Untuk Dyan

921961986l

Sabar ya, deek…

Entah udah berapa kali sabar mah. Kenapa aku lahir dari rahim seorang wanita luarbiasa seperti Mama? Sehingga aku memiliki sifat yang persis sekali seperti Mama. Terlalu nurut. Terlalu nrimo. Meskipun hatinya sakit bagai dicabik-cabik dan jatuh dari ketinggian 200 kaki.

Tapi saya terlalu cengeng. Tidak seperti Mama. Air mata saya mudah sekali menetes. Saya gampang terharu. Mungkin banyak orang berpikir kalau saya terlalu nekat. Terlalu berani mengambil resiko. Tidak pernah takut apapun. Bahkan ketika sebuah Barreta 92 tepat diatas kepala sekalipun, saya tak gentir. Atau ketika saya berada di ketinggian 20 meter untuk melakukan bungee Jumping, atau mungkin saat saya tidak merasa ngeri ketika berada di tengah hutan  sendirian jam 2 pagi. Nggak ada yang tahu bahwa sebenarnya saya begitu cupu. Begitu mudah terharu. begitu sensitif bukan main jika sesuatu yang membahagiakan dan menyedihkan terjadi di depan mata saya.

Saya selalu menangis sendirian di dalam kamar saya yang sempit dan gelap. Menangisi diri sendiri. Pathetic. Menangisi hal-hal bodoh yang pernah saya lakukan. Menangisi betapa lemahnya saya dihadapan lelaki yang saya sayangi. Bahkan saya hanya terdiam ketika air mata saya tumpah karena menahan perih akibat cacian yang dia lontarkan. Akibat perlakuan kasar yang dia berikan.Bodoh. Tapi mama tenang saja. Hal itu nggak akan terulang lagi…

Sabar ya, dek…

Ya, Mah. Anakmu ini selalu ingat kata-katamu. Saya selalu berusaha sabar meskipun tak ada yang pernah perduli apa yang saya pikirkan dan rasakan. Tak perduli saya benci atau tidak, suka atau tidak, sakit atau tidak, capek atau tidak. Yang mereka tau hanya kepuasan dirinya sendiri. Segelintir Manusia.

Sabar ya, dek…

Lagi. Mama selalu berkata itu. Kata-kata mama itu memang dopping terbaik saya. Kekuatan terbesar saya. Rasa capek, sedih, takut, sakit, semua bisa hilang tanpa rasa. Saya tak perduli. Karena saya tahu apa kelanjutan dari kalimat Mama..

Sabar ya, dek… Semua pasti ada balasannya. Tuhan pasti punya rencana untuk kamu…

Comments are Closed