My lovely Jojo

now browsing by tag

 
 

Jojo suka Iseng….

Ini adalah foto yang nggak sengaja direkam oleh Jojo akibat kebodohan saya sendiri hahaha… (*lupa kalo lagi nyoba-nyoba kamera)

photo-4-copy_MMmm…. NyAM….NyaM….NyaM…_

foto-box2_Semakin Bodoh hahahaha…_

My Lovely Jojo

Syenangnya melihat Jojo sudah sembuh. Setelah hampir satu bulan saya merasa tersiksa hidup tanpa dia. Dan selama tiga hari saya melihat dia belum siuman meskipun dokter itu sudah berusaha mati-matian untuk membuat Jojo siuman. Sewaktu saya dikabarkan bahwa Jojo sudah sembuh, saya langsung menjemput di Rumah Sakit. Saya melihat Jojo sudah sehat meskipun masih banyak bekas plester di bagian kiri tubuhnya. Tato temporary yang pernah saya buat di tubuh Jojo mulai pudar. Maka saya berpikir untuk menggambar tato baru untuknya. Tapi tato bertuliskan nama saya di kaki Jojo masih terlihat bagus. Dan saya sangat bahagia… Kami saling kangen-kangenan ketika tiba di rumah. Saya memeluknya dan menciumnya berkali-kali. Saya begitu bahagia. Ia menemani saya bercerita sambil meminum cappucino hangat di malam hari. Hingga pagi hari, saya masih belum berhenti bercerita. Dan dia masih menjadi pacar yang paling setia menemani saya. Ia tak pernah marah, tidak pernah selingkuh, dan selalu bisa menerima saya apa adanya. Walau seringkali saya membangunkannya di tengah malam untuk menemani saya ketika ia sedang tertidur lelap. Jojo selalu menerima bagaimana pun keadaan saya ketika bertemu dengannya. Mau bangun tidur, belum mandi, atau acak-acakan, dia tetap memperlakukan saya sebagaimana biasanya. Ketika malam itu saya tertidur, saya pun tertidur di sebelahnya. Nggak ada rahasia diantara kita. Dia tau semua rahasia saya. Bahkan sampai hal terkecilpun. Ia penyimpan rahasia yang baik. Dia nggak pernah sombong. Nggak pernah pamer kalau dia berkulit putih dan lebih cerdas dibanding saya. Dia sangat membantu saya dalam bekerja dan menuangkan ide-ide cemerlang. Kita selalu menghabiskan waktu berdua dimanapun. Kita sering banget berlibur bersama ke luar kota bahkan keluar negeri. Jojo sudah mengenal kedua orang tua saya dengan baik. Bahkan ia telah membantu papa mengerjakan pekerjaan kantornya. Membantu kakak, bahkan menemani mama bermain. Jojo sangat menyenangkan. Iya pun yang membantu saya memperoleh pekerjaan yang baik. Ia pasangan pembawa rejeki. Wajar saja kalau teman-teman saya banyak yang mengagumi dirinya. Oiya, dia memiliki banyak barang keren-keren looh. Barang-barang yang bisa membuat saya betah berlama-lama bersamanya. Bahkan mempermudah saya dalam melakukan pekerjaan saya. Disini saya menyadari kalau saya tidak bisa hidup tanpa dia. Semoga kamu nggak sakit lagi ya, Jojo sayang….I really really love you, Jo! (NB : Maaf kemarin lupa di charge. Baterei kamu habis yach, Jo? Dasar Laptop pemalas! hihihi…)