October, 2010

now browsing by month

 

Yess, Iam Indonesian.

5373_119208987890_742302890_2421544_5641426_n1

28 Oktober yang lalu kita memperingati hari sumpah pemuda. Sumpah pemuda dalam arti sebenarnya. Bukan kata ‘sumpah’ yang saat ini sering kali diplesetkan menjadi, ‘sumpe lo?’ yang justru mempunyai makna tidak serius atau remeh.
Sumpah pemuda tahun ini justru membuat saya bertanya dalam hati, masih adakah nasionalisme dalam diri pemuda saat ini? Terlebih lagi ketika saya melihat berita di tv yang meliput tawuran pelajar pada hari yang sama.Edan!Gimana mau berjuang demi bangsa dan negara?Sama-sama satu bangsa satu tanah air aja berantem. Ibaratnya, nggak usah negara luar mengirim rudal, nggak usah kirim tentara perang, atau nggak usah kompeni dateng ke Indonesia pun lama-lama negara ini ancur sendiri karena kelakuan anak bangsanya. Miris.
Saya heran kenapa Tanah Air saya bisa seancur ini. Padahal negara mana yang nggak mengakui kalau Indonesia itu negara kaya?keanekaragaman flora dan fauna mana yang bisa mengalahkan Indonesia?budaya negara mana yang sebanyak budaya Indonesia?
Apa justru karena faktor itu yang membuat Indonesia semakin lama semakin ancur? Karena masyarakat Indonesia terlalu terlena dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Terbuai hingga akhirnya tertidur tanpa tenaga. Terlalu malas untuk mengembangkan potensi yang ada.Apalagi menjaganya.
Hey Wake Up guys! Harus berapa generasi lagi setelah band cokelat berteriak-teriak menyanyikan lagu bangun pemudi-pemuda agar kita bangun dan menyadari kalau negara Indonesia butuh kita? Jangan hanya bisa ngomel setiap hari. Kasihan Pak Presiden yang setiap hari dihujani kritikan yang kadang menyayat hati. Beliau manusia juga yang punya perasaan. Beliau pasti pusing memikirkan berjuta-juta kepala dan berjuta pemikiran yang berteriak kearahnya. Kita aja yang kadang hanya memimpin kelompok di sekolah atau kampus sering mengeluh dan stress sendiri. Apalagi beliau yang memimpin sebuah negara. Kebayang kan gimana pusingnya?
Kalau ingin negara kita maju, ya jangan egois. Jangan kayak bayi yang bisanya cuma berteriak menangis hanya untuk mencari perhatian. Saya yakin bahwa kita semua, bangsa Indonesia ini adalah orang-orang yang mampu bersikap dewasa dan mampu untuk menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari bangsa ini.
Kalau kalian merasa pemerintah terlalu lamban untuk melakukan sebuah perubahan, atau kalau kalian punya ide untuk kemajuan bangsa ini, wujudkan ide itu menjadi nyata. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk bangsa Indonesia. Jangan cuma bisa mengkritik dan nunggu pemerintah untuk melakukan itu. Yang ada malah negara ini keburu porak poranda. Sekecil apapun usaha yang kalian lakukan,pasti akan berdampak pada bangsa ini. Nggak perlu jadi anggota DPR kok untuk bikin Indonesia menjadi bangsa yang besar. Nggak perlu jadi profesor, berduit banyak, atau jadi idola kampus untuk menjadi pahlawan untuk bangsa ini. Kalian bisa memulainya dari diri kalian sendiri. Bayangkan seandainya tindakan positif kalian untuk bangsa ini berhasil menginspirasi lima orang teman kalian. Kebayangkan kalau lima orang itu akan menularkan ilmu yang kalian berikan kepada lima orang lagi dan lagi. See, kalian sudah bisa dibilang sebagai pahlawan. Pangeran Diponegoro pasti akan tersenyum melihat apa yang kalian lakukan dan merasa nggak sia-sia berjuang untuk bangsa ini. Nggak usah mikir yang ribet-ribet dulu, lakukan saja apa yang ada di depan mata.
Sudah saatnya para remaja bangkit untuk bisa membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bisa membuat seluruh rakyatnya hidup aman, damai dan sejahtera. Emangnya kalian nggak kesel karena selalu diremehkan dan di cap negatif karena banyaknya kasus narkoba, tawuran, dll yang sebagian besar dilakukan oleh para remaja. Saatnya kita rubah pandangan negatif dan pandangan ketidakpercayaan masyarakat Indonesia terhadap kita. Ingat, kita adalah part of Indonesia. Kita nggak bisa terus-terusan menjadi penonton, tapi kita harus menjadi bagian dari pemain utama di negeri ini.

Ingat kalimat yang pernah diutarakan oleh Soekarno, “Beri aku tujuh pemuda! aku akan ubah dunia”

Kemana Hati Akan Membawamu

58622_444486369840_793749840_4759492_3482662_n58622_444486374840_793749840_4759493_8308101_n

Malam itu, alunan suara musik jalanan menari bersama hembusan angin di malam hari. Membuat saya melupakan segala permasalahan yang terjadi di hidup saya. Saya hanya tau kalau setiap orang pasti punya masalah masing-masing dalam hidupnya. Tergantung bagaimana masing-masing orang tersebut menyikapi permasalahannya itu.

Hari itu saya dan teman-teman dari Gempita (Generasi Muda Pecinta Indonesia) dan teman-teman dari KOPS (Komunitas Pasar Senen) mengadakan acara bazaar pakaian murah untuk anak-anak jalanan yang bermukim di sekitaran stasiun senen. Semua pakaian kita jual dengan harga Rp.1000 yang hasil dari penjualan pakaian itu juga langsung kita sumbangkan kembali. Sebelumnya Gempita mengadakan jalan-jalan dan buka puasa bareng ke TMII dengan anak-anak jalanan.
Malam itu, selain bazaar, ada pula persembahan musik dan puisi dari seniman-seniman jalanan. Entah kenapa saya memang menyukai acara-acara seperti itu. Dimana kita bisa saling berbagi dan berbaur menjadi satu. Melupakan sejenak urusan harta dan tahta.

47924_444507129840_793749840_4760102_2310733_n

Ketika saya baru lulus kuliah, saya sadar betul betapa memudarnya nilai-nilai kemanusiaan didiri kita. Coba sadar apa enggak, saat kita lulus kuliah, kebanyakan dari kita menjadi sosok yang sangat matrealistis. Ingin mengejar karier dan uang sebanyak-banyaknya. Saya pun begitu. Tapi saat ini saya merasa hidup lebih santai. Ambisi saya tidak lagi segila dulu. Karena menurut saya rasa solidaritas nggak bisa dinilai dengan harta sebanyak apapun. Saya berpikir, buat apa kita sekolah tinggi-tinggi, kerja dengan jabatan yang bagus, atau punya kolam renang duit seperti paman Gober tapi kita nggak punya hati. Nggak punya rasa empati yang tinggi pada orang-orang disekeliling kita yang mungkin nasibnya nggak sebagus kita. Melihat orang yang berhasil kita bantu tersenyum tulus kearah kita, harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harta sebanyak apapun.

Sampai detik ini saya selalu berpikir, Tuhan seringkali menurunkan malaikat penolong dalam wujud yang berbeda. Kalau saya lagi susah, dan tiba-tiba salah satu dari kalian menolong saya. Mungkin tanpa kalian sadari, sebenarnya Tuhan sedang menjadikan kalian salah satu malaikatnya untuk menolong saya. Tuhan menitipkan kado dan pertolongan untuk saya melalui tangan kalian. Begitupun sebaliknya.

Saya teringat sebuah cerita dari salah satu teman saya. Dia bercerita bahwa pernah terjadi kecelakaan di Amerika ditengah-tengah orang banyak. Puluhan pasang mata melihat kejadian itu. Tapi sayangnya nggak ada satupun dari saksi mata yang menelpon 911, karena mereka saling menunggu dan saling beranggapan bahwa pasti ada salah satu dari mereka yang menelpon. Dan pada akhirnya si korban malah meninggal karena kehabisan darah dan karena nggak ada satupun saksi mata yang bertindak. Masing-masing hanya menonton.
Kalau misalkan saat itu satu orang saja berinisiatif untuk menelpon 911, pastilah kemungkinan korban itu bisa selamat.

Saat ini cerita itu masih saja saya ingat. Karena kisah itu real banget di dunia ini. Setiap kali ada kejadian, kebanyakan dari kita justru malah menonton dan menunggu bukannya bertindak. Sebetulnya nggak penting berapa banyak orang yang melihat kejadian itu. Yang terpenting adalah berapa banyak orang yang bisa tergugah hatinya untuk menolong orang yang membutuhkan. Saya berharap kalian salah satunya…

47211_444482934840_793749840_4759418_6900264_n

Actually, I Hate Farewell

Dear people, maaf banget kalau saya sempat meninggalkan blog ini selama berbulan-bulan. Sebenarnya banyak banget yang ingin saya ceritakan ke kalian. Semuanya menumpuk di kepala seperti sampah di bak yang selama tiga bulan belum sempat diambil tukang sampah. Lagi-lagi mirip kayak sampah, kalo nggak sempet dibersihin ya bakalan berlalat, atau nongol uget-uget. Hiiiii….Hueeek!
But anyway, hari ini saya mau membayar utang-utang saya selama tiga bulan ini untuk nulis blog. Yiiiipiiiee….Thanks buat kalian yang sudi datang dan membacanya…Enjoy!
Bulan Juli lalu sebuah pengumuman membuat saya shock sekaligus gemeteran. Bahagia dan sedih bercampur jadi satu tanpa saya tahu lebih dominan yang mana. Jangankan saya, Mama-Papa aja sampai heran kenapa hal itu bisa kejadian ahahaha… Yup,bukan sulap bukan sihir,saya berhasil kuliah lagi. S2 komunikasi. Cita-cita saya yang tadinya menurut orang tua saya nggak bakalan mungkin saya jalani melihat kelakuan saya yang sangat asal-asalan dan cuek banget (FYI,orang tua saya selalu berpikir kalau saya gila kerja. Jadi menurut mereka agak ajaib kalo saya masih memikirkan pendidikan. Surpriseee!!!!). Diam-diam saya ikut tes masuk S2 UI dan saya diterima. Alhamdulillah….
Disatu sisi memang saya senang mendapat surprise itu. Tapi disisi lain, saya juga harus mengambil sebuah keputusan yang sangat berat saat itu.
p8110035p8110024p8110026

As you know, sudah hampir 2 tahun saya bekerja di sebuah agency yang lebih tepat dibilang EO daripada advertising agency. Karena waktu perkuliahan yang tidak memungkinkan kalau diberengi dengan bekerja di kantor tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk resign alias mengundurkan diri. Percaya deh, ini bukan sesuatu yang mudah untuk saya. Tapi seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, ini adalah hal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk hidup lain, yaitu kemampuan mereka untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik.
Keputusan ini sangat mendadak untuk saya. Hanya ada sisa waktu selama 2 minggu sebelum saya betul-betul meninggalkan kantor itu.
So, saya mencoba merewind semuanya satu persatu. Saya teringat ketika pertama kali saya menginjakan kaki di kantor itu. Seperti seorang bayi yang baru lahir, saya ‘buta’ soal event. Selama ini kalau dateng event-event dimana-mana, saya hanya jadi seorang penikmat yang bisanya hanya protes, mengkritik tanpa perduli dengan para panitia yang udah jungkir balik berupaya agar acara berjalan lancar. Selama ini menjadi panitia sebuah acara memang sudah sering saya lakukan. Tapi tidak secara professional. Lagian juga biasanya saya jadi bagian creative atau dekorasi. Paling sering malah jadi MC atau moderator. Bukannya jadi AE yang pekerjaannya bikin proposal dan berhubungan dengan klien. Ini dunia baru untuk saya. Dan saya sangat menggilai sesuatu yang baru untuk saya. Menikmati saat-saat dimana saya jadi kacung,jadi crew, dimarah-marahin,disalah-salahin,belajar untuk jadi lebih baik dan baik lagi hingga akhirnya menjadi terbiasa. Yups, selalu ada saat yang pertama, kan? Buat saya, kalau mau sukses ya musti merasakan gagal dulu. Tapi kalo nggak pernah dicoba karena takut gagal, ya seumur-umur nggak bakalan pernah punya kesempatan untuk sukses. Life’s learning process guys!
Di kantor ini saya mengenal orang-orang luar biasa yang mungkin nggak bisa saya sebutkan semuanya disini. Tapi jelas mereka mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan saya. Suhu, kepala suku, kakak, serta guru yang selalu saya kagumi karena pemikirannya yang brilian dan mirip kamus berjalan, Oom T. Role model saya, mami S, wanita kuat yang punya hati dan kesabaran diatas rata-rata. Yang selalu datang ke meja kantor dengan tawa khasnya, membuat saya selalu berusaha untuk tidak mengecewakannya.Meskipun kenyataannya lebih sering saya mengecewakannya. So sorry.. mami ?. Oom H, yang entah kenapa selalu membuat situasi hectic di kantor menjadi adem kembali setiap kali dia mencomot makanan yang biasa ada di meja kami sambil sesekali mengeluarkan banyolan. Y, brother yang mengajari saya bagaimana membuat proposal dan teman diskusi yang menyenangkan. Membuat saya belajar berpikir jernih tentang banyak hal. Oom LJA, kakak, sahabat, serta teman curhat yang oke banget saat saya tidak bisa mengontrol diri. Bahkan dengan ajaibnya biasa membuat hati saya jauh lebih baik jika bersama mereka. T, si besar yang baik hati yang sering kali saya peluk ketika saya merasa butuh ketenangan dan perlindungan. A, teman yang sangat lucu dan menyenangkan yang selalu menemani saya dengan mulut yang tak pernah berhenti mengunyah (kecuali pas puasa :P). F, si adik babi yang sangat perhatian dan polos. D, pelari cilik, belum lama kenal tapi sudah membuat saya selalu tertawa ketika melihat dia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat setiap mendengar saya berbicara ahahaha…. As, seharusnya kita punya lebih banyak waktu untuk saling kenal lebih jauh ya, chayaang. Tapi As adalah si kecil lucu karena selalu mengeluarkan pertanyaan yang ajaib dan membuat kita tertawa. Trio Libels, Oom D,I,R, kakak yang penuh perhatian. Selalu membuat suasana ceria karena lawakan2 dan musik orkes yang disetel untuk bikin hati adem. Entah kenapa membuat saya merasa lebih gendut setiap kali keluar kota bareng mereka. Makan teruuussss! Yiiipiieee….
Pasangan E dan T, bahan keisengan kita kalo lagi bête. Jiiieeeh….
Tuls, abang yang punya suara emas,selalu menjadi teman yang asik untuk bernyanyi sambil main gitar. Dan saya selalu semangat untuk memegang kecrekan nista. Tuls nggak lengkap tanpa bols, partner yang sangat asik dalam hal mengakal2i huahaha…. Inget tiap kali event bareng selalu ada hal-hal lucu yang terjadi. R, oom2 yang selalu mirip kayak anak pejabat mau main golf setiap event karena memakai celana pendek. Tapi selalu dengan sabarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang kadang menyulitkan ahahha (maap ya, Oom…). Menck, best friend dan teman kerja yang seru abis. Jadi inget waktu kita MC bareng,kayaknya kita cocok jadi penyiar idola kaula mude hahaha… L,yang selalu identik dengan sebuah merek semir sepatu yang saking membuminya sampai-sampai hampir saja kulit tubuhnya mirip(piss) adalah orang yang selalu membuat kita ngakak karena ucapan2nya yang ruaaaar biasa! Mmto, my big Gloria,yang konyol, baik hati, Rambo tapi berhati Rinto huahaha…. Oom Bwk, teman cerita yang menyenangkan yang entah kenapa selalu santai di segala situasi. Dan untuk semua yang nggak bisa disebutkan satu-satu saking buanyaknyaaa…. Thanks, atas segala cerita, pelajaran, dan kenangan yang berharga banget selama saya berada di sana. Thanks juga udah kasih kesempatan saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar kalian. I love you sooo much guys… Mmmuuuaaacchh…….

NB: Thanks buat kenang2an jaket beserta isinya yang menakjubkan itu ya….ahahaha…. termasuk acara cebur-ceburannya. Sial!