Pulau Payung

Oke, sepertinya saya harus membiasakan diri menuliskan perjalanan saya sebelum saya lupa ceritanya gimana seperti sebelum-sebelumnya (huffttt!)
tanggal 9-10 Agustus kemarin, saya jalan-jalan ke pulau payung. Pulau payung itu adalah salah satu pulau yang berada di kepulauan seribu.
Seperti biasa, saya berangkat dari pelabuhan muara angke. Dengan bodohnya saya dan keempat teman saya nyasar ke muara baru. Ini pelajaran banget ya, buat temen-temen yang mau ke muara angke naik taksi: Kalau nggak tau jalan ke muara angke, pake GPS! Jangan percaya sama sopir taksi 100%. Yang ada argo melonjak dan dag-dig-dug gara-gara takut ketinggalan kapal.

Untungnya kapal belum jalan ketika saya dan teman-teman tiba di muara angke.Sopir taksi yang membawa kami memang ajaib banget deh. Karena setelah adegan nyasar ke muara baru itu, sang sopir taksi ajaib bisa ngebut dan tiba tepat di depan kapal. Yess, literally di sebelah kapal yang mau mengantarkan kita ke pulau. Padahal biasanya kendaraan cuma bisa sampai pintu masuk depan. Plok…plok…plok…

Seperti biasa, saya selalu mencari posisi duduk dekat jendela. Karena selain kena angin semriwing-semriwing, saya juga juga bisa nyender dan tidur lelap selama perjalanan. HAHAHA…. *tawa setan. Teman saya, Woro, sudah siap dengan antimonya. Dan sudah dipastikan dalam hitungan detik dia bisa langsung tertidur.

Untuk menuju pulau payung, kami harus transit di pulau Tidung. Dari pulau tidung kami di jemput kapal nelayan menuju pulau Payung. Untuk kalian yang suka camping nikmat, saya rekomendasikan pulau ini untuk kalian. Karena selain pemandangannya indah, pulau ini nggak kosong melompong alias ada penduduk. Hanya saja posisi penduduknya agak ke belakang dan di sisi pulau ujung. Bagusnya adalah, kita bisa menumpang kamar mandi.Atau kalau ada alat-alat ‘urgent’ yang dibutuhkan, kita bisa juga minjem mereka hahaha… asal yang sopan ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *