My Craziest Things

now browsing by tag

 
 

We are the Strange

Dulu teman kuliah saya pernah ada yang bilang kalau ada beberapa bagian dari diri saya yang mirip sama tokoh kartun Emily The Strange. Saya sih santai-santai aja. Lagian, saya merasa nyaman kok dengan menjadi diri sendiri.Terserah orang mau bilang saya mirip siapa..
But anyway, kemarin saya iseng mengumpulkan barang-barang Emily The Strange milik saya yang berceceran entah kemana. Kebetulan lagi beres-beres kamar. Jadinya ya sekalian aja.
Dan… Nggak disangka-sangka, ini adalah barang-barang Emily The Strange yang berhasil saya temukan. Memang sih, ini belum semuanya gara-gara banyak banget yang ilang atau terselip entah di dunia mana. Tapi lumayan laah….

20111228-192818.jpg

Rest In Peace My Dear X-Banner

foto0018

REST IN PEACE X-BANNER

November 2009 – Juni 2010

Saya terjaga ketika suara Papa membangunkan saya dengan sebuah kalimat, “Dek, Banner mati..”  tanpa mengulet ataupun duduk terlebih dahulu, saya langsung bergegas menuju rumah kelinci saya, X-Banner. Dan saya terpaku melihat kelinci kesayangan saya ketika itu. Ia terbujur kaku dengan mata terbuka. Ya, Banner telah mati….

Mungkin memang sudah waktunya dia harus pergi. Padahal sebulan sebelumnya ia sempat sakit parah, sampai-sampai setiap malam saya dan keluarga harus mengelus-ngelus tubuhnya karena ia kejang-kejang. Kami juga harus menyuntik tubuhnya ke dokter hewan untuk menangkal virus jahat yang menyiksanya. Dokter bilang ia terkena scabies dan sudah sangat fatal. Setiap kali ia kejang, saya selalu mengelus tubuhnya sambil berkata, “Banner, tahan ya sayang….”

Ia berhasil bertahan untuk hidup melawan penyakitnya. Bahkan tubuhnya sudah kembali gemuk.  Tapi entah apa penyebabnya, pagi itu Tuhan mengambilnya. My Lovely X-Banner. Bahkan saya pun tidak melihat gejalanya. Tiba-tiba saja ia telah terbujur kaku di rumahnya meninggalkan saya dan si’item’, kelinci perempuan yang kakak saya beli untuk dijadikan pasangannya. Rest In Peace My dear X-Banner…

Berikut adalah si ‘item’, pacar X-banner yang sedang berduka dan saya hibur dengan memberikannya beberapa boneka untuk bermain….

X-Banner

pb060087

Perkenalkaan kelinci baru sayaaa…. X-BANNER!!!

Huahaha… nama yang aneh untuk seekor kelinci. Sebelumnya saya mau cerita dulu asal muasal si banner.

Jadi ceritanya, waktu itu kantor saya membeli seekor kelinci untuk keperluan pemotretan untuk sebuah event. Rencananya hasil foto itu nanti akan diedit untuk digunakan sebagai materi publikasi (id card, X-banner, dll) karena untuk materi publikasi tersebut kita butuh foto yang high resolution. Nah, setelah sesi foto berakhir, terjadi percakapan sadis diantara teman-teman:

teman 1:  “Kita masukin gudang aja, nggak usah dikasih makan biar mati pelan-pelan. Habis siapa yang mau ngurus?”

teman 2: “Kita potong aja. Bikin sate kelinci.”

teman 3: “Udah, taro aja di kurungan. Di diemin juga lama-lama mati”

teman 4: “Dilepas aja. Ntar juga paling ilang atau ketabrak mobil.”

Mendengar komentar-komentar sadis dari teman-teman, tanpa ragu saya pun langsung berkata, “NGGAK! MENDINGAN GUE BAWA PULANG!” padahal dalam hati saya sempet ragu juga. Saya kan ngekos. Kalau saya pergi kerja, siapa yang ngurus? Tapi saya nggak perduli. Yang penting kelinci itu harus saya bawa pulang!

Okay, sebelum saya bawa pulang, saya mencari kardus bekas di gudang kantor saya. Kemudian saya buatin kelinci itu rumah-rumahan biar dia lebih nyaman. Setelah itu saya telpon mama…

saya        : “Mah, aku punya hadiah untuk mama. Ada yang bisa ngambil nggak, di kosan aku?”

Besoknya, si X-banner dibawa mama ke rumah. Setidaknya saya lebih lega karena kelinci itu ada yang bisa mengurus karena mama saya selalu berada di rumah. Awalnya saya agak khawatir juga sih, karena dirumah saya ada 16 ekor kucing. Gimana kalo si X-banner malahan jadi santapan kucing-kucing saya???

Tapi ternyata perkiraan saya salah. Karena terjadi persahabatan yang sedikit aneh menurut saya….hahaha…

foto0020foto0018foto0022

Rainy girl

girl-and-rain-dark-1

Hujan lagi. Sudah lama sekali saya tidak menikmati hujan. Ini terjadi karena banyak aktivitas saya yang berada di dalam ruangan sehingga jarang sekali saya merasakan titik-titik air membasahi tubuh saya.

Saya bukan penyuka hujan. Kulit saya yang tipis dan tak pernah kuat dengan hawa dingin selalu gemetar jika musin hujan tiba. Tapi entah kenapa, saya selalu senang berlari menerobos hujan, membiarkan sekujur tubuh saya basah kuyup. Hingga sampai pada satu titik dimana saya tertawa bahagia dan bangga telah berhasil menerobos hujan. Saya mencintai sensasi itu.

Itu bukan pelarian. Itu sebuah harapan. Sebuah keberanian untuk menghadapi rintangan dalam waktu cepat. Saya ingat moment-moment ketika saya nekat berlari menerobos hujan. Salah satunya ketika saya mengetahui orang yang saya sayangi membohongi saya, ketika saya mencintai orang yang salah dan ketika saya diperlakukan tidak adil oleh orang-orang. Ya, ketika hati saya luar biasa sakit. Mungkin hujan adalah perisai terhebat untuk menutupi betapa sakitnya saya, betapa marahnya saya dan saya biarkan air mata saya bercampur dengan air hujan.

Tapi tak selamanya begitu. Saya juga pernah berlari menerobos hujan dengan bahagia. Ya, ketika saya jatuh cinta, ketika saya bersyukur dengan kehidupan saya, dan ketika saya berhasil mendapatkan apa yang saya impikan. Saya berlari menerobos hujan.

Seperti sore ini. Saya terjebak disebuah warung karena hujan lebat. Badan saya sudah mulai menggigil kedinginan. Tapi saya tak perduli. Saya melangkahkan kaki saya, mengatur nafas, tersenyum dan…. saya mulai berlari. Oh Tuhan, saya rindu sensasi ini. Saya rindu merasakan detak jantung saya yang berdenyut kencang. Guyuran hujan, cipratan air akibat langkah kaki saya, tidak ada orang, tidak ada mata yang melihat…. saya begitu bahagia. Mungkin ini  scene terbaik dalam film saya. Mungkin ini capture terbaik dalam foto saya. Mungkin ini saat dimana nanti “dia”, ada di ujung jalan menanti saya. Ya, dia ada disana. The Gift. Someone yang nantinya akan bersama saya… Yes, Im The rainy girl.

Intermezzo:Apa yang dyan kerjakan saat di kamar? part I

p9300037p9300036

-Membuat orang-orangan dari lilin-