Tebing Citatah, Bandung

 

 

Bus Jakarta-Bandung berjalan pelan melewati deretan tebing-tebing marmer. Hari sudah gelap. Saya pun sudah lelah berdiri selama berjam-jam diatas bus karena tak ada tempat duduk yang kosong. Ketika bus melipir ke kiri, saya dan teman-teman pun bersiap untuk turun. Tas Carier saya dekatkan ke pintu keluar supaya nanti saya tidak kerepotan membawanya. Ketika teman saya meminta sang supir untuk berhenti, saya pun langsung bergegas keluar bus.
Jalanan becek saat kaki saya menyentuh tanah. Memang tadi sempat hujan saat di perjalanan. Aroma tanah basah dan udara dingin memancing saya untuk menghirup nafas dalam-dalam. Entah kenapa saya sangat menyukai aroma tanah sehabis hujan seperti saat ini. Tanah di daerah ini licin karena terbuat dari batu marmer. Makanya nggak herah kalau lokasi memanjat ini dekat dengan pabrik pengolahan marmer.

Karena hari sudah malam, maka kami membuka tenda dan langsung istirahat. Paginya, kami langsung bersiap untuk memanjat. Asli! Saya sangat exited sekali saat itu. Saya betul-betul merasakan sensasi ketika kaki saya menapak pada celah tebing, ketika tangan saya perlahan mencari celah untuk menarik tubuh saya keatas. Damn! I love that sensation. Apalagi ketika saya bisa berhasil mencapai puncak tebing. Betapa bangga hati saya.

Memanjat tebing ibarat sebuah kehidupan. Kalau kita nggak hati-hati, atau salah langkah, ya kita akan tergelincir. Sukur-sukur kalau masih ada pijakan atau pegangan yang menolong kita untuk kembali memanjat. Kalau enggak?Pastinya kita akan terjatuh dan nggak bisa sampai ke puncak. Hidup memang sebuah perjuangan. Perjungan untuk meraih sebuah mimpi dan cita-cita….

(…read more)

One Commentto Tebing Citatah, Bandung

  1. Hendro says:

    Tebing Citatah sih emang udah terkenal banget buat tempat panjat tebing dari jaman dulu yaa?
    ane juga penasaran banget tuh pengen nyobain heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *