June, 2011

now browsing by month

 

Saya penulis Indonesia

“Kenapa elo musti kuliah ke luar sih?”
“Di Indonesia susah dapet beasiswa untuk orang seperti gue.”

Saya masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu salah seorang teman saya berkata demikian. Teman saya yang saya kagumi karena ia mampu konsisten dengan dunianya. Dari kecil suka menulis, remaja juara lomba mengarang, pas dewasa jadi penulis buku dan kuliah sastra. Sangat kontras dengan saya yang menyenangi hal-hal yang berbeda di setiap fragmen dalam hidup saya. Teman saya itu akhirnya meinggalkan Indonesia dan masuk fakultas seni di luar.Namun yg membuat saya terheran-heran adalah…dia TIDAK mendapatkan beasiswa disana. Cukup sulit mendapatkan beasiswa disana. Begitu katanya.

Lha trus kenapa waktu itu dia rela meninggalkan Indonesia dengan alasan kesulitan mendapat beasiswa di Indonesia? Kalau toh pada akhirnya dia tetap tidak mendapatkan beasiswa itu di luar.

Semenjak kejadian itu, saya semakin penasaran. Apa iya segitu susahnya mendapatkan beasiswa di negeri sendiri? Apa iya di Indonesia hanya ada beasiswa bagi orang-orang dengan indeks prestasi akademis yang tinggi? Bagaimana dengan orang-orang yang punya prestasi membanggakan, profesi yang patut dihargai, dan pengabdian kepada masyarakat yang tinggi namun memiliki indeks prestasi yang biasa-biasa saja. Kalau memang itu tolak ukur untuk mendapatkan beasiswa di Indonesia, hmm… Nggak mengherankan banyak anak bangsa yang pada akhirnya mengikuti jejak teman saya tadi.Meninggalkan Indonesia hanya untuk sebuah harapan yang masih belum pasti. Menyedihkan

Setelah mencari-cari informasi dan browsing-browsing, akhirnya saya memperoleh kesimpulan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia (termasuk saya:p) TIDAK TAHU tapi SOK-SOK TAHU tentang kesulitan beasiswa di Indonesia. Karena sebetulnya Kemendiknas mempunyai program beasiswa unggulan yang justru SANGAT MENDUKUNG masyarakat dari berbagai profesi di Indonesia. Termasuk penulis. Buat kalian yang penasaran, silahkan buka www.beasiswaunggulan.kemendiknas.go.id

Di postingan sebelumnya saya menulis tentang EDUCATION FOR ALL. Saya melihat bahwa target tersebut semakin dekat. Penghargaan dan dukungan pemerintah terhadap suatu profesi untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya telah dilakukan melalui program beasiswa nggulan. Sekarang tinggal kita yang bergerak untuk turut andil dalam memajukan Bangsa. Yaitu dengan menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan bermutu. Buat diri kalian berguna bagi Bangsa. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Jangan pernah merasa diri kalian tidak berguna karena nilai akademis kalian yang biasa-biasa saja. Karena kalian bisa sukses di bidang kalian masing-masing. Ingat, sebuah gedung yang tinggi tidak akan bisa dibangun hanya dengan seorang arsitek. Tapi butuh orang-orang yang membantu sang arsitek mewujudkannya :)

Semoga kedepannya persepsi masyarakat terhadap kesulitan mencari beasiswa bisa berubah dan Indonesia semakin maju karena kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

“Kenapa elo milih kuliah di Indonesia?”
“Karena di Indonesia pemerintah menghargai profesi gue. Kemungkinan gue mendapat beasiswa berdasarkan profesi yang gue jalani juga lebih luas. Gue pengen ikut ambil bagian dalam proses pembangunan Indonesia dengan menjadi penulis yang bisa berguna bagi masyarakat, Bangsa, dan Negara. Gue penulis Indonesia. Jadi itu yang bisa gue lakukan untuk Indonesia.”