Jangan sok tau tentang hidup saya!

1_737921958l

Yup, jangan sok tau tentang hidup saya karena kamu nggak tau apa-apa tentang saya. Ucapan itu muncul ketika saya menutup Jojo dengan perasaan konyol. Kenapa? Karena beberapa hari belakangan ini saya bertemu dengan orang yang sotoy abiez tentang hidup saya. Mengkritik dan merasa dirinya paling tau tentang saya. Buseeet! Emangnya situ ari-ari saya yang konon katanya sudah dikubur oleh orangtua saya sehingga situ merasa lebih mengenal saya dibandingkan mama saya sendiri?

Okay, saya nggak sabar pengen menceritakan semuanya pada kalian. Awal percakapan kami adalah ketika tiba-tiba dia menyapa saya di sebuah tempat. Awal pertemuan saja dia sudah sok asiknya mendekati saya sambil berkata, “Woy! Lo dyan, kaan? Lo yang nulis dealova, kaan?Nggak nyangka penulis dealova nongkrong disini.” Hah?!? Sapa elo? Perasaan hampir setiap hari saya ada di tempat itu. Malahan saya yang heran karena baru kali itu saya melihat mukenya. Teman-teman saya saja tidak ada yang mengenal dia. Freak! Saya tersenyum, berusaha untuk tidak menyakiti dia. Yah, mungkin saja saya memang mengenal dia tapi saya lupa. Ayo positive thinking dichiel!

Lelaki itu menjabat tangan saya dan langsung duduk disebelah saya. Saya dan teman-teman saya pun tak keberatan. Lalu mulailah dia berbicara…

“Gue tuh suka mengkritisi Film. Dan film lo itu masuk kategori film sampah di blog gw. Gw tau itu base on novel lo yang isinya emang menye-menye gitu. Emang ya, cewek-cewek doyannya sama yang kayak gitu. Pantesan aja novel-novel stabillo laku dibaca sama cewek model kayak elo. “

Saya cuma nyengir. “Yah… itu kan masalah selera, Mas..,” jawab saya berusaha santaiii. Padahal dalam hati saya ngomong, “Mas, mas, saya aja mati-matian riset kalimat-kalimat indah yang disukain cewek-cewek. Secara saya dan teman-teman main saya lebih sering menggunakan kata-kata indah buat jadi bahan lawakan. Hahaha… dan satu lagi ya, Mas. Buku yang saya baca itu nggak cuma novel teenlit. Saya baca semua buku. Termasuk buku politik dan ekonomi. Catat itu! “

“Tapi Soundracknya lumayan laah, buat cewek-cewek model kayak elo”

Hah?!? cewek model kayak gue gimana? Jelas-jelas saya menyukai musik death metal. Yah, meskipun saya juga mendengarkan jenis musik lainnya. Sorry, saya nggak sok idealis…

“Oiya, bentar lagi di bioskop bakalan ada film romantis buat cewek-cewek. Cewek kayak elo pasti suka deh.”

Apa-apaan siih?cewek kayak gue lagi? Hey! Saya suka sekali film Action,  film Godfather dan semua karya-karya Tim Burton. Yaah, kecuali kalau dia menganggap kalau itu adalah film romantis. Dasar tolol!

Dalam waktu yang lumayan lama dia ngoceh panjang lebar. Menjelek-jelekkan karya-karya orang lain seenak udelnya. Saya  cuma nyengar-nyengir sambil terus-terusan ngomong, “Yaaah… selera orang kan beda-beda, Mas. Malahan bagus kalau semakin banyak film2, novel2 yang bermunculan di Indonesia. Itu tandanya manusia Indonesia pekerja keras. Nggak males-malesan. Setidaknya ada yang bisa mereka kerjakan. Hehehe…”

Mendengar ungkapan saya, lelaki itu terlihat nggak mau kalah, “Tapi percuma kalau semua sampah!”

Anjriiit dari pada mulut lo yang sampah! *maaf dalam hati saya memang ngomong begitu. Saya kembali terdiam. Bingung mau ngomong apa lagi. Kemudian sebuah pertanyaan mendadak kelar dari mulut saya, “Emangnya mas kerja dimana?”

“Saya nggak kerja. Gini-gini aja. Yah… kumpul sama temen-temen, jalan sama temen-temen…”

“Oooh…”

Dia terlihat memundurkan posisi duduknya. “Saya tuh baru mau jalan ke Gunung Gede. Kemarin saya habis dari Sundoro-Sumbing.”

Bodo amat! Emangnya saya tanya? Saya sudah mulai muak dengan keberadaan orang itu.

“Cewek kayak kamu palingan taunya cuma minta uang dari mami, ngabisin duit ke mal apa untuk ngegaul. Pasti nggak suka kotor-kotoran di gunung. Paling juga merengek kepanasan.”

Okay! Enough!Gw emosi! Tapi anehnya saat itu saya hanya cengar-cengir saja. Mungkin nggak enak sama teman-teman saya dan nggak enak sama orang itu juga karena baru kenal.

Nggak lama kemudian, akhirnya lelaki tersebut pergi juga. Teman-teman saya langsung heboh tertawa. Kata-kata mereka cuma satu, “Asli tuh orang sotoy marotoy abies!”

Saya pun juga ikut-ikutan tertawa. Padahal sebenernya saya emosi banget! Sok tau banget sih tuh orang tentang hidup saya? Emangnya mentang-mentang saya penulis novel teenlit, trus saya  udah pasti adalah cewek yang nggak punya bacaan lain selain teenlit?cewek yang cuma doyan dengerin lagu dan film mellow2 romantis, cewek yang nggak suka melakukan kegiatan diluar ruangan, cewek yang hobinya cuma menghamburkan duit orangtua untuk shopping? Hey! sok tau banget lo?

Emangnya mentang-mentang saya penulis novel teenlit, saya nggak boleh suka dengerin musik metal?Emangnya saya nggak boleh baca buku politik dan ekonomi? emangnya saya nggak boleh nonton film action yang penuh pertumpahan darah? Emangnya nggak boleh kalau saya masuk anggota pecinta alam? Dan emangnya aneh kalau saya udah biasa hidup sendiri jauh dari orang tua dan mati-matian bekerja untuk biaya kuliah saya? Yang jelas, saya mau nulis novel apa kek, itu urusan saya! Siapa elo mau ngatur hidup gue???

Okay, mungkin saat itu cowok tersebut tidak terlalu serius bicara seperti itu. Atau mungkin dia hanya iseng.  Tapi please ya, Mas. Jangan sok tau tentang hidup saya karena anda nggak tau apa-apa tentang saya!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *