Posted by admin on Jun 19, 2010 in
Uncategorized

Ketika standart moral para public figure dipertanyakan, dan ketika tidak ada lagi orang di dunia ini yang pantas kita jadikan idola, siapakah yang akan jadi panutan kita?
Well, sebenernya saya malas menuliskan masalah ini di blog saya karena beberapa alasan (kalian pasti tau apa yang sebenarnya sedang saya bahas:P):
1.Banyak masalah yang jauh lebih penting di dunia ini untuk dibicarakan (prestasi, kemiskinan, kelaparan, dll). Ngapain sih memperlebar masalah video2 itu?
2. Saya kasihan dengan orang-orang yang mau nggak mau musti ‘menangis’ karena peristiwa itu (ex. keluarga ybs).
3. Kalau memang itu mereka trus kenapa? Merusak moral? Memang, tapi bukankah dari dulu-dulu emang udah ada video-video kayak gitu? Yang musti bener itu moral masing-masing individunya dulu. Kalo moralnya emang udah bagus, ngapain juga nonton2 begituan.
4.Saya terlalu muak dengan pemberitaan di media. Hey! gimana anak-anak kecil gak tau or gak penasaran kalau berita itu selalu muncul setiap hari tanpa henti. Itu over exposed banget!
5. Malu banget saya pas tau kalau topik video itu menjadi nomor 1 di twitter. Gila ya, penting banget ya?
Tapi perasaan ‘terganggu’ saya membuat saya kemudian berpikir, saya harus menuliskan sesuatu di blog saya tentang masalah ini. Bukan untuk memperluas berita ini, tapi justru saya berusaha untuk memberikan pandangan berbeda tentang masalah ini.
Dear guys, memang ada istilah BAD NEWS IS A GOOD NEWS. Dimana kita lebih sering mendengar atau membaca berita buruk tentang seorang public figure sementara berita baik tentang mereka justru ada dibagian dalam tabloid, bukannya terpampang besar-besar di covernya. Meskipun ada beberapa public figure yang melakukan hal buruk, tapi jangan lupa kalau banyak juga yang telah melakukan prestasi.
Sebenarnya wajar aja kalo seorang public figure melakukan kesalahan. Ya, mereka kan manusia juga. Saran saya, kalau kalian merasa kecewa terhadap seorang public figure, coba alihkan perhatian kalian pada… DIRI KALIAN SENDIRI. Daripada mikirin kesalahan mereka, lebih baik jadikan prestasi yang ada di diri kalian sebagai inspirasi. Coba buat diri kalian sebagai panutan buat orang lain, lalu jalani hidup seakan-akan orang lain melihat kalian sebagai seseorang yang patut di contoh. Cuma diri kita yang bisa membangun kharakter baik untuk diri kita sendiri. Jadilah panutan untuk diri kamu sendiri. Yah, sukur-sukur kebaikan kalian beneran menjadi panutan bagi orang lain. Kalian juga kan, yang dapet pahala… AMIN… makanya, lebih baik kita berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Ngomong-ngomong, dari pada sibuk mikirin video ’so what’ itu, lebih baik kita melihat prestasi-prestasi luar biasa yang telah dibuat sama anak negeri. Nih, beberapa diantaranya yang sanggup membuat kamu geleng-geleng kepala dan bangga ketika tau kalau mereka adalah orang Indonesia. Semoga bisa dijadikan motivasi buat kalian ya….
1. Abdul Jamil Ridho & Niti Soedigdo - Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa
2. Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit
3. Alexander Kawilarang - Penemu Kapal Ikan Bersirip
4. Andrias Wiji Setio Pamuji - Penemu Reaktor Biogas
5. Arief Mulyana Djumra - Penemu Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan
6. Aryadi Suwono & Tim Peneliti ITB - Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi
7. Ayub S. Parnata - Penemu Bakteri Kompos Organik
8. Bacharuddin Jusuf Habibie - Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)
9. Budi Noviantoro - Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi
10. Dani Hilman Natawijaya - Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa
11. Djuanda Suraatmadja - Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan
12. Eddyman, Intan Elfarini & Kanaka Sundhoro - Penemu Obat Antinyamuk Alami dan Murah
13. Evvy Kartini - Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas
14. Fuad Affandi - Penemu Pupuk Alami dari Air Liur
15. Herman Johannes - Penemu Tungku Berbahan Bakar Briket Arang Kayu dan Dedaunan
16. I Gede Ngurah Wididana - Penemu Formula Minyak Oles Bokhasi
17. I Made Budi - Penemu Formula Sari Buah Merah untuk Pengobatan
18. Lalu Selamat Martadinata - Penemu Alat Pemanggil Ikan
19. M. Djoko Srihono - Penemu Penjernih Air Limbah
20. Maruni Wiwin Diarti - Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut
21. Minto - Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari
22. Mumu Sutisna - Penemu Hormon Penyubur Anakan Padi
23. Mulyoto Pangestu - Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma
24. Neny Nurainy - Penemu Varian Virus Hepatitis B Indonesia
25. Puji Slamet Arif - Penemu Motor Listrik Hemat Energi
26. Rahmiana Zein - Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi
27. Randall Hartolaksono - Penemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan
28. Rizal & Juffri Sahroni - Penemu Penghemat Bahan Bakar Diesel
29. Robert Manurung - Penemu Minyak Jarak Murni
30. Saverinus Nurak - Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi
31. Sutjipto & Ryantori - Penemu Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba
32. Sutrisno - Penemu Alat Perangkap Lalat Buah
33. Sedijatmo - Penemu Konstruksi Fondasi Cakar Ayam
34. Septinus George Saa - Penemu Rumus Penghitung antara Dua Titik Rangkaian Resistor
35. Sofin Hadi - Penemu Metode Cincin untuk Sunat Tanpa Luka
36. Sri Wuryani, Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Hardiastuti - Penemu Pengawet Aroma dalam Hampa
37. Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Landasan Putar Bebas Hambatan Sosrobahu
38. Warsimin Adiwarsito - Penemu Marmer Buatan
39. Widowati Siswomihardjo - Penemu Bahan Baru untuk Gigi Palsu yang Lebih Aman dan Murah
40. Windu Hernowo - Penemu Penghemat Bahan Bakar Mesin
41. Yanto Lunardi Iskandar - Anggota Tim Penemu HIV & Metode Peningkatan Hematopoiesis
42. Yudi Utomo Imardjoko - Penemu Kontainer Limbah Nuklir
43. Zahlul Badaruddin - Penemu Zahlul Integrated Unit (Desain Sistem Efisien untuk Produksi Obat/Kimia)
Tags: My Comment
Posted by admin on Jan 1, 2010 in
Uncategorized
“Mari hamburkan keceriaan malam ini! Mari hamburkan setumpuk uang demi kegembiraan malam ini! Jangan lupa, saatnya membakar pundi-pundi dengan dentuman petasan dan warna-warni kembang api… lalu mereka bisa apa? (dibelahan lain mereka tetap meringis-help the Children of Africa)”
Begitu kira-kira yang tertulis pada status salah seorang teman saya di FB. Tak lupa juga ia sisipkan video yang juga turut mendukung kalimatnya itu. Saya menanggapi statusnya itu dengan pertanyaan, “Kenapa harus di Africa? Di Indonesia aja banyak.”
Tapi biar bagaimanapun, saya setuju dengan status yang ditulis oleh teman saya itu. Intinya kan bukan masalah di negara mana. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membatasi diri kita dalam merayakan tahun baru itu sendiri. Boleh aja seneng-seneng sama temen-temen di malam pergantian tahun, tapi jangan sampai berlebihan. Jangan sampai kita menghamburkan uang untuk hal-hal yang nggak penting. Mendingan uangnya itu ditabung, sukur-sukur di kasih ke fakir miskin.
Bukannya saya sirik sama teman-teman yang merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura sementara saya memilih untuk menuliskan planning 2010 saya pada secarik kertas di kosan. Tapi buat saya tahun baru itu hanyalah sebuah moment. Kalau nggak dimaknai, ya nggak bakalan ada maknanya juga. Sama saja seperti hari-hari biasa.
Setiap tahun baru pasti kita mengharapkan sebuah perubahan positif terjadi pada kita. Tapi tahun baru nggak selalu menjadi pertanda adanya perubahan lho. Jadi kalo ada yang mengharapkan adanya perubahan, tanpa ada niatan untuk berubah ya sampai bego juga nggak bakalan berubah. Kalau emang dasarnya mau berubah, kan nggak harus nunggu tahun baru dulu. Saat kita berpikir untuk melakukan perubahan, just do it!
Setiap pergantian tahun, saya selalu bersyukur atas apa yang telah saya peroleh di tahun sebelumnya. Bersyukur karena mendapatkan teman baru, pengetahuan baru, pengalaman baru dan pastinya pola pikir yang baru juga. Baik-buruk, susah-senang, bahagia-menderita, kaya-miskin, sehat-sakit, semuanya saya syukuri sebagai sebuah dinamika kehidupan. Dan pastinya, saya akan mengakhiri tahun itu dengan berbagai harapan dan cita-cita baru dengan semangat baru juga tentunya.
Nah, mumpung tahun baru masih anget-angetnya, kayaknya udah saatnya kita membuat rencana untuk melakukan perubahan positif di tahun 2010 ini. Dimulai dari diri kita sendiri, lalu meningkat ke lingkungan yang lebih luas. Buat diri kita berguna untuk orang lain. Buat supaya hidup kita nggak ngebosenin. Jangan sampai kita bosen hidup hanya gara-gara kita jenuh dengan kehidupan kita yang gitu gitu aja. Kenyataannya kan memang hidup ini minim perubahan. So, it’s time to make it different! Happy New Year guys!
“Gue nggak suka kembang api tahun baru,” ucap teman saya si pembuat status.
“Kenapa?”
“Yaah… elo liat aja status gue.”
“Gue juga nggak suka kembang api.”
“Kenapa?”
“SOALNYA MUUAHAAAALLL!!!”
Tags: My Comment
Posted by admin on Dec 7, 2009 in
Uncategorized


“Lo sekarang fitnes, Le?”
“Iya nih. Gara-gara kemarin nonton film New Moon sama cewek gue, dia jadi nyuruh gue fitnes biar badan gue bisa kayak si Jacob.”
Saya hanya tertawa mendengar ucapan teman saya itu. Padahal dalam hati saya heran juga. Masalahnya teman saya itu termasuk orang yang males olahraga. Apalagi ikut fitnes! Masa bisa-bisanya dia ikutan fitnes cuma gara-gara impian pacarnya yang menginginkan punya pacar bertubuh six pack kayak si Jacob di film New Moon itu. Fitnes kan buat badan sehat. Yah, gak apa-apalah setidaknya tubuhnya jadi bisa lebih sehat dengan dia ikutan fitnes. Sukur-sukur bisa beneran jadi kayak Jacob. Cuma agak susah juga membayangkan tubuh pendek-kecil-kurus kerempengnya berubah menjadi berotot-sixpack seperti Jacob. Tidaaaak…. *piss le :P
Sebenernya sah-sah saja kalau kita kepingin punya fisik yang lebih oke selama nggak terlalu berlebihan dan membuat kita sakit-sakitan. Tapi emang segitu pentingnya ya punya pacar bertubuh sixpack seperti Vin Diesel, berwajah seperti Brad Pitt atau berbody sexy kayak Angelina Jolie? Buat apa kalau secara fisik indah dilihat tapi hatinya busuk? Buat apa juga punya perut six pack dan punya body gitar tapi nggak punya otak? Guys, you have to proud to be yourself!
Manusia kan emang diciptakan dengan betuk fisik yang beda-beda. Tapi semuanya punya keunikan dan kelebihan masing-masing. Sebenernya nggak perlu minder kalau kalian nggak punya tubuh sekeren Vin Diesel atau se-sexy Angelina Jolie atau nggak punya kulit putih mulus kayak model-model Victoria Secret. Yang penting itu bagaimana kita bisa menghargai diri kita untuk jadi orang yang lebih baik. Bagaimana memelihara apa yang udah dikasih Tuhan buat kita.
Dulu saya minder banget karena tubuh saya pendek kecil kayak anak kurang gizi. Segala bentuk aktivitas yang konon katanya bisa meningkatkan berat dan tinggi badan sudah pernah saya lakukan. Dan hasilnya…nihil! Tapi well, pada akhirnya saya mulai menyadari bahwa sebenarnya bukan tubuh saya yang harus saya rubah. Tapi pola pikir saya. Nggak apa-apa punya badan kecil pendek, yang penting sehat. Diluar sana banyak kok orang yang sakit-sakitan karena mati-matian diet. Seharusnya saya bersyukur dengan diri saya sendiri. Nggak seharusnya saya minder.
Saya juga muak dengan iklan-iklan pemutih kulit yang sering digembar-gemborkan di televisi. Seakan-akan wanita yang berkulit putih akan sukses dibidang apapun dibandingkan dengan wanita berkulit cokelat. What the hell…!!! Apa mereka nggak kenal siapa itu Oprah Winfrey? Apa mereka nggak tau siapa itu Halle Berry, Naomi Campbell?
Saya teringat sewaktu saya mengobrol dengan teman saya yang berasal dari Amerika. Dia bilang begini, “Saya ngiri dengan kamu dan kalian orang Asia. Kalian memiliki tubuh yang kecil dan kulit kecokelatan yang indah. Di negara kami, kami terlalu banyak memakan junkfood sehingga tubuh kami membengkak seperti raksasa. Kami juga bersusah payah untuk mendapatkan kulit kecokelatan. Kulit kami terlalu pucat dan sensitif.” see? memang ternyata manusia nggak pernah puas, ya? Selalu melihat orang lain lebih baik dari dirinya. Guys, manusia itu dinilai bukan hanya dari seberapa sixpacknya perut kamu, seberapa sexynya badan kamu, seberapa putihnya kulit kamu. Tapi banyak hal lain yang jauh lebiiiih berharga dibandingkan masalah fisik. Kepintaran kamu misalnya, kebaikkan hati kamu, kejujuran kamu, dan banyak hal lainnya. Sekali lagi, you have to proud to be yourself…
Dan pada akhirnya saya berkata pada teman saya,
“Jacob belum tentu bisa gambar sebagus elo, Le. Vin Diesel belum tentu bisa bikin lagu sebagus elo, dan Brad Pitt belum tentu punya otak brilian seperti elo. Mungkin gue jauh lebih bangga berteman dengan elo dibandingkan dengan mereka. Dan gue yakin, dalam hati kecilnya, cewek lo pasti bangga banget bisa jadi pacar lo tanpa lo harus ikutan fitness sekalipun…hahaha….”
Tags: My Comment