MAN ARE FROM MARS, WOMEN ARE FROM VENUS?

Hah? Berarti cowok itu alien dong? Yaah… sebut saja seperti itu (*hahaha). Saya punya sebuah pengalaman yang cukup unik menurut saya. Begini ceritanya…

Seorang teman saya datang ke kamar kos saya. Tiba-tiba saja dia menangis dan memeluk saya. Saya yang baru saja habis sms pacar (*hehehe) hanya sekedar untuk memastikan kalau pacar saya baik-baik saja setelah sekian lama nggak berhubungan jelas kaget. Saking ‘hot’nya,temen saya menangis sampai sesegukkan dengan nafas terengah-engah. Dia bercerita panjang lebar dengan porsi yang menurut saya bisa melebihi episode sebuah sinetron kejar tayang. Intinya adalah ia baru saja diputus oleh pacarnya yang paling ia sayang, kemarin. Mereka udah pacaran selama tujuh tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan. Mereka pun sudah berencana untuk married. Tapi well, apa mau dikata kalau ternyata ‘alien’nya jatuh cinta pada wanita lain.

Sepajang dia bercerita, saya tak henti-hentinya melihat dari sudut pandang sang ‘alien’ agar teman saya itu dapat melihat dari dua sisi yang berbeda. Lama kelamaan dia mulai bisa mengambil jalan tengah dari permasalahannya. Saat itu sebenarnya saya menyadari bahwa bagaimanapun saya tidak benar-benar tau apa yang teman saya rasakan meskipun saya berusaha mengambil hal-hal positif yang bisa diambil dari masalahnya itu. Bagi saya sangat manusiawi sekali ia nangis-nangis kejer disaat belum lama mereka putus. Inilah makhluk Venus…

Ketika teman saya ada di pelukkan saya sambil berusaha mengontrol tangisnya, sebuah sms melayang ke hp saya. Saya membacanya dan… Dash! Mendadak saya shock berat. Saya merasa jantung saya berdetak lebih cepat. You know what? Pacar saya mengakhiri hubungan kami. Saya mulai nggak konsen dengan ucapan-ucapan teman saya. Saya bingung. Sekarang saya hampir mengerti bagaimana perasaan teman saya itu. Saat itu saya masih berusaha menahan-nahan perasaan saya. Karena saat itu saya sadar kalau posisi saya masih sebagai penenang. Dia sedang butuh saya. Dan saya harus ada…

Anyway, life must go on. Setelah hampir seminggu, teman saya agak lebih tenang. Tapi lucunya, justru saya yang malahan depresi(*telat banget!) Baru kerasa sakit banget setelahnya. God, I really lost him! Saya kehilangan orang yang saya sayangi. Apalagi setelah saya mengingat semua kenangan manis dengan pacar saya…ups!mantan saya. Ya sudahlah…

Saat itu saya merasa ungkapan men are from mars dan women are from venus tidak semuanya benar. Karena saat itu saya menggunakan metode mars untuk menanggulangi depresi saya. Saya menghilang! Saya menyelesaikan masalah hati saya sendirian tanpa teman. Saya pergi ke suatu tempat yang jauh diluar tempat tinggal saya. Untungnya dapet tiket gratisan (*hehe…maybe this is the good part) Disana saya menangis sendiri, marah-marah sendiri, bahkan kalau sampai ada orang yang mengenali saya disana mungkin mereka akan bilang kalau saya gila.

Selama seminggu saya sendirian. Berhubungan dengan sahabat-sahabat saya hanya melalui messenger dan sms. Rata-rata mereka khawatir dengan keadaan saya. Tapi di tempat itu saya merasa lebih tenang meskipun ada satu hal yang sebenarnya saya ketahui mangenai mantan saya itu yang membuat saya merasa kecewa. Ada bagusnya juga saya depresi. Karena jemari saya menjadi semakin lihai menari diatas laptop untuk menulis berjuta-juta kata. Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke inbox saya. Dari salah satu sahabat terbaik saya. Begini bunyinya. “Dich, gw harap semua baik-baik aja disana. Kalo ada apa-apa, please let me know!”

Setelah saya kembali, saya sadar kalau Tuhan sayang sama saya, teman-teman saya sayang sama saya. Dan masih ada orang-orang yang sayang sama saya. Saya tidak sendiri. Mungkin saya akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik karena berhasil melewati semuanya. Lagian pacar saya nggak akan kembali atau berubah jadi the beast kalau saya malah mencaci maki dia. Saya tetap sayang. Karena saya sadar kalau bagaimanapun dia pernah mengisi hari-hari saya yang indah. Take Care yah, say…

So, Men are from mars and women are from venus? I don’t think so. We are from GOD Actually…




Comments are Closed