The Place named ‘Gudang Sembilan”

20120724-214555.jpg

20120724-214602.jpg

Buat kalian yang udah pernah baca novel saya Rock’n roll Onthel, pasti familiar dengan tempat ini. Gudang sembilan. Tempat musisi jempolan adu kebolehan bermain musik:p

Setelah novel Rock’n Roll Onthel terbit, banyak dari pembaca saya yang nanya, ”Gudang Sembilan itu sebenernya ada nggak sih?” saya cuma bisa senyam-senyum aneh menjawab pertanyaan itu. Dan… inilah ide mengenai tempat kece bernama Gudang Sembilan di novel Rock’n Roll Onthel yang bikin penasaran….

Ketika menulis novel Rock’n Roll Onthel, saya telah berkeliling ke banyak tempat-tempat manggung di beberapa kota di Indonesia.Dari mulai panggung kecil di sebuah warung, hingga konser besar dengan ribuan penonton. Dari musik mainstream sampai musik-musik indie yang kadang juga cukup unik di telinga saya. Ha.Ha… Tapi kesemuanya nggak ada yang total mewakili bayangan Gudang Sembilan di benak saya.Tempat untuk para musisi baru dengan membawa musik baru sih banyak. Tempat berkumpulnya anak muda yang mencintai musik juga banyak. Tapi tempat yang ‘pyur’ menjadi ajang ekspresi dan memegang prinsip dasar demokrasi hampir nggak ada di Indonesia.Atau mungkin ada, tapi saya nggak sempat lihat hehe…

So, here we go, Gudang Sembilan yang ada di benak saya.

Pernah dengar yang namanya CBGB? CBGB adalah nama sebuah klub di kawasan Bowery, New York yang telah berdiri selama 32 tahun sebelum akhirnya terpaksa harus ditutup pada tahun 2005 (kalo nggak salah). CGBG adalah singkatan dari ‘Country,Blues Grass, dan Blues’. (Jangan terpatok pada namanya ya..genk!) Dari luar, klub itu terlihat sepi dan ngebosenin karena bentuknya mirip bangunan tua tanpa plang nama berlampu yang biasa ada pada klub-klub pada umumnya. Katanya, dulu gedung itu adalah komplek perumahan bagi imigran yang datang ke New York pada abad ke 19.

Tapi tetap aja para peminat musik dari seluruh dunia beramai-ramai datang ke klub itu. Ya, CBGB pernah dianggap sebagai kiblat musik dunia. Dan untuk orang-orang yang pernah datang ke tempat itu, CBGB adalah tempat lahirnya musik-musik baru, khususnya musik punk. Namun tahun 2005, CBGB tidak mungkin lagi menjadi tempat revolusi musik karena pemiliknya terbelit hutang hasil dari tunggakan sewanya yang belum dibayar secara lunas sejak tahun 1993.Padahal banyak band-band yang lahir dari CBGB seperti The Ramones, Public Enemy, Beastie Boys, House of pain. Dan pada dekade berikutnya tahun 90-an sampai 2000-an CBGB juga melahirkan band-band keren lainnya yang jauh dari mainstream. Seperti Warhols, Helmet, dan The Killers yang diberikan kesempatan untuk pertama kalinya menampilkan kebolehan mereka. Sebelum akhirnya musik mereka bisa sampai ke dalam iPod saya hueee…

Yang keren dari keberadaan CBGB, kerjasama antara musisi, media, dan berbagai elemen untuk mengembangkan musik-musik baru di Amerika jempolan banget. Beda banget deh sama di Indonesia yang masih seret kalau ada musik-musik yang agak keluar dari jalur mainstream (tau sendiri distribusi album indie di Indonesia kayak gmana). Ekspos media terhadap CBGB pada akhirnya juga membawa perhatian industri musik terhadap band-band dengan warna musik baru. Setelah mengorbitkan The Ramones, industri dan media di Inggris jadi ikut-ikutan Amrik memperhatikan band-band punk lokal Inggris seperti Sex Pistols dkk. Bahkan pada akhirnya di Inggris, musik punk berkembang menjadi sebuah fenomena kultural.

Itu dia sekilas tentang klub bernama CBGB, yang menjadi inspirasi saya membangun tempat bernama Gudang Sembilan di novel Rock’n Roll Onthel. Okay, memang ada sebuah tempat yang mirip banget dengan Gudang Sembilan di benak saya. Namanya udah pasti bukan Gudang Sembilan. Tapi konsep yang dibawa cukup mirip.Saya cuma bisa berdoa semoga tempat-tempat seperti ‘Gudang Sembilan’ nggak selalu berakhir seperti klub legendaris CBGB. Karena nggak ada batasan dalam berkarya, kan… asalkan nggak rusuh, saya rasa tempat kayak gitu bakalan jadi tempat alternatif hiburan yang asik buat yang suka musik….keep Rockin!

20120724-214613.jpg

20120724-214618.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *