Cukup gitar, kopi dan kita bernyanyiii….

0wpid-kopi-tubruk

Drugs, ganja, alkohol dan rokok bukan barang baru buat saya. Eiiiittss jangan salah sangka dulu. Saya tidak mencoba apalagi mengkonsumsi keempatnya dan tidak pernah mau untuk mencobanya! Dari dulu saya memiliki prinsip sendiri untuk masalah itu. Saya tidak mencoba bukan karena larangan untuk mencoba. Tapi karena memang saya yang tidak ingin mencobanya. Karena saya tahu benda-benda tersebut bisa merusak hidup saya.

Tapi tak saya pungkiri kalau di lingkungan saya, beberapa teman ada yang menggunakan  benda-benda itu. Ironis memang. Tapi biarlah. Itu pilihan mereka. Toh selama ini mereka sangat menghormati saya yang memang dari awal kenal sudah diklaim bersih dari benda-benda SETAN itu. Saya pun tak henti-hentinya menasehati mereka agar segera meninggalkan benda SETAN tersebut. Saya tak pernah merasa takut dengan mereka. Apalagi menghindari. Entah mengapa justru saya amat sangat dekat dengan mereka. Bahkan sampai detik dimana mereka memutuskan untuk berhenti dari benda-benda keparat itu.  Thanks GOD!

“Gue kan nggak mau temen-temen gue kelamaan tolol. Gue juga nggak mau elo semua cepet koi’t. Mendingan juga ngopi sambil gitaran.”

Itulah kata-kata saya waktu itu. Kata-kata yang menurut mereka terdengar polos tapi sanggup membuat mereka menyadari kalau saya menyayangi mereka. Lepas dari hal-hal negatif yang mereka lakukan, ada banyak hal positif yang bisa saya acungkan dua jempol untuk mereka. Mungkin rasa setia kawan, rasa solidaritas, toleransi dan cara mereka menghormati wanita yang membuat saya merasa betah berteman dengan mereka. Percaya atau tidak, tidak ada satupun dari teman-teman saya itu yang pernah berkata kasar pada wanita atau menyakiti wanita. Mereka tak pernah membiarkan saya pulang kerumah sendirian, menemani saya seharian jika saya sedang sedih, patungan hanya untuk memberikan saya sebuah hadiah, mengantarkan makanan dan obat ketika saya sakit, dan banyak hal yang membuat saya selalu berdoa agar mereka mendapatkan jodoh yang baik hatinya. Mereka tak pernah membiarkan saya merasa kesepian atau sedih.

Mungkin mereka salah satu dari teman-teman terbaik saya. Teman terbaik? Yups! Dari semua teman-teman yang saya miliki, mereka adalah teman-teman yang selalu bisa menghibur saya dengan celetukan-celetukan khas mereka, menemani saya di  hari yang membosankan dengan segelas kopi dan sebuah gitar di tangan. Kami biasa bernyanyi memecah keheningan hari sambil sesekali menceritakan hal pribadi masing-masing. Banyak orang yang menganggap kalau refreshing harus ke cafe, clubbing, atau jalan-jalan ke luar negeri. Tapi buat kami sebuah gitar dan segelas kopi saja sudah cukup membuat hati kami riang gembira…hahaha…

Setelah lulus kuliah dan  bekerja, saya tak pernah lagi bertemu dengan mereka. Entah seperti apa mereka saat ini. Hingga suatu hari dengan isengnya saya mampir ke tempat kami biasa berkumpul. And you know what??? Mereka masih disana.  Lengkap. Sama seperti dahulu. Tidak berubah sama sekali.  Wajah yang tersenyum, sebuah gitar di tangan, sebatang rokok, dan tak ketinggalan secangkir kopi yang masih berasap.

“Woy Chie! Kemana aja?? Sini…. Ayo kita ngopi sambil gitaran!!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *