February, 2009

now browsing by month

 

Friendster vs Facebook

Mungkin sangat terlambat apabila saya membahas fenomena friendster dan facebook sekarang ini. Mirip saat dimana orang tergila-gila dengan Chatting lewat IRC, MSN dan Yahoo messeger. Friendster dan facebook lebih mendetail secara personal. Untuk bergabung dengan friendster/facebook, kita diwajibkan untuk register terlebih dahulu. Kemudian mengajak sesama anggota untuk menjadi teman kita.  Setuju atau tidak situs pertemanan seperti friendster/facebook sedikit banyak sangat berguna untuk ajang perkenalan atau bahkan ajang mempromosikan diri. Entah kenapa banyak juga diantara pengguna yang menjadikan friendster atau facebook sebagai standarisasi gaul atau tidak gaulnya seseorang.
Menjadi anggota situs pertemanan memang menyenangkan. Saya pun dapat mengenal teman-teman baru dan bertemu kembali dengan teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Di tengah kesibukan ibukota yang semakin menyita waktu, bergabung dengan situs pertemanan sangat membantu kita untuk tidak ketinggalan dengan informasi yang marak akhir-akhir ini. Biar tetep eksis gitu, boook…yuuk mariii…..
Namun saya mulai melihat kekecewaan dan kejenuhan dari sebuah situs pertemanan.  Banyak diantara teman-teman saya yang terang-terangan mengaku pada saya bahwa ia banyak membuat profil-profil palsu hanya untuk berkenalan dan mendekati cewek/cowok yang jadi incaran mereka. Data diri palsu dan foto yang di retouch gila-gilaan dengan photoshop. Sangat mudah membuat sebuah sosok baru di friendster/facebook. Sosok yang diinginkan secara pribadi. Saya mulai meragukan kebenaran profil-profil yang ada di dalam ‘friends’ saya. Jangan-jangan teman-teman saya ada yang palsu juga. Kenapa ada banyak orang yang tidak percaya diri? Padahal inti dari sebuah pertemanan adalah kejujuran dan kepercayaan. Bagaimana bisa terjadi kalau profil yang dibuatnya jelas-jelas palsu.
Lepas dari kekecewaan saya, sampai detik ini saya masih menjadi anggota setia komunitas friendster dan facebook tersebut. Saya mulai tak perduli apakah profil yang menjadi teman saya palsu atau tidak. Yang jelas, sungguh sangat menyenangkan menjadi anggota situs pertemanan di dunia maya. Saya tak perlu susah payah menyusun kata-kata untuk berkenalan dengan seseorang. Cukup klik, dan saya akan menjadi temannya. Bahkan banyak diantara teman-teman yang saya kenal melalui situs tersebut menjadi sahabat terbaik saya di dunia nyata. Oke, let’s join to the crowd guys and let me be your friend….  ?