Sorry, Cinta gue nggak bisa dibeli…

“Elo terlalu pilih-pilih sih, Ciiil…”

“Ya iyalah gue pilih-pilih. Manusia kan memang harus bisa memilih. Surga-Neraka aja itu pilihan kan? tergantung gimana caranya elo mendapatkan pilihan yang elo mau itu. Ya elo musti berkorban. Kalau elo mau ngedapetin cewek, elo kan harus berjuang. Jangan pasrah sama keadaan. Yang ada malahan keduluan yang lain hahaha…”

Haha… lagi-lagi masalah pengorbanan. Obrolan ‘nggak penting’ itu terjadi saat saya dan teman-teman sedang mengompori salah satu teman saya yang ingin ‘menembak’ seorang cewek. Lantaran abis dikomporin oleh kami, dia malahan gantian menghujani saya dengan banyak pertanyaan. Begini cuplikannya:

“Pilih-pilih pasangan emang wajar, Cil. Tapi pilihan lo terlalu susah. Terlalu ajaib. Lo suka minoritas.”

“Ya kan elo tau sendiri kalau gue suka yang lain daripada yang lain. Yang unik. Gue nggak suka cowok-cowok tipikal yang ada di novel-novel teenlit.” (Wooops, lupa kalo saya penulis teenlit haha…)

Banyak orang yang selalu menuntut pasangannya cakep, keren, tajir, baik, pengertian, bisa inilah bisa itulah. Man, kalo kayak gitu mah nggak bakalan ada habisnya. Yang ada malahan kita jadi gampang ilfil kalo dia bertindak nggak sesuai yang kita harapkan. Lagian mana ada sih, orang yang sempurna?Kita aja nggak sempurna.

Justru itu, sebenernya kesempurnaan dalam berpasangan itu bisa diraih kok. Saya berpikir, kalau kita berawal dari sebuah ketidaksempurnaan bukannya sebuah hubungan jadi semakin indah? Jadi kita dan pasangan kita yang tadinya sama-sama nggak sempurna, ketika bersama bisa bareng-bareng introspeksi, bareng-bareng belajar untuk menjadi sempurna.

Kalau kita bercermin dan melihat kesempurnaan yang ada di dalam diri kita sebanyak 50%, ya jangan nuntut pasangan kita punya 100%. Bukannya akan lebih indah kalau kita punya 50% dan dia punya 50%?Jadinya kita punya 100% (halah! kok jadi itung-itungan sih?kayak mau buka toko. Haha…)

Anyway, lepas dari itu semua, paling enak itu jadi diri sendiri. Baik kalian itu cewek atau cowok, kalau kita jadi diri kita sendiri, kedepannya dalam menjalin hubungan pasti bakalan lebih seru. Lebih banyak cerita.

“Tapi gue lagi bokek.” itu ucapan teman saya ketika saya dan yang lain terus mengompori dia ahahah.

“Ini bukan sepenuhnya masalah harta. Tapi ini soal kreativitas. Soal gimana caranya membuat ‘dia’ suka sama elo. Nggak perlu ke restaurant mahal, nggak perlu bawa mobil ferari, dan nggak perlu ngasih perhiasan mahal untuk bisa bikin cewek yang elo taksir nerima elo kok. Yah, kecuali kalo ceweknya matre gila! Huahaha…. Kalo ditolak, aaah… itu mah biasa.”

“Berarti gue musti bikin sesuatu yang OK buat nembak dia. Lo ada ide?”

“Yee…. emangnya gue yang mau nembak? Pikir sendiri doong. Yang penting, elo harus melaluinya dengan gagah berani. Itu baru yang namanya lelaki…”

Saya berkata dengan wajah berusaha serius. Sementara teman-teman saya yang lain ngakak nggak berhenti-berhenti lantaran wajah teman saya itu penuh dengan konsentrasi tingkat tinggi mendengar petuah sesat saya hahaha.. SUKSES YA, BRO!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *