My Job

now browsing by tag

 
 

Biarkan saya kembali menggambar

20120129-232247.jpg

20120129-232322.jpg

20120129-232258.jpg

Sudah lama sekali saya tidak menggambar karena banyaknya pekerjaan yang menggila akhir-akhir ini. Sekalinya nyoba gambar lagi, tangan saya kaku. Garis-garis dan lekukan-lekukan yang saya buat jadi nggak luwes lagi. Sediiih… :((

Oke,Jadilah saya mencoba membiasakan diri untuk kembali menggambar. Saya suka membuat lekukan2 motif dari garis dan titik.Tanpa pola. Jadi semua berdasarkan mood aja.Seni kan media ekspresi.Jadi ya sah-sah aja sebenernya. Saya memang suka menggambar sejak kecil. Saking sukanya, saya suka menggambar dimana-mana. Di kertas,kayu,meja,tembok,genteng rumah,di tangan, dan yang paling ekstrim….. Di kaki teman saya.Ahahaha….

20120202-131042.jpg

Actually, I Hate Farewell

Dear people, maaf banget kalau saya sempat meninggalkan blog ini selama berbulan-bulan. Sebenarnya banyak banget yang ingin saya ceritakan ke kalian. Semuanya menumpuk di kepala seperti sampah di bak yang selama tiga bulan belum sempat diambil tukang sampah. Lagi-lagi mirip kayak sampah, kalo nggak sempet dibersihin ya bakalan berlalat, atau nongol uget-uget. Hiiiii….Hueeek!
But anyway, hari ini saya mau membayar utang-utang saya selama tiga bulan ini untuk nulis blog. Yiiiipiiiee….Thanks buat kalian yang sudi datang dan membacanya…Enjoy!
Bulan Juli lalu sebuah pengumuman membuat saya shock sekaligus gemeteran. Bahagia dan sedih bercampur jadi satu tanpa saya tahu lebih dominan yang mana. Jangankan saya, Mama-Papa aja sampai heran kenapa hal itu bisa kejadian ahahaha… Yup,bukan sulap bukan sihir,saya berhasil kuliah lagi. S2 komunikasi. Cita-cita saya yang tadinya menurut orang tua saya nggak bakalan mungkin saya jalani melihat kelakuan saya yang sangat asal-asalan dan cuek banget (FYI,orang tua saya selalu berpikir kalau saya gila kerja. Jadi menurut mereka agak ajaib kalo saya masih memikirkan pendidikan. Surpriseee!!!!). Diam-diam saya ikut tes masuk S2 UI dan saya diterima. Alhamdulillah….
Disatu sisi memang saya senang mendapat surprise itu. Tapi disisi lain, saya juga harus mengambil sebuah keputusan yang sangat berat saat itu.
p8110035p8110024p8110026

As you know, sudah hampir 2 tahun saya bekerja di sebuah agency yang lebih tepat dibilang EO daripada advertising agency. Karena waktu perkuliahan yang tidak memungkinkan kalau diberengi dengan bekerja di kantor tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk resign alias mengundurkan diri. Percaya deh, ini bukan sesuatu yang mudah untuk saya. Tapi seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, ini adalah hal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk hidup lain, yaitu kemampuan mereka untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik.
Keputusan ini sangat mendadak untuk saya. Hanya ada sisa waktu selama 2 minggu sebelum saya betul-betul meninggalkan kantor itu.
So, saya mencoba merewind semuanya satu persatu. Saya teringat ketika pertama kali saya menginjakan kaki di kantor itu. Seperti seorang bayi yang baru lahir, saya ‘buta’ soal event. Selama ini kalau dateng event-event dimana-mana, saya hanya jadi seorang penikmat yang bisanya hanya protes, mengkritik tanpa perduli dengan para panitia yang udah jungkir balik berupaya agar acara berjalan lancar. Selama ini menjadi panitia sebuah acara memang sudah sering saya lakukan. Tapi tidak secara professional. Lagian juga biasanya saya jadi bagian creative atau dekorasi. Paling sering malah jadi MC atau moderator. Bukannya jadi AE yang pekerjaannya bikin proposal dan berhubungan dengan klien. Ini dunia baru untuk saya. Dan saya sangat menggilai sesuatu yang baru untuk saya. Menikmati saat-saat dimana saya jadi kacung,jadi crew, dimarah-marahin,disalah-salahin,belajar untuk jadi lebih baik dan baik lagi hingga akhirnya menjadi terbiasa. Yups, selalu ada saat yang pertama, kan? Buat saya, kalau mau sukses ya musti merasakan gagal dulu. Tapi kalo nggak pernah dicoba karena takut gagal, ya seumur-umur nggak bakalan pernah punya kesempatan untuk sukses. Life’s learning process guys!
Di kantor ini saya mengenal orang-orang luar biasa yang mungkin nggak bisa saya sebutkan semuanya disini. Tapi jelas mereka mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan saya. Suhu, kepala suku, kakak, serta guru yang selalu saya kagumi karena pemikirannya yang brilian dan mirip kamus berjalan, Oom T. Role model saya, mami S, wanita kuat yang punya hati dan kesabaran diatas rata-rata. Yang selalu datang ke meja kantor dengan tawa khasnya, membuat saya selalu berusaha untuk tidak mengecewakannya.Meskipun kenyataannya lebih sering saya mengecewakannya. So sorry.. mami ?. Oom H, yang entah kenapa selalu membuat situasi hectic di kantor menjadi adem kembali setiap kali dia mencomot makanan yang biasa ada di meja kami sambil sesekali mengeluarkan banyolan. Y, brother yang mengajari saya bagaimana membuat proposal dan teman diskusi yang menyenangkan. Membuat saya belajar berpikir jernih tentang banyak hal. Oom LJA, kakak, sahabat, serta teman curhat yang oke banget saat saya tidak bisa mengontrol diri. Bahkan dengan ajaibnya biasa membuat hati saya jauh lebih baik jika bersama mereka. T, si besar yang baik hati yang sering kali saya peluk ketika saya merasa butuh ketenangan dan perlindungan. A, teman yang sangat lucu dan menyenangkan yang selalu menemani saya dengan mulut yang tak pernah berhenti mengunyah (kecuali pas puasa :P). F, si adik babi yang sangat perhatian dan polos. D, pelari cilik, belum lama kenal tapi sudah membuat saya selalu tertawa ketika melihat dia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat setiap mendengar saya berbicara ahahaha…. As, seharusnya kita punya lebih banyak waktu untuk saling kenal lebih jauh ya, chayaang. Tapi As adalah si kecil lucu karena selalu mengeluarkan pertanyaan yang ajaib dan membuat kita tertawa. Trio Libels, Oom D,I,R, kakak yang penuh perhatian. Selalu membuat suasana ceria karena lawakan2 dan musik orkes yang disetel untuk bikin hati adem. Entah kenapa membuat saya merasa lebih gendut setiap kali keluar kota bareng mereka. Makan teruuussss! Yiiipiieee….
Pasangan E dan T, bahan keisengan kita kalo lagi bête. Jiiieeeh….
Tuls, abang yang punya suara emas,selalu menjadi teman yang asik untuk bernyanyi sambil main gitar. Dan saya selalu semangat untuk memegang kecrekan nista. Tuls nggak lengkap tanpa bols, partner yang sangat asik dalam hal mengakal2i huahaha…. Inget tiap kali event bareng selalu ada hal-hal lucu yang terjadi. R, oom2 yang selalu mirip kayak anak pejabat mau main golf setiap event karena memakai celana pendek. Tapi selalu dengan sabarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang kadang menyulitkan ahahha (maap ya, Oom…). Menck, best friend dan teman kerja yang seru abis. Jadi inget waktu kita MC bareng,kayaknya kita cocok jadi penyiar idola kaula mude hahaha… L,yang selalu identik dengan sebuah merek semir sepatu yang saking membuminya sampai-sampai hampir saja kulit tubuhnya mirip(piss) adalah orang yang selalu membuat kita ngakak karena ucapan2nya yang ruaaaar biasa! Mmto, my big Gloria,yang konyol, baik hati, Rambo tapi berhati Rinto huahaha…. Oom Bwk, teman cerita yang menyenangkan yang entah kenapa selalu santai di segala situasi. Dan untuk semua yang nggak bisa disebutkan satu-satu saking buanyaknyaaa…. Thanks, atas segala cerita, pelajaran, dan kenangan yang berharga banget selama saya berada di sana. Thanks juga udah kasih kesempatan saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar kalian. I love you sooo much guys… Mmmuuuaaacchh…….

