Kampung Nelayan – Penjaringan

Aroma Ikan hampir membuat saya muntah ketika saya tiba di daerah Penggusuran Muara Angke. Tapi lama kelamaan saya mulai terbiasa dengan bau amis tersebut. Kaki saya perlahan-lahan melewati lantai yang terbuat dari bambu yang jujur membuat saya agak-agak was-was melewatinya. Masalahnya dibawahnya persis adalah lautan yang entah seberapa asin rasa airnya karena bau asinnya begitu menyengat di hidung saya.

Saya dan teman-teman disambut hangat oleh para nelayan disana. Mereka tak sungkan-sungkan bercerita sambil menyuguhkan kami segelas teh hangat dan kacang.

“Beginilah kehidupan kami para nelayan..” ucap salah satu dari mereka sambil tersenyum.

Saya mendekati salah satu nelayan yang terlihat paling pendiam dan ‘sedikit’ sangar. Dari tadi teman-teman saya agak ragu untuk mendekati beliau. Tapi waktu itu saya dengan cueknya mengajak ngobrol beliau. Ternyata beliau sangat ramah dan menyenangkan. Dari beliau saya belajar bahwa jangan pernah mengeluh dengan keadaan. Yang penting adalah bagaimana kita bekerja keras untuk orang-orang yang kita cintai. Dengan prinsip hidup seperti itu, beliau telah mampu menyekolahkan anak-anak beliau hingga lulus sarjana. Ya dari hasil mencari ikan itu…

(…read more)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *