God Save The Punk

20120123-020325.jpg

Tshirt yang saya pakai dalam foto ini bertuliskan GOD SAVE THE QUEEN, salah satu judul lagu band punk legendaris Sex Pistols. Yaps, beberapa pekan yang lalu saya membaca sebuah berita di internet mengenai penangkapan dan penggundulan anak-anak punk di Aceh oleh polisi syr. Saya sengaja nulis topik ini di blog supaya mungkin bisa dijadikan satu pandangan baru buat kalian. Ini cuma sebatas pendapat dari kacamata saya lho… Jadi kalau ada yang berbeda pendapat dengan saya ya monggo aja hehe…

Terus terang saya kaget banget dengan penangkapan dan penggundulan anak2 punk di Aceh itu.Kenapa?karena mereka ditangkap dengan alasan yang menurut saya agak aneh bin ajaib: Karena mereka BEDA… <—what the hell???beda? Ingatkah kalian dengan Bhineka Tunggal Ika?Pantesan aja nilai toleransi kurang banget di negara kita ini.Lha wong, masih ada yang nggak bisa menerima perbedaan. Menurut berita yang saya baca, penangkapan itu terjadi ketika mereka selesai nonton konser. Hey,saya juga suka nonton acara musik punk.Kalo misalnya saat itu saya nonton,berarti saya juga ikutan ditangkep dong?HeekK! Apakah saat ini nonton konser termasuk kriminalitas? *mikir sambil megang2 janggut Alasan mereka lainnya adalah karena anak-anak punk sering malak,mabok,dan semua yg negatif. Oke, misalkan ada kasus pencurian dan kebetulan pencurinya adalah siswa sebuah SMU.Trus apa kita bisa langsung men-judge kalo SMU itu pencuri semua?haha…*ngakak sampai guling2. Apa karena penampilan anak2 punk dengan atribut rantai, rambut mohawk, celana ketat dan piercing adalah alasan orang2 menyamaratakan mereka negatif?Weiits,trus apa kabarnya penipu dan koruptor yang ngabisin uang rakyat dimana justru dilakukan oleh oknum berdasi dan berjas? Saya memang bukan orang memahami soal budaya punk. Meskipun saya juga penikmat musik Bunga Hitam, Rancid, SID, Sex Pistols,dll. Tapi beberapa teman saya ada yang memang punk jalanan dan mereka asik2 aja. Bahkan berteman baik dengan saya. Kami saling menghargai.Saya respect terhadap hidup yang mereka pilih, dan mereka juga respect terhadap saya. Buat mereka jalanan adalah kehidupan tempat mereka belajar,bersahabat, dan menyuarakan kebebasan. Yeah, masing2 orang punya cara belajar yg beda2 khan? Dan satu hal yang saya salut dari mereka adalah mereka nggak pernah lari dari masalah.Setiap ada masalah selalu dihadepin sampai beres.Beda banget sama orang2 kebanyakan yg doyan lari dari masalah.Cupu! Beberapa sumber yang saya baca menerangkan kalau street punk muncul di Inggris pada tahun 1980-an, Pada zaman itu, pabrik-pabrik menutup lowongan pekerja bahkan memecat banyak karyawannya dengan alasan efesiensi, masyarakat kelas pekerja menggunakan jalanan sebagai tempat mencari nafkah, membuat jejaring-kerja, serta aksi protes yang diselingi karnaval dan musik. Inilah awalnya punk jalanan. Oiya, saya jadi ingat sebuah peristiwa yang pernah saya lihat di dalam bus trans jakarta. Dan ini mungkin bisa merubah image anak punk yang negatif selama ini. Jadi waktu itu saya sedang menunggu bus di shelter.Saya melihat seorang cowok dengan rambut mohawk, celana ketat dan piercing, ikut menunggu. Ketika ia duduk di dalam bus, nggak ada satu orang pun yang berani duduk deket dia karena penampilannya.Saya yang kebetulan saat itu terlanjur duduk di kursi lain hanya jadi penonton ketika seorang wanita ragu untuk duduk di sebelah cowok itu. Dan…. cowok punk itu melihat ke wanita tadi sambil ngomong,”Mbak, nggak usah takut sama saya. Saya bukan orang jahat.” akhirnya si wanita tadi duduk di sebelahnya. Sepanjang perjalanan, cowok itu ngomong panjang lebar tentang punk.Salah satunya yang saya dengar dia ngomong, “Saya memang nyamannya penampilan kayak gini, mbak. Sebenernya kami bukan orang jahat.Cuma kebanyakan orang bawaannya curiga aja.” Dan amazing, cowok itu berhasil membuat banyak orang dalam bus trans mendekat ke arahnya dan mulai bertanya2 soal budaya punk.Dan orang itu menjawab dengan santai.Terjadilah diskusi yg asik selama perjalanan. See…intinya adalah don’t judge the book by its cover. Belajarlah untuk menghargai perbedaan.Bukankah hidup bakalan nggak monoton kalau berwarna-warni?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *