Catatan kecil di tempat tidur

20120616-182803.jpg

Kamu tau, cuma perasaan yang bisa bikin kita sakit…”

Ucapan seorang teman pada suatu ketika..Saya teringat ucapannya di motor waktu itu ketika saya terbaring lemah di tempat tidur.Ya, saya sakit saat ini.Saya tahu deadline tesis ini betul-betul membuat semua pikiran dan tubuh saya melupakan banyak hal.Saya lupa makan, lupa berinteraksi, lupa memikirkan hati…saya lupa. Sudah beberapa hari saya ditinggal di rumah sendirian.Mama-Papa pergi ke luar kota.Kakak saya memang sudah nggak tinggal di rumah ini semenjak menikah.Dan saya…sendiri.
Saya tahu kalau suatu saat saya akan tumbang.Bukan hanya karena fokus mengerjakan tesis ini.Tapi kepala saya juga penuh dengan segala macam pikiran.Betul kata dia, tenaga saya sudah terbiasa menghadapi tekanan.Fisik saya cukup kuat untuk bertahan.Tapi memang perasaan yang membuat saya tumbang.

Malam itu saya menangis di kamar saya.Kepala saya pusing, saya habis muntah.Saya tahu ini karena saya lupa makan dan beberapa hari terus menatap layar monitor.Dan saya baru menyadarinya ketika ini terjadi.Sampai saya berpikir,kalau tiba-tiba saya mati hari itu,mungkin butuh berhari-hari sampai mayat saya ditemukan:P
Saya menangis bukan karena tumbangnya fisik saya.Tapi karena saya lagi tertekan.Saya kangen *tutup muka pake tangan*.Entah pantas atau enggak saya mengakui hal itu. Karena saya merasa sedang melakukan self abuse.Karena saya tahu orang yang saya kangenin nggak merasakan hal yang sama.Kalau dia juga merasakan,pasti dia akan mencari saya,atau setidaknya menanyakan keberadaan saya.Tapi saya tahu kalo saya nggak seberharga itu.Saya aja yang ge-er ahahaha…

Malam sebelumnya,saya sangat uring-uringan. Saya kangen,tapi saya cemburu.Saya pengen dia ada di sebelah saya.Saya pengen melihat mukanya dari dekat.Muka nyebelinnya tapi selalu bikin saya ketawa.Muka yang setiap bertatapan selalu saya doakan agar tersenyum.Karena dia terlihat cakep kalo tersenyum.Hey,buat apa saya cemburu?toh dia sudah terbiasa dikelilingi wanita-wanita cantik di luar sana.Memberikan harapan-harapan yang mungkin sama seperti yang dia berikan pada saya.Kalau dia jadi pacar saya,apa saya bisa tenang?Apa jangan-jangan dia cuma pura-pura jadi pacar saya biar memberikan jarak pada wanita-wanita lain?lho,jadinya saya cuma dimainin dong?Trus gimana?trus kenapa?trus…trus…trus…?

Okay, cukup sekian berkhayalnya ya,Dyan.Sekarang dia sedang sibuk membubuhkan tanda tangan pada dada gadis-gadis itu.Saatnya matiin tv.Kepala saya pusing sekali.Demam ini nggak turun-turun.Tapi benar kata teman saya, cuma perasaan yang bisa bikin saya sakit.Ya, saya memang sedang kangen…… Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *