Derajat wanita di jalanan Ibukota

Saya gadis kecil (saya lebih suka disebut begitu) berumur 26 tahun, berkulit sawo matang, berpenampilan asal, berwajah biasa-biasa saja, dengan bentuk tubuh juga biasa-biasa saja. Sejauh yang saya sadari, tidak ada yang menarik dari sosok saya secara fisik. Tapi sepertinya bukan hanya masalah fisik yang membuat sesorang melakukan pelecehan di jalanan.Tapi lebih kepada situasi dan kondisi yang memungkinkan.

Postingan ini, kemungkinan akan muncul kata-kata yang agak vulgar. Weeitts… jangan mikir ngeres dulu. Please coba rubah persepsi tabu di kepala kalian dulu untuk membaca postingan ini. Karena ini menyangkut keamanan dan keselamatan para kaum hawa di ibukota. Untuk kalian yang belum berumur 18+, lebih baik kalian skip dulu membaca postingan ini dan kembali lagi ketika umur kalian sudah menginjak 18+ ahahaha… piss…

Belakangan ini di koran-koran marak dengan berita mengenai pelecehan seksual di kendaraan umum.Beberapa pelaku berhasil di tangkap.Tapi tak sedikit pula yang berhasil ngibrit dan meninggalkan jejak berupa korban yang menangis histeris.Berikut adalah pelaku-pelaku yang pernah saya temui.Karena kebetulan saya lebih sering menggunakan kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi. Dan frekuensi saya berada di luar ruangan jauh lebih besar.

1. Apa kalian tahu eksibisionis? Berdasarkan detikhealth.com, eksibisionis adalah kelainan di mana seseorang gemar memamerkan organ pribadi kepada lawan jenis dengan tujuan mendapatkan kepuasan pribadi. Pada pria, penderita menemukan kepuasan ketika wanita terkejut melihat genitalnya. Sementara pada wanita, penderita menemukan kepuasan ketika melihat pria terangsang saat melihat alat kelamin, payudara, atau pantatnya.
Entah benar atau enggak, menurut saya eksibisionis adalah salah satu perilaku pelecehan seksual. Saya memposting ini karena kebetulan saya beberapa kali bertemu dengan para eksibisionis itu.

– Saya sedang berada di bus umum bersama 4 orang teman saya.Kebetulan saya duduk di bangku yang dekat dengan jalan.Padahal bus itu tidak terlalu ramai dan ada banyak tempat duduk kosong.Tapi ada seorang pria yang justru berdiri di samping saya.Posisi tubuhnya menghadap ke bahu saya.Awalnya saya nggak ‘ngeh’ kalau dia menempel2 bahu saya.Karena saya sibuk mengobrol dengan teman sebangku saya.Namun karena semakin mepet,saya mulai merasa kalau orang itu sengaja menempelkan ‘maaf’ bagian genitalnya ke bahu saya.Saya mendorongnya sekali sambil ngomong, “Sanaan kenapa,mas?tuh banyak bangku kosong!!” tapi pria itu nggak menggubris sama sekali.Diam aja sambil berlagak clingak-clinguk. Dia agak menjauh.Kemudian saya kembali mengobrol dengan teman saya.Eh… Pria itu kembali mengulangi aksinya.Saya mulai kesal dan mendorong lebih keras “Eh,brengsek! Lo jangan macem2,ya!” bentak saya. Dan pria itu pun kucluk2 turun.

– Pernah juga saya sedang berjalan di dekat kampus.Saya melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir di pinggir jalan. Kacanya terbuka lebar. Ketika saya lewat,saya dengar seseorang memanggil dr dalam mobil itu.Otomatis saya menengok dan melihat cowok dalam mobil itu bergerak-gerak aneh, memegang kelaminnya, sambil menatap saya. Sinting! Saya ngeloyor aja pergi pura-pura gak liat.Malay!

-Ada lagi kejadiannya di angkot dimana seorang lelaki yang duduk di depan saya pura-pura tidur, namun sengaja mempertontonkan alat kelaminnya.Kontan aja saya turun dari angkot.Sakit jiwa!

-Pernah juga seorang cowok berpenampilan bersih, membawa tas selempang berdiri di sebelah tempat duduk saya.Saya nggak mikir aneh-aneh.Cuma pas saya sekilas nengok ke arahnya.Cowok itu menatap saya aneh banget.Cowok itu turun duluan sebelum saya turun.Dan seorang penumpang bilang ke saya,’Mbak, tadi cowok yang itu liatin mbak terus sambil goyang-goyangin kelaminnya di balik tas.” WTH?!?

-Pernah juga ada seorang cowok yang mengambil kesempatan ketika bus transjakarta lagi penuh-penuhnya.Tuh cowok sengaja merapatkan tubuhnya ke punggung saya.Saya dorong berkali-kali.Tapi tetep aja dia nempel-nempel.Untungnya saya buru-buru turun.

-Pernah juga saya lagi duduk di bus.Trus pas lagi macet macetnya, saya merasakan tengkuk saya ketiup angin pelan.Awalnya saya diem aja karena saya pikir cuma angin lewat.Nggak tauya cowok yang duduk di belakang saya sengaja mengendus bagian belakang kepala saya.Kontan saya jijik dan langsung turun karena pas saya nengok cowok itu pura2 melihat keluar jendela.Shit!
Itu baru masalah pelecehan seksual secara fisik.Belum lagi saya pernah mengalami pelecehan seksual secara verbal.

-Saya sedang ikut posko banjir di Bulungan.Karena banyak korban banjir yang harus dievakuasi malam itu, jadinya saya menginap di pos.Padahal hari belum terlalu malam.Sekitar jam 8-an.Dan waktu itu pakaian yang saya kenakan cukup sopan.Celana panjang jeans dan jaket hitam. Ceritanya saya membeli sikat gigi di warung terdekat. tiba-tiba pas lagi jalan, ada mobil feroza yang mengikuti saya.Si pengendara mobil buka kaca.Saya pikir orang mau nanya alamat.Jadi ketika dia memanggil saya, saya sempat menghentikan langkah saya.Dan apa yg dia bilang?? “Mbak, mau kencan semalem?” Anjriittt! Langsung aja, *maaf saya acungin jari tengah dan mobil itu langsung di dobrak sama teman-teman bulungan saya yang kebetulan sedang jaga.Ngaciiir deh tuh mobil.

-Saya sedang makan di salah satu warung padang bersama seorang teman saya.Saya melihat beberapa orang bapak-bapak yang duduk di meja sebelah kami.Awalnya sih santai aja, tapi ketika mereka dengan frontal menatap ke kami berdua.Saya mulai risih.Apalagi ketika mereka mulai ketawa2 aneh.Mereka keluar lebih dulu.Kemudian ketika saya keluar dari warung tersebut, saya dihampiri oleh seorang laki2 muda. Dan sinting, cowok itu ngomong gini, “Mbak, bos saya lagi nyari cewek perawan untuk dipacarin.Kalo mbak mau…” belum sempat dia meneruskan kalimatnya, saya udah ngeloyor pergi.Jijik setengah mati.

Itulah beberapa kisah yang pernah saya alami. Kejadian-kejadian kayak gitu mengingatkan para cewek untuk bersikap lebih tegas dan lebih berani kalau di jalanan.Sukur-sukur punya sabuk hitam karate biar bisa langsung nendang cowok-cowok model yang saya ceritakan di atas tadi. Jalanan Jakarta memang kurang bersahabat bagi kaum hawa.Seharusnya kalau kalian melihat perlakuan orang-orang seperti tadi,sudah sepantasnya pelaku dibuat jera.Supaya nggak ketagihan mengulangi perilaku kayak gitu.

Dari beberapa artikel yang saya baca, berikut tips menghadapinya.
1. Selalu berhati-hati dimanapun berada.Sebisa mungkin jangan jalan sendirian

2. Kenali situasi. Waspada sama orang-orang yang mencurigakan.Misalnya orang yang ngeliatin kamu terus dengan wajah mesum ahaha….

3. Tetep biasa. Pura-pura nggak lihat aja. Melengos.

4.Lawan kalau berani. “ Kata-katai saja! Bilang kalau anu-nya jelek,item,dekil,kecil,cupu! Pasti dia langsung nglimpruk kecewa!

5.Kasih tahu orang-orang sekitarnya biar pelaku malu6.Berdoa.Ini yang paling penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *