Profil

1_958405570l

CATATAN SEORANG SAHABAT

Jakarta, 14 Desember 2008

Pada tanggal ini, dua puluh tiga tahun yang lalu, ia terlahir dengan nama Dyan Nuranindya. Nama indah yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Dyan artinya lampu, Nur adalah cahaya, dan Anindya adalah lahir. Ia diharapkan untuk menjadi seseorang yang memberikan cahaya bagi kehidupan. Baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Namun beberapa orang lebih senang memanggilnya dengan sebutan dicil (dyan kecil) karena postur tubuhnya yang sangat mini. Seakan dirinya dikutuk terjebak di dalam tubuh liliput oleh seorang nenek sihir.

Dyan…… tidak sempurna. Ia dapat menangis, tertawa, marah dan kecewa. Ia menangis di malam hari. Menumpahkan segala kebencian dan kekecewaan di kegelapan agar tak seorang pun melihat betapa lemah dirinya. Cukup lima menit ia menangis dan ia akan tertawa di pagi hari, mencoba merasakan kebahagiaan teman-temannya. Dua kehidupan yang berbeda di waktu yang berbeda.

Dyan……sangat suka warna hitam. Mewakili sosoknya yang misterius, aneh dan introvert dalam membicarakan masalah pribadinya. Ia penggila Emily the Strange, karena merasa bercermin ketika melihat sosok itu. Terkadang saya pun menyadari kemiripan keduanya.

Dyan….. sangat menyayangi keluarganya. Kedua orang tuanya dan kakak semata wayangnya. Bahkan ia rela melakukan apapun untuk mereka. Meski harus bekerja siang-malam, 24/7 sampai mati.

Dyan….. melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dalam setiap persoalan. Ia sangat percaya bahwa segala sesuatu pasti ada timbal baliknya. Menderita-bahagia, baik-buruk, tinggi-pendek, dan menganggap semua hal di dunia ini akan terjadi secara seimbang.

Dyan…. Pernah berharap memiliki skuter Lambretta warna putih dan Honda Jazz hitam yang dia beli dari hasil jernih payahnya sendiri. Namun sampai saat ini belum terlaksana. Bahkan ia mengoleksi katalog harganya sampai saat ini.

Dyan…. Selalu bahagia jika diajak jalan-jalan. Apalagi ke tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi. Mau jalan kaki, naik motor, naik bus, naik truk, naik mobil, naik pesawat…. Hajar bleh! Dia sering jalan-jalan sendiri keliling Jakarta tanpa tujuan. Dia penggila museum, bangunan kuno, dan kuburan Belanda. Kadang saya merasa khawatir dengan kenekatannya mengunjungi tempat-tempat tersebut sendirian.

Dyan….. Selalu menganggap orang lain adalah gurunya. Menganggap semua orang adalah spesial. Meskipun apa yang dilakukan mereka kadang menyakitkan. Ia sangat suka mengamati polah dan tingkah laku orang lain. Termasuk saya. Ia pemerhati yang baik. Bahkan ia mengingat dengan jelas penampilan saya saat pertama kali kami bertemu.

Dyan….. senang menatap mata seseorang untuk membaca kepribadian orang tersebut. Walaupun ia lebih banyak diam ketika berhasil membaca semuanya. Be careful guys

Dyan….. Sering kesal jika dipanggil dengan sebutan profesinya karena menganggap kemampuannya tidak sehebat teman-temannya di profesi yang sama . Hey, penulis! Hey, designer! Bisa-bisa didiemin selama seminggu. Saya juga sering kali kena dampaknya!

Dyan……tidak merokok. Namun pecinta segala jenis kopi. Bahkan pernah nyaris mati karena terlalu banyak meminumnya. Dan sampai saat ini dia tidak tahu apa obat yang baik untuk penyakit insomnianya selain secangkir kopi. (Baru kali ini saya melihat seseorang yang justru bisa tertidur pulas setelah meminum kopi hangat.)

Dyan…. Workaholic yang tidak pernah merasa dirinya workaholic. Ia dapat tertidur pukul 03.00 dan bangun pukul 04.00 ketika ada pekerjaannya yang belum selesai. Ia akan menjadi renta serta sakit-sakitan jika menganggur dan mendadak menjadi ‘ekstra energi’ ketika pekerjaan menumpuk.

Dyan….. Selalu berpikir sepuluh tahun kedepan dengan segala mimpi dan cita-cita untuk anak dan cucunya. Aneh! Ia berpikir untuk anak-cucunya namun tak pernah sekalipun ia menyinggung siapa suaminya. Jodoh itu urusan yang di atas katanya.

Dyan…. tergila-gila dengan Tim Burton dan Johnny Depp. Mengoleksi semua film-filmnya yang merupakan pemancing kreativitasnya paling dasyat katanya. Kadang ia membuat saya sulit membayangkan ide-ide gilanya yang terdengar sangat gila itu.

Dyan….. Sering bertindak bodoh hanya untuk membuat seseorang merasa menang dan mengetahui sejauh mana orang itu berubah menjadi sombong. Saya pernah melihatnya dengan mata-kepala saya sendiri dan saya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Dyan…… Punya pertahanan tubuh yang tinggi karena dapat berjalan-jalan dengan santai meskipun anemia parah banget! Waktu kecil ia sering sekali mimisan dan dengan freaknya berlagak seperti beradegan dalam film horror dengan darah kemana-mana.

Dyan…. Sangat percaya kepada feelingnya dalam setiap mengambil keputusan.

Dyan… Pecinta musik-musik keras cadas untuk mengantarkan dia tidur. Dan penikmat semua musik yang memiliki lirik yang dalam. Bahkan ia bisa sangat cengeng ketika mendengarkannya…. perpaduan yang aneh.

Dyan….. Mempunyai laptop kesayangan bernama Jojo yang selalu ia bawa kemana-mana. Dan berhasil membuat teman-temannya mengenal Jojo sebagai sebuah sosok bukannya sebuah laptop. Kadang ia terlihat aneh karena sering berbicara sendiri dengan Jojo kesayangannya. (I think it’s the biggest reason why you still alone Chiel)

Dyan….. Sangat senang melihat bintang di langit dan lampu-lampu jalanan di malam hari. Kadang ia terlihat seperti orang desa masuk kota saat melihat lampu-lampu tersebut. Senang memberikan mainan glow in the dark berbentuk bintang setiap kali ia dibuat bahagia oleh seseorang.

Dyan…… Pecinta sepatu dan sendal convers miliknya karena merupakan saksi sejarahnya turun-naik gunung, jalan dari satu kota ke kota yang lain, bahkan sampai beberapa kota di dunia.

Dyan…. menganggap dirinya pathetic. Tapi percaya kalau Tuhan sangat sayang padanya karena sering kali memberikan kejutan2 menakjubkan yang tak terduga. Terkadang saya iri padanya. Namun dia selalu bilang kalau setiap orang dikelilingi oleh keberuntungan mereka masing-masing.

Dyan…. mencintai ketinggian, namun menolak mentah-mentah jika harus berkecimpung di air. Ia selalu terkagum-kagum dengan gunung, tebing, hutan, dan lautan, dan pernah bermimpi menjadi Butet Manurung, mengajar anak rimba di pedalaman Jambi.

Dyan…. pelahap semua jenis buku. Tidak terlalu suka shopping. Tapi sering kalap kalau ke toko buku. Bahkan pernah ia tidak bisa pulang karena ongkosnya habis buat beli buku.

Dyan…. Pernah bercita-cita menjadi dokter jiwa. Cita-cita yang paling lama diinginkannya. Sekarang malah jadi tempat curhat orang-orang stress dan sakit jiwa. (Si John halte apa kabar, Dek? Hahaha…)

Dyan…. Percaya jodoh, true love, dan sejenisnya. Tapi ia tak percaya kalau hubungan yang dimulai bahagia selalu berakhir bahagia. Ia pernah percaya kalau happy ever after dalam Fairy tales benar-benar ada. Namun sekarang ia menyesali telah mempercayainya karena berkali-kali patah hati.

Hampir lima belas tahun saya mengenalnya. Hubungan kami sudah mulai tak jelas. Kami bukan lagi seorang teman. Tapi kami adalah saudara. Meskipun begitu, saya masih sangat terkejut ketika ia meminta saya untuk menulis tentang dirinya. Tadinya saya mau menjelek-jelekkannya. Tapi sebagai teman yang baik, maka saya mengurungkan niat tersebut hehe….(Piss Dek!) Dia telah banyak berubah menjadi sosok yang lebih baik tentunya. Tapi ia tetap dyan yang ramah dan mau mendengarkan curhatan saya meskipun saya meneleponnya larut malam sekalipun. Ia masih senang menyapa banyak orang dan mengajaknya ngobrol. Kalau anda ingin mengenalnya, cukup sapa dia. Maka dia akan dengan senang hati berkenalan dengan anda dan mengobrol panjang-lebar. Itu juga yang membuat saya bisa berteman dekat dengannya. Happy Birthday Dyan. Wish you all the best. Sekian dan Terima Kasih.

SuperbHosting.net provides affordable managed dedicated server solutions.
Bengaluru Property | Sioux Falls, South Dakota Cash Advance | Oklahoma City Cash Advance