Rest In Peace My Dear X-Banner

foto0018

REST IN PEACE X-BANNER

November 2009 – Juni 2010

Saya terjaga ketika suara Papa membangunkan saya dengan sebuah kalimat, “Dek, Banner mati..”  tanpa mengulet ataupun duduk terlebih dahulu, saya langsung bergegas menuju rumah kelinci saya, X-Banner. Dan saya terpaku melihat kelinci kesayangan saya ketika itu. Ia terbujur kaku dengan mata terbuka. Ya, Banner telah mati….

Mungkin memang sudah waktunya dia harus pergi. Padahal sebulan sebelumnya ia sempat sakit parah, sampai-sampai setiap malam saya dan keluarga harus mengelus-ngelus tubuhnya karena ia kejang-kejang. Kami juga harus menyuntik tubuhnya ke dokter hewan untuk menangkal virus jahat yang menyiksanya. Dokter bilang ia terkena scabies dan sudah sangat fatal. Setiap kali ia kejang, saya selalu mengelus tubuhnya sambil berkata, “Banner, tahan ya sayang….”

Ia berhasil bertahan untuk hidup melawan penyakitnya. Bahkan tubuhnya sudah kembali gemuk.  Tapi entah apa penyebabnya, pagi itu Tuhan mengambilnya. My Lovely X-Banner. Bahkan saya pun tidak melihat gejalanya. Tiba-tiba saja ia telah terbujur kaku di rumahnya meninggalkan saya dan si’item’, kelinci perempuan yang kakak saya beli untuk dijadikan pasangannya. Rest In Peace My dear X-Banner…

Berikut adalah si ‘item’, pacar X-banner yang sedang berduka dan saya hibur dengan memberikannya beberapa boneka untuk bermain….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *