsung berubah jadi merah,air matanya keluar,dan jejeritan gitu.Katanya, dulu dia pernah melihat petir tepat menyambar di hadapannya. Ketika gempa melanda Padang tepatnya. Semenjak saat itu dia selalu dateng ke psikiater untuk mengatasi traumanya itu. Tapi udah bertahun-tahun dia menjalani terapi, traumanya tetep nggak ilang-ilang.Karena percaya atau tidak, ternyata justru alam bawah sadarnya masih mengingat terus kejadia buruk itu.

Seorang teman saya yang memang ahli hipnoterapi bercerita pada saya suatu hari. Kalau apa yang ia lakukan pada dasarnya bukan untuk menghilangkan ingatan seseorang akan kejadian buruk yang menimpanya. Tapi dia hanya membantu pasiennya untuk bisa ‘deal’ dengan kejadian buruk itu karena hal tersebut memang pada dasarnya nggak bisa terpisahkan dalam perjalanan hidup seseorang.

Teman saya itu memberikan contoh salah satu pasiennya. Dia adalah seorang bos salah satu perusahaan minuman besar di Indonesia. Pada awalnya, setiap kali memulai bisnis, dia selalu gagaaaal terus.Dua kali, tiga kali, nggak pernah ada yang berhasil.Lalu dia mendatangi teman saya. Dan baru ketahuan kalau di dalam hati kecilnya, dia memiliki trauma masa lalu yang terpendam. Orang itu pun merasa sudah melupakan trauma itu. Tapi ternyata hal itu masih membekas jauh di lubuk hatinya yang tanpa ia sadari mempengaruhi perilakunya saat ini. Kawan saya membantunya ‘deal’ dengan masa lalunya itu. Dan sekarang,pasiennya itu sukses besar sebagai pengusaha minuman ringan di asia tenggara.

See, sebenarnya trauma itu adalah soal keikhlasan. Bagaimana kita bisa ‘deal’ dengan kenyataan yang terjadi. Memang susaaaahh banget menjalani itu. Sampai detik ini pun,masih ada kejadian-kejadian masa lalu saya yang belum bisa saya ikhlasin. Tapi saya yakin, kalau kita punya niat untuk belajar mengikhlaskannya, pasti bisa. Mungkin salah satu caranya adalah dengan bantuan orang yang kamu sayang…… *jiaahhh ujung-ujungnya ngarep*… semangaaatttt Genk!!!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *