Memangnya Kenapa Kalau Saya Penulis Teenlit?

Kata orang, jadi penulis itu gampang. Tua-Muda, Laki-Perempuan, Kaya-Miskin, Cantik- Jelek, semua bisa bisa jadi penulis. Saya jadi teringat saat pertama kali saya menulis. Banyak sekali orang-orang yang memandang sebelah mata, mencibir, bahkan menjelek-jelekkan tulisan saya. Menganggap saya anak kecil yang sok tau dan hanya bisa membuat tulisan-tulisan ringan yang tidak berbobot. Wajar memang melihat background pendidikan saya yang bukan berasal dari Sastra, nilai Bahasa Indonesia saya yang memang biasa-biasa saja, dan banyak hal lain dalam diri saya yang cukup sulit membuat orang mempercayai kalau saya seorang penulis. Semua bentuk pandangan sinis membuat saya sadar bahwa semua orang, termasuk saya yang bukan apa-apa ini bisa jadi penulis. Tapi menjadi penulis seperti apa dan untuk apa? Itu pertanyaannya…

“Bahasa tulisan kamu terlalu ringan. Seharusnya kamu bisa membuat tulisan yang lebih mendalam dari itu.”

Lalu kenapa kalau saya menulis novel ringan?
Lho, saya kan bukan profesor yang biasa menuliskan hal-hal yang berat. Kenapa harus dipermasalahkan?
Saya hanyalah seseorang yang menginginkan minat baca generasi muda Indonesia meningkat. Dan masyarakat bisa memiliki pilihan bacaan yang beragam.
Saya tidak terlalu perduli orang mau bilang apa tentang tulisan saya. Tapi yang jelas menurut saya, cara agar membuat seseorang yang sama sekali tidak suka membaca menjadi suka membaca ialah dengan mulai memberikan bacaan. Dimulai dari bacaan yang ringan-ringan, kemudian akan meningkat membaca sesuatu yang lebih berat lagi dan lagi. Dan pada akhirnya mereka akan mencintai budaya membaca. Dengan begitu, taraf pendidikan di Indonesia akan semakin meningkat. Dan perpustakaan serta toko buku bukan lagi hanya menjadi tempat untuk mengejar nilai di kelas, tapi menjadi tempat yang sangat menarik untuk memperoleh segudang pengetahuan.

Semua itu butuh proses yang panjang. Kenapa Indonesia bisa Merdeka? Karena adanya pejuang. Karena ada yang berkorban. Kalau ingin melakukan perubahan besar, haruslah ada pengorbanan. Entah berapa banyak orang yang mencibir dan sinis pada tulisan saya. Saya tidak perduli. Selama saya bisa membantu meningkatkan minat dan budaya membaca di Indonesia, maka saya dengan senang hati akan berkorban. Dan pada akhirnya saya akan berkata….. Ya, Saya adalah penulis novel ringan. Memangnya kenapa?

Buat kamu yang sudah datang ke web ini dan membaca isinya, selamat kamu telah berkontribusi dalam meningkatkan budaya membaca di Indonesia.

Cheers,
Dyan

swbutswbutswbut




Comments are Closed