Call me a Loser..

n584823270_1046455_858

Jadi loser pasti nggak asik banget! Mana ada sih orang yang pengen terus-terusan jadi nggak penting? Okay, mungkin  tanpa kita sadari, disekeliling kita ada orang-orang yang memang dianggap loser sama temen-temen. Ada, tapi kayak nggak ada. Keberadaannya nggak akan berpengaruh apa-apa. Nggak enak banget kan jadi dia?

Saya tahu betul gimana rasanya jadi loser. Rasanya jadi nggak penting. Kalau saya ingat-ingat memang menyedihan banget. Kenapa? Karena saat itu, saya berusaha menutupinya dari orang tua saya. Maklum, mereka terlalu berlebihan bangga sama saya yang sebenernya bukan apa-apa di sekolah waktu itu. Mereka nggak tau betapa pendiamnya saya di sekolah, tidak sebawel saat dirumah. Mereka nggak tau betapa mindernya saya dengan teman-teman lainnya karena mereka cantik-cantik, punya barang bagus-bagus, dan lain sebagainya. Orang tua saya juga nggak tau kalau saya selalu kebingungan saat mau pergi dengan teman2 hanya karena saya merasa seperti babysitter yang sedang jalan bareng anak majikannya. Atau mereka juga nggak pernah tau kalau sering sekali saya diperlakukan ‘berbeda’ dengan cewek-cewek populer di sekolah.

Tapi sebuah kalimat menyakitkan yang keluar dari mulut salah seorang teman saya membuat pikiran saya terbuka. *mungkin nggak usah disebutin kali ya…karena saya malas mengingat kembali kejadian itu. Yah… meskipun kejadian itu yang merubah hidup dan pola pikir saya. Tapi yang jelas, saking sakit hatinya saya saat itu, dalam hati kecil saya berkata agak jahat, “Sekarang lo boleh ketawain gue. Tapi kita lihat beberapa tahun lagi, elo jadi apa dan gue jadi apa…” Dan kalimat itu yang selalu memotivasi saya sampai saat ini untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dan lagi… YA, SAYA NGGAK MAU JADI LOSER.

Sekarang pasti masih banyak orang-orang yang diperlakukan sama seperti saya waktu itu. Buat kamu, pesan saya adalah jangan mau terus-terusan jadi NOTHING. Kamu harus jadi SOMETHING. Kalau orang tua kamu tau kamu jadi loser di sekolah/kampus, mereka pasti sedih banget.  Coba buat orang tua kamu dan orang-orang yang kenal kamu benar-benar bangga sama kamu.

Saya belajar dari apa yang pernah terjadi sama saya. Menurut saya, seseorang dianggap loser karena ia cenderung untuk jadi follower dan jarang banget ngeluarin ide baru. Selain itu juga karena mentalnya yang terlalu lemah untuk menghadapi segala kemungkinan buruk. Alias nggak berani ngambil resiko. Jadi, kalau kita nggak mau dianggap loser, kita harus lebih terbuka. Berani mengutarakan pendapat atau ide, berani mencoba hal baru, banyak berteman, jangan sombong dan  berusaha jadi diri sendiri. Kamu harus gali potensi apa yang yang ada di dalam diri kamu yang bisa kamu tonjolkan.

Ternyata nggak harus ganteng atau cantik untuk jadi seseorang yang ‘dianggap’ di lingkungan kita. Kalau kita merasa nggak punya kelebihan apa-apa, mungkin kita harus bikin ciri khas sendiri supaya diinget sama orang. Banyak kok selebritis-selebritis yang punya fisik pas-pasan tapi bisa sukses. Dan banyak juga tokoh2 hebat yang dulunya pernah jadi loser tapi bisa jadi seseorang yang berjasa buat dunia.

Thomas Alfa Edison penemu bola lampu pernah dianggap tuli dan bodoh. Einstein pernah dianggap idiot, Beethoven pernah dianggap sebagai pemusik yang nggak punya masa depan, Steven Spielberg pernah berkali2 di DO dan dimasukkan ke kelas anak-anak terlambat mental, Bill gates pun pernah di DO dari Harvard. See, mereka semua pernah jadi orang gagal. Tapi lihat mereka sekarang. Yang terpenting, jangan mau terus-terusan jadi looser. Kita semua berhak untuk jadi WINNER.

Dan kalau memang saat ini ada orang yang menganggap kamu loser, coba bilang sama diri kamu sendiri,

“Panggil gue loser sekarang. Kita lihat beberapa tahun lagi, elo jadi apa dan gue jadi apa…gue akan buktiin ke elo kalo gue bukan loser!”

One Commentto Call me a Loser..

  1. rife says:

    keren mbak dian artikel nya, saya sedang cari2 nih artikel motivasi loser dan winner, gue akui sekarang emang jadi loser. tapi we must be winner di hidup yg hanya sekali ini. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *