And we hate Our Birthday

20120520-225558.jpg

Saya sangat membenci ulang tahun saya sendiri. Orang tua saya tahu itu.Saking bencinya sampai-sampai seringkali saya melupakannya. Tadinya saya pikir hanya saya, tapi ternyata saya merasakan kalau orang tua saya pun membenci ulang tahun mereka masing-masing. Saya nggak tau kenapa, tapi mama saya contohnya, sebisa mungkin ia menjaga agar orang-orang nggak tau tanggal lahirnya. Nggak penting katanya.

Kalau saya, punya alasan khusus kenapa saya membenci ulang tahun saya sendiri. Pertama, saya merasa ketika ulang tahun,seharusnya seseorang merasa sedih karena umurnya di dunia berkurang. Kedua, beberapa ulang tahun saya belakangan ini membuat orang tua saya memberikan selamat ulang tahun pada saya sambil meneteskan air mata.Dan keluarlah kata-kata yang paling nggak enak, “Maafin Papa nggak bisa ngasih kamu apa-apa..” duh! Emang kalo ulang tahun harus ya ngasih apa-apa?

Saya sampai heran asal muasal hari ulang tahun itu. Sampai saya sampai pada sebuah kesimpulan absurd yang nggak pantes juga dipercaya (haha!) bahwa ketika manusia mencapai umur 25 tahun, mereka akan memaknai ulang tahun dengan terbalik.

Jadi gini,coba deh kamu lihat anak-anak kecil yang umurnya di bawah 5 tahun. Setiap mereka ulang tahun sebisa mungkin orang tuanya akan merayakan.Dan doanya adalah ….”Semoga kamu cepet dewasa ya…”

Nah ketika di usia 25 tahun, apakah kalimat doanya akan sama? Pasti enggak.Karena usia itu dianggap sudah dewasa.Yang ada malahan deg-degan kalo ada target-target yang belum tercapai. Ya, kan??? Ah…anggap aja iya.Biar saya senaaang ahahaha…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *