Proud to be yourself

dsc0012j

“Lo sekarang fitnes, Le?”

“Iya nih. Gara-gara kemarin nonton film New Moon sama cewek gue, dia jadi nyuruh gue fitnes biar badan gue bisa kayak si Jacob.”

Saya hanya tertawa mendengar ucapan teman saya itu. Padahal dalam hati saya heran juga. Masalahnya teman saya itu termasuk orang yang males olahraga. Apalagi ikut fitnes!  Masa bisa-bisanya dia ikutan fitnes cuma gara-gara impian pacarnya yang menginginkan punya pacar bertubuh six pack kayak si Jacob di film New Moon itu. Fitnes kan buat badan sehat.  Yah, gak apa-apalah setidaknya tubuhnya jadi bisa lebih sehat dengan dia ikutan fitnes. Sukur-sukur bisa beneran jadi kayak Jacob. Cuma agak susah juga membayangkan tubuh pendek-kecil-kurus kerempengnya berubah menjadi berotot-sixpack seperti Jacob. Tidaaaak…. *piss le 😛

Sebenernya sah-sah saja kalau kita kepingin punya fisik yang lebih oke selama nggak terlalu berlebihan dan membuat kita sakit-sakitan. Tapi emang segitu pentingnya ya punya pacar bertubuh sixpack seperti Vin Diesel, berwajah seperti Brad Pitt atau berbody sexy kayak Angelina Jolie? Buat  apa kalau secara fisik indah dilihat tapi hatinya busuk? Buat apa juga punya perut six pack dan punya body gitar tapi nggak punya otak? Guys, you have to proud to be yourself!

Manusia kan emang diciptakan dengan betuk fisik yang beda-beda. Tapi semuanya punya keunikan dan kelebihan masing-masing. Sebenernya nggak perlu minder kalau kalian nggak punya tubuh sekeren Vin Diesel atau se-sexy Angelina Jolie atau nggak punya kulit putih mulus kayak model-model Victoria Secret. Yang penting itu bagaimana kita bisa menghargai diri kita untuk jadi orang yang lebih baik. Bagaimana memelihara apa yang udah dikasih Tuhan buat kita.

Dulu saya minder banget karena tubuh saya pendek kecil kayak anak kurang gizi. Segala bentuk aktivitas yang konon katanya bisa meningkatkan berat dan tinggi badan sudah pernah saya lakukan. Dan hasilnya…nihil! Tapi well, pada akhirnya saya mulai menyadari bahwa sebenarnya bukan tubuh saya yang harus saya rubah. Tapi pola pikir saya. Nggak apa-apa punya badan kecil pendek, yang penting sehat. Diluar sana banyak kok orang yang sakit-sakitan karena mati-matian diet. Seharusnya saya bersyukur dengan diri saya sendiri. Nggak seharusnya saya minder.

Saya juga muak dengan iklan-iklan pemutih kulit yang sering digembar-gemborkan di televisi. Seakan-akan wanita yang berkulit putih akan sukses dibidang apapun  dibandingkan dengan wanita berkulit cokelat. What the hell…!!! Apa mereka nggak kenal siapa itu Oprah Winfrey? Apa mereka nggak tau siapa itu Halle Berry, Naomi Campbell?

Saya teringat sewaktu saya mengobrol dengan teman saya yang berasal dari Amerika. Dia bilang begini, “Saya ngiri dengan kamu dan kalian orang Asia. Kalian memiliki tubuh yang kecil dan kulit kecokelatan yang indah. Di negara kami, kami terlalu banyak memakan junkfood sehingga tubuh kami membengkak seperti raksasa. Kami juga bersusah payah untuk mendapatkan kulit kecokelatan. Kulit kami terlalu pucat dan sensitif.”  see? memang ternyata manusia nggak pernah puas, ya? Selalu melihat orang lain lebih baik dari dirinya. Guys, manusia itu dinilai bukan hanya dari seberapa sixpacknya perut kamu, seberapa sexynya badan kamu, seberapa putihnya kulit kamu. Tapi banyak hal lain yang jauh lebiiiih berharga dibandingkan masalah fisik.  Kepintaran kamu misalnya, kebaikkan hati kamu, kejujuran kamu, dan banyak hal lainnya. Sekali lagi, you have to proud to be yourself…

Dan pada akhirnya saya berkata pada teman saya,

“Jacob belum tentu bisa gambar sebagus elo, Le. Vin Diesel belum tentu bisa bikin lagu sebagus elo, dan Brad Pitt belum tentu punya otak brilian seperti elo. Mungkin gue jauh lebih bangga berteman dengan elo dibandingkan dengan mereka. Dan gue yakin, dalam hati kecilnya, cewek lo pasti bangga banget bisa jadi pacar lo tanpa lo harus ikutan fitness sekalipun…hahaha….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *