Sweet Cake on My Day

OK saya akan jujur kalau saya hampir melupakan hari ulang tahun saya sendiri tahun ini. Setiap kali ada orang yang menanyakan kapan saya berulang tahun, saya pasti akan menjawabnya dengan… “Well, everyday is my birthday. So, mau kasih kado?Sini, sini, saya akan dengan senang hati menerima…ahahaha…”

Saya sudah lupa kapan terakhir kali saya merayakan ulang tahun saya. Tunggu, biarkan saya mencoba mengingat *sambil mengetuk-ngetuk kepala dengan mata menatap ke sudut kanan atas* BLASH! Saya benar-benar lupa ahaha.. sepertinya sekitar delapan tahun yang lalu, oh tidak-tidak, sepuluh tahun yang lalu, oh… kayaknya… sembilan tahun yg lalu, oh bukan…lima, eh empat! Fuuuiiih sudahlah lupakan saja… kamu sudah berusaha maksimal untuk mengingatnya *sambil terisak2 sedih karena tanda-tanda penuaan dini. Pikun.*

Satu hal yang tak pernah saya lupakan disetiap ulang tahun saya adalah pelukan mama-papa. Ya, buat saya itu sangat spesial dibandingkan perayaan apapun.Saya ingat betul bahwa ketika itu banyak harapan dan doa disampaikan papa-mama walau hanya diwakilkan dengan sebuah pelukan. Saat itu pula papa-mama tertegun dan menyadari bahwa anak perempuannya sudah semakin dewasa. “Rasanya baru kemarin kamu lulus TK” begitu kata mereka dari tahun ke tahun. How sweet…

Tuhan memang Maha Penyayang. Setiap tanggal 14 Desember, saya selalu mensukuri apa yang telah Tuhan berikan pada saya. Tahun-tahun lalu saya tak pernah perduli kalau orang-orang disekeliling saya melupakan ulang tahun saya. Saya tak perduli kalau dulu pacar saya pun lupa ulang tahun saya dan baru memberikan selamat ketika hari hampir berganti, bahkan saya tak perduli kalau tidak ada perayaan spesial di hari Ulang Tahun saya. Yang saya perduli adalah bagaimana saya bisa memperlakukan orang lain dengan spesial, bagaimana saya bisa membahagiakan banyak orang, dan bagaimana orang lain bisa merasakan setiap hari adalah ulang tahunnya. Nggak perlu nunggu ulang tahun untuk memberikan kado kecil atau kejutan kecil untuk orang lain. Nggak perlu juga nunggu ulang tahun untuk memberikan kata ‘selamat’ untuk keberhasilan seseorang atau ‘terima kasih’ untuk orang yang menolong kita. Terkadang kita lupa pentingnya kata-kata itu. Begitu susahnya kita mengucapkan kata sesimpel itu. Padahal betapa indahnya hidup kita kalau dipenuhi dengan kata-kata itu. Coba deh mulai dengan mengucapkan kata ‘Terima Kasih’ kepada bapak-ibu kita. Saya yakin bahwa banyak diantara kita yang justru jarang mengucapkan kata itu kepada mereka. Ya, termasuk saya hehehe…

Semakin dewasa, saya terus belajar untuk selalu mengucapkan kata-kata simpel tersebut kepada orang banyak. Saya belajar untuk selalu memberikan kata selamat untuk orang-orang yang baru mendapatkan kebahagiaan. Secara nggak langsung itu akan membuat saya perlahan menghilangkan sifat iri. Saya pun juga berusaha selalu mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu saya menyeberangkan jalan, memberikan barang saya yang tak sengaja terjatuh, memberikan uang kembalian dengan jujur saat saya berbelanja, mempersilahkan saya melihat-lihat barang dagangan mereka, dll. Percaya deh, secara nggak langsung kita sanggup memberikan aura positif di lingkungan kita.

Ulang Tahun itu ibarat sebuah peringatan dari Tuhan. Sudah berapa banyak yang kita berikan untuk orang lain? Apakah kita sudah mempergunakan waktu kita dengan baik? dan sudah seperti apakah diri kita saat ini? Dan jawabannya ada di diri kita masing-masing.
Ngomong-ngomong, dua tahun belakangan ini, ulang tahun saya mendapat kejutan kecil yang cukup manis. Tahun kemarin saya dibangunkan jam 12 tepat di kamar kosan saya. Ketika itu pula sebuah mini cup ice cream Conello dengan sebuah lilin diberikan oleh teman-teman kosan saya sebagai kejutan. God, I really miss you guys!
Dan tahun ini, untuk pertama kalinya seorang cowok berdiri di depan gerbang rumah saya jam 12 malam membawa sebuah cake dengan 25 lilin diatasnya, “Happy Birthday!”
Thanks dear, how sweet you are….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *