Work Smart and Play Smart

“Gila! Gue udah mati-matian kerja keras. Tapi tetep aja gue kalah sama dia.”

Kayaknya kata-kata busuk itu sering banget saya dengar di telinga saya. Yah, mungkin hanya beberapa orang yang berani mengucapkan kata-kata itu terang-terangan. Selebihnya hanya bisa sakit hati karena mencaci maki dalam hati.

“Siapa suruh lo kerja keras? Salah sendiri. Sekarang tuh jamannya kerja cerdas!”

Mungkin itu kata-kata yang pantes dilontarkan untuk menyadarkan orang tadi. Tulisan ini memang hanyalah sebuah share belaka tentang pekerjaan yang saya jalani selama ini.  Dari dulu keluarga saya dan orang-orang terdekat saya selalu berkomentar tentang pola kerja saya. Kata mereka saya terlalu banyak kegiatan sampai-sampai saya kurang tidur, makan nggak teratur, nggak mikirin kesehatan, dan badan saya kurus kecil (Sorry, untuk yang satu ini saya nggak setuju. Saya udah kecil dari sononya meskipun makan saya melebihi porsi makan Hagrid.) Mungkin inilah penjabaran kegiatan saya setiap hari:

05.00    Bangun pagi untuk shalat subuh dan habis itu Zzz… lagi hahaha…

07.30    Bangun lagi untuk nelpon mama dan nelpon orang-orang tersayang (ini wajib, kudu, harus!). Trus beres2 kamar.

08.00    Biasanya saya masak makanan buat sarapan dan untuk dibawa ke kantor

08.30    Saya pasti mandi dan siap-siap berangkat ke kantor

09.30    Berangkat ke kantor

10.00    Dari jam 10.00 – 20.00 (kadang lebih) saya di kantor. Kalau pun nggak di kantor biasanya ada meeting atau event di luar.

21.00     Sampai kos-kosan saya mandi. Habis itu nelpon mama lagi atau teman-teman hanya untuk ngobrol. Iseng-iseng bikin prakarya 😛

21.30     Masak makan malam. Laper boooo….

21.00    Biasanya saya buka Jojo untuk online atau mengerjakan kerjaan kantor. Terus palingan saya menulis.

00.00    Jam segini biasanya saya udah posisi mau tidur. Tapi lebih sering nyalain TV untuk nonton DVD atau nyalain Jojo untuk nulis atau online lagi sampai ketiduran hehehe….

Hmmm… begitu kira-kira jadwal saya sehari-hari. Cukup padat memang, tapi  saya merasa bahwa saya masih muda dan masih banyak ilmu berharga di luar sana  yang harus saya pelajari. Tapi bener lho, menurut saya cara belajar yang paling cepat dan efektif adalah belajar dari lingkungan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Percuma kalau saya kerja mati-matian tapi nggak ada satupun ilmu yang bisa saya serap. Itu yang saya maksud dengan kerja cerdas. Kerja yang nggak asal capek. Tapi kerja yang bisa bikin kita tambah pinter.

Semenjak bekerja di Event Organizer, saya belajar bahwa ternyata banyak orang egois di luar sana. Banyak orang yang sok artis, sombong karena mereka tenar, sok pinter  dan sok-sok yang lainnya.  Biasanya  orang kayak gini banyak maunya. Nyuruh inilah, nyuruh itulah, tanpa mikir kalau orang yang disuruh juga manusia. Tapi nggak jarang juga saya bertemu dengan orang-orang hebat yang low profile, baik hati dan sopan. Yang tidak mengecilkan orang-orang yang sudah bekerja jungkir balik di balik layar.

Dari situ saya belajar menghargai setiap tetes keringat orang-orang yang juga telah bekerja keras untuk saya. Jadi setiap kali saya diundang mengisi  acara-acara penulisan, saya akan sangat bahagia kalau dikenalkan dengan orang-orang yang rela capek-capek hanya untuk membuat acara itu berjalan dengan baik. Buat panitia-panitia acara-acara yang pernah mengundang saya, saya mengucapkan banyak terima kasih. Meskipun nggak mungkin saya tulis satu- persatu disini, tapi thanks buat segala jernih payah kalian ya. I really appreciate..

Inget, yang penting bukan kerja keras. Tapi kerja cerdas!!!




Comments are Closed