NB: Thanks buat kenang2an jaket beserta isinya yang menakjubkan itu ya….ahahaha…. termasuk acara cebur-ceburannya. Sial!

Work Smart and Play Smart

“Gila! Gue udah mati-matian kerja keras. Tapi tetep aja gue kalah sama dia.”

Kayaknya kata-kata busuk itu sering banget saya dengar di telinga saya. Yah, mungkin hanya beberapa orang yang berani mengucapkan kata-kata itu terang-terangan. Selebihnya hanya bisa sakit hati karena mencaci maki dalam hati.

“Siapa suruh lo kerja keras? Salah sendiri. Sekarang tuh jamannya kerja cerdas!”

Mungkin itu kata-kata yang pantes dilontarkan untuk menyadarkan orang tadi. Tulisan ini memang hanyalah sebuah share belaka tentang pekerjaan yang saya jalani selama ini.  Dari dulu keluarga saya dan orang-orang terdekat saya selalu berkomentar tentang pola kerja saya. Kata mereka saya terlalu banyak kegiatan sampai-sampai saya kurang tidur, makan nggak teratur, nggak mikirin kesehatan, dan badan saya kurus kecil (Sorry, untuk yang satu ini saya nggak setuju. Saya udah kecil dari sononya meskipun makan saya melebihi porsi makan Hagrid.) Mungkin inilah penjabaran kegiatan saya setiap hari:

05.00    Bangun pagi untuk shalat subuh dan habis itu Zzz… lagi hahaha…

07.30    Bangun lagi untuk nelpon mama dan nelpon orang-orang tersayang (ini wajib, kudu, harus!). Trus beres2 kamar.

08.00    Biasanya saya masak makanan buat sarapan dan untuk dibawa ke kantor

08.30    Saya pasti mandi dan siap-siap berangkat ke kantor

09.30    Berangkat ke kantor

10.00    Dari jam 10.00 – 20.00 (kadang lebih) saya di kantor. Kalau pun nggak di kantor biasanya ada meeting atau event di luar.

21.00     Sampai kos-kosan saya mandi. Habis itu nelpon mama lagi atau teman-teman hanya untuk ngobrol. Iseng-iseng bikin prakarya 😛

21.30     Masak makan malam. Laper boooo….

21.00    Biasanya saya buka Jojo untuk online atau mengerjakan kerjaan kantor. Terus palingan saya menulis.

00.00    Jam segini biasanya saya udah posisi mau tidur. Tapi lebih sering nyalain TV untuk nonton DVD atau nyalain Jojo untuk nulis atau online lagi sampai ketiduran hehehe….

Hmmm… begitu kira-kira jadwal saya sehari-hari. Cukup padat memang, tapi  saya merasa bahwa saya masih muda dan masih banyak ilmu berharga di luar sana  yang harus saya pelajari. Tapi bener lho, menurut saya cara belajar yang paling cepat dan efektif adalah belajar dari lingkungan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Percuma kalau saya kerja mati-matian tapi nggak ada satupun ilmu yang bisa saya serap. Itu yang saya maksud dengan kerja cerdas. Kerja yang nggak asal capek. Tapi kerja yang bisa bikin kita tambah pinter.

Semenjak bekerja di Event Organizer, saya belajar bahwa ternyata banyak orang egois di luar sana. Banyak orang yang sok artis, sombong karena mereka tenar, sok pinter  dan sok-sok yang lainnya.  Biasanya  orang kayak gini banyak maunya. Nyuruh inilah, nyuruh itulah, tanpa mikir kalau orang yang disuruh juga manusia. Tapi nggak jarang juga saya bertemu dengan orang-orang hebat yang low profile, baik hati dan sopan. Yang tidak mengecilkan orang-orang yang sudah bekerja jungkir balik di balik layar.

Dari situ saya belajar menghargai setiap tetes keringat orang-orang yang juga telah bekerja keras untuk saya. Jadi setiap kali saya diundang mengisi  acara-acara penulisan, saya akan sangat bahagia kalau dikenalkan dengan orang-orang yang rela capek-capek hanya untuk membuat acara itu berjalan dengan baik. Buat panitia-panitia acara-acara yang pernah mengundang saya, saya mengucapkan banyak terima kasih. Meskipun nggak mungkin saya tulis satu- persatu disini, tapi thanks buat segala jernih payah kalian ya. I really appreciate..

Inget, yang penting bukan kerja keras. Tapi kerja cerdas!!!