Yess, Iam Indonesian.

5373_119208987890_742302890_2421544_5641426_n1

28 Oktober yang lalu kita memperingati hari sumpah pemuda. Sumpah pemuda dalam arti sebenarnya. Bukan kata ‘sumpah’ yang saat ini sering kali diplesetkan menjadi, ‘sumpe lo?’ yang justru mempunyai makna tidak serius atau remeh.
Sumpah pemuda tahun ini justru membuat saya bertanya dalam hati, masih adakah nasionalisme dalam diri pemuda saat ini? Terlebih lagi ketika saya melihat berita di tv yang meliput tawuran pelajar pada hari yang sama.Edan!Gimana mau berjuang demi bangsa dan negara?Sama-sama satu bangsa satu tanah air aja berantem. Ibaratnya, nggak usah negara luar mengirim rudal, nggak usah kirim tentara perang, atau nggak usah kompeni dateng ke Indonesia pun lama-lama negara ini ancur sendiri karena kelakuan anak bangsanya. Miris.
Saya heran kenapa Tanah Air saya bisa seancur ini. Padahal negara mana yang nggak mengakui kalau Indonesia itu negara kaya?keanekaragaman flora dan fauna mana yang bisa mengalahkan Indonesia?budaya negara mana yang sebanyak budaya Indonesia?
Apa justru karena faktor itu yang membuat Indonesia semakin lama semakin ancur? Karena masyarakat Indonesia terlalu terlena dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Terbuai hingga akhirnya tertidur tanpa tenaga. Terlalu malas untuk mengembangkan potensi yang ada.Apalagi menjaganya.
Hey Wake Up guys! Harus berapa generasi lagi setelah band cokelat berteriak-teriak menyanyikan lagu bangun pemudi-pemuda agar kita bangun dan menyadari kalau negara Indonesia butuh kita? Jangan hanya bisa ngomel setiap hari. Kasihan Pak Presiden yang setiap hari dihujani kritikan yang kadang menyayat hati. Beliau manusia juga yang punya perasaan. Beliau pasti pusing memikirkan berjuta-juta kepala dan berjuta pemikiran yang berteriak kearahnya. Kita aja yang kadang hanya memimpin kelompok di sekolah atau kampus sering mengeluh dan stress sendiri. Apalagi beliau yang memimpin sebuah negara. Kebayang kan gimana pusingnya?
Kalau ingin negara kita maju, ya jangan egois. Jangan kayak bayi yang bisanya cuma berteriak menangis hanya untuk mencari perhatian. Saya yakin bahwa kita semua, bangsa Indonesia ini adalah orang-orang yang mampu bersikap dewasa dan mampu untuk menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari bangsa ini.
Kalau kalian merasa pemerintah terlalu lamban untuk melakukan sebuah perubahan, atau kalau kalian punya ide untuk kemajuan bangsa ini, wujudkan ide itu menjadi nyata. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk bangsa Indonesia. Jangan cuma bisa mengkritik dan nunggu pemerintah untuk melakukan itu. Yang ada malah negara ini keburu porak poranda. Sekecil apapun usaha yang kalian lakukan,pasti akan berdampak pada bangsa ini. Nggak perlu jadi anggota DPR kok untuk bikin Indonesia menjadi bangsa yang besar. Nggak perlu jadi profesor, berduit banyak, atau jadi idola kampus untuk menjadi pahlawan untuk bangsa ini. Kalian bisa memulainya dari diri kalian sendiri. Bayangkan seandainya tindakan positif kalian untuk bangsa ini berhasil menginspirasi lima orang teman kalian. Kebayangkan kalau lima orang itu akan menularkan ilmu yang kalian berikan kepada lima orang lagi dan lagi. See, kalian sudah bisa dibilang sebagai pahlawan. Pangeran Diponegoro pasti akan tersenyum melihat apa yang kalian lakukan dan merasa nggak sia-sia berjuang untuk bangsa ini. Nggak usah mikir yang ribet-ribet dulu, lakukan saja apa yang ada di depan mata.
Sudah saatnya para remaja bangkit untuk bisa membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bisa membuat seluruh rakyatnya hidup aman, damai dan sejahtera. Emangnya kalian nggak kesel karena selalu diremehkan dan di cap negatif karena banyaknya kasus narkoba, tawuran, dll yang sebagian besar dilakukan oleh para remaja. Saatnya kita rubah pandangan negatif dan pandangan ketidakpercayaan masyarakat Indonesia terhadap kita. Ingat, kita adalah part of Indonesia. Kita nggak bisa terus-terusan menjadi penonton, tapi kita harus menjadi bagian dari pemain utama di negeri ini.

Ingat kalimat yang pernah diutarakan oleh Soekarno, “Beri aku tujuh pemuda! aku akan ubah dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